03/11/16

Menjelajah Pantai Baron dan Menara Suarnya, Wisata Bahari Dan Kuliner Yang Memukau..

Pantai Baron

Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta menyimpan banyak sekali pesona keindahan alam dan budayanya.... wisata alam pegunungan, menjelajah berbagai goa, air terjun, belajar di desa wisata, bersantai melepas penat di pantai-pantai yang indah..... semuanya bisa sahabat temukan dan lakukan di Kab. Gunung Kidul Yogyakarta.

Di sepanjang pesisir selatan Kab. Gunung Kidul banyak terdapat pantai2 yang berderet dengan cantiknya dan dengan ciri khasnya masing2, ada yang berpasir putih, kecoklatan, dengan ombak yang cukup besar menghempas daratan ataupun dengan ombak yang tenang menentramkan, dengan bukit2 karang yang berdiri megah di sisi2 pantai dan pulau2 kecil sebagai penahan ombak, dengan kekayaan biota laut... membuat pantai2 di Gunung Kidul menjadi salah satu tempat wisata di Jogja terfavorit para pelancong dalam negeri maupun mancanegara.

Pantai Baron
Pantai Baron
Pantai Baron, adalah salah satu pantai unik yang paling sering dimampiri oleh para wisatawan. Pantai Baron ini merupakan pantai pertama yang akan sahabat temukan di kawasan pantai2 indah Gunung Kidul bila sahabat datang dari arah Wonosari dan mengambil jalan Pantai Baron.

Kali ini catatan perjalanan ini akan saya isi dengan pengalaman saya yang luar biasa mengunjungi Pantai Baron dan berpetualang ke bukit Tanjung Baron untuk menyambangi Menara Suarnya.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Pantai Baron, sebelumnya saya sudah pernah kesini namun pada waktu itu hanya merupakan kunjungan pendek saja, berhubung Pantai Baron merupakan pantai nelayan yang terkenal dengan aneka seafoodnya yang segaaarr... jadinya pada kunjungan terdahulu saya hanya menyempatkan diri untuk menyantap seafood yang uenaaakkk... tapi tak sempat untuk menjelajah pantai cantik ini....

Keinginan saya untuk kembali ke Pantai Baron disemangati oleh cerita2 yang saya dengar mengenai kedahsyatan indahnya pemandangan laut dan alam dilihat dari Menara Suar di Tanjung Baron. Walaupun begitu, tidak serta merta keinginan ini bisa terkabul, setelah menunggu beberapa lama barulah kesempatan itu datang....... hore..... hore.... mau naik naik ke puncak menara suar.... !

Karena sudah mau ke kawasan Gunung Kidul, disamping ke Pantai Baron, saya juga menyempatkan diri untuk mampir di Pantai Ngobaran dan Ngerenehan sebelumnya untuk makan siang dan berfoto ria, barulah setelah itu saya menuju Pantai Baron, karena katanya pantai ini lebih bagus dikunjungi pada saat pagi atau sore hari.

Dari Jogja saya menempuh perjalanan menuju Wonosari, sayangnya saya tidak bisa berangkat pagi karena ada keperluan pagi itu, jadi berangkatnya sudah kesiangan, tapi demi mewujudkan mimpi untuk bisa menyaksikan keajaiban alam ciptaan Tuhan, saya relakan berangkat di siang bolong yang panasnya sangat menusuk di kulit.... ?? Tapi, peralatan gempur panas tetap siap sedia menemani, sun glass dan topi yang selalu setia menemari disetiap perjalanan tidak akan pernah saya tinggalkan..... walaupun semangat, tetap saya ini ibu2 centil yang ga mau gosong digigit sang mentari.... hehehe....

Dari Wonosari berbelok ke kanan.... mengambil jalan ke Pantai Ngrenehan/Ngobaran dan setelah puas makan siang dan jepret sana jepret sini, barulah saya melanjutkan perjalanan ke Panti Baron melalui jalan pintas Ngresik-Kanigoro..... situasi jalan lumayan lah, kecil tapi sebagian besar sudah diaspal (walaupun ada sebagian kecil yang belum diaspal), jalan ini kemudian tembus di Jalan Pantai Selatan Jawa yang sudah bagus dan lebar menuju Pantai Baron.

Bila sahabat hanya ingin datang ke kawasan pantai Baron, tidak perlu melewati jalan yang saya lalui, dari Wonosari bisa langsung belok arah selatan memasuki Jalan Baron, jalanan ini sudah bagus dan lebar, sahabat bisa datang ke tempat ini beramai2 naik bis, atau bawa mobil sendiri atau naik motor ria..... Kalo naik sepeda sih bisa juga, hitung2 olahraga dan meyehatkan badan...... apapun kendaraannya..... tetap mesti berhati2 ya sahabat......


Lokasi dan Tiket Masuk ke Pantai Baron

Terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, Pantai Baron berjarak kurang lebih 60 km arah tenggara kota Jogja. Bila sahabat berjalan dari arah Jogja, Klaten atau Solo, sahabat menuju arah Wonosari dan di Wonosari berbelok ke selatan memasuki Jalan Baron. Perjalanan disini cukup menyenangkan, melewati perkebunan kayu jati, kadang2 jalan berkelok2 dan naik turun, namun jalanan sudah bagus dan cukup lebar koq.

Setelah kurang lebih 1/2 jam perjalanan dari Wonosari, sampailah di gerbang pintu masuk kawasan pantai2 indah Gunung Kidul. Pak Penjaga memberikan informasi bahwa harga tiket Rp. 10 ribu per orang, bisa dipakai untuk menghampiri seluruh kawasan pantai di Gunung Kidul... Wow, ini benar2 paket hemat sahabat.... banyak sekali pantai indah yang berderet2 di Ginung Kidul ini yang bisa sahabat sambangi.... Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Indrayanti dan Pok Tunggal… cukup dengan membayar tiket masuk Rp. 10 ribu saja. Seharian pun waktu sepertinya tak cukup bila ingin menikmati keindahan semua pantai itu. Bila sahabat memang mempunyai banyak waktu ada baiknya menginap disini, jangan khawatir, di kawasan pantai ini banyak koq terdapat penginapan..... kalo menginap, jangan sampai melewatkan keindahan sunrise ya sahabat.... salah satu pantai yang oke banget untuk menyaksikan sunrise adalah Pantai Sundak.

Tak lama setelah melewati loket tiket, Pantai Baron sudah bisa ditemukan. Memasuki area Pantai Baron, kita akan melewati jalanan yang menurun menuju pantai. Dan ternyata…… pada saat saya datangi pengunjung Panti Baron ini rameeee bangets…… tempat parkiran yang tersedia sudah tidak cukup, saya pun mesti parkir di jalan yang menuju pantai. Bis2 sudah berderet di pinggir jalan, pengunjung yang datang dan pergi memadati jalanan…. Mungkin karena saya datangnya pada hari Minggu sehingga pengunjungpun membludak….

Pantai Baron
Rame sekali pengunjung Pantai Baron pada waktu itu

Sejarah Pantai Baron

Tahukah sahabat kenapa pantai indah ini dinamakan Pantai Baron? Penamaannya seperti berbeda dari pantai lainnya di kawasan Gunung Kidul ini. Nama Baron adalah seperti nama orang Belanda, bukan Jawa. Ternyata.... menurut cerita turun temurun..... pantai ini pernah disinggahi oleh Baron Skeber, ... seorang bangsawan dari Belanda, pernah mendaratkan kapalnya di pantai ini, karena itulah kemudian pantai ini dinamakan seperti itu.

Pantai Baron ini merupakan pantai tempat berlabuhnya para nelayan sehabis mencari ikan di lautan. Bila sahabat datang ke pantai ini dipagi hari, sahabat bisa berkunjung ke pasar ikan segar dan membawa pulang oleh2 berupa ikan dan seafood yang masih freshhh..... ada udang, lobster, ikan tongkol, kakap dll... atau bisa juga kalau mau langsung dimasak dan disantap..... hmmmmm yammi....

Pantai Baron
Pantai Baron adalah pantai nelayan

Sarana dan Fasilitas Pantai Baron

Pantai Baron sebenarnya memiliki area parkir yang luas. Pada saat saya datang, berhubung itu adalah hari Minggu, dan saya datangnya juga sudah kesorean, area parkiran sudah penuh terisi. Kendaraan bermotor yang baru datang mau tak mau harus parkir di sepanjang jalan menuju pantai Baron. Rombongan pengunjung yang datang dan pergi memenuhi area jalanan di sekitar parkiran.

Dari area parkir menuju ke pantai, saya melewati banyak sekali kios dan warung, ada yang menjual makanan dan minuman, seafood menjadi andalan lauknya bila sahabat ingin bersantap disini, ada yang menjual aneka oleh2 khas pantai Baron seperti mainan kunci, kalung, pajangan, tirai kerang, baju2 kaos Jogja dan Gunung Kidul, dll. Ada pula kios2 yang menjajakan makanan ringan berupa olahan seafood yang juga bisa sahabat bawa sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Selain itu banyak juga yang berjualan aneka buah, terutama buah srikaya dan pisang.... dan ada pula para penjual aneka perlengkapan untuk ke pantai seperti topi2 dan kacamata gelap.

Pantai Baron
Menjual aneka buah
Pantai Baron
Kios olahan seafood
Pantai Baron
Oleh2 untuk buah tangan
Di area ini juga banyak toilet dan kamar mandi, so para pengunjung yang bermain2 air di pantai tak perlu takut kotor dan ga bisa mandi yaaa, juga terdapat beberapa musholla. Di bagian tengah area parkiran terdapat semacam pendopo dan pelataran.... disini sahabat juga bisa duduk2 beristirahat setelah puas berpetuaalng di area pantai yang indah.

Dan..... tentunya juga ada satu spot yang jangan sampai sahabat lewatkan untuk difoto... ini dia Pantai Baron.....

Pantai Baron
Menuju Pantai Baron

Keindahan dan keunikan Pantai Baron

Pantai Baron berbentuk cekungan, menghadap ke barat daya, diapit oleh megahnya bukit karang yang menghijau di sisi kanan dan kirinya. Dengan adanya dua bukit karang sebagai pembatas, membuat alunan ombak di Pantai Baron ini tidak sederas seperti yang kita temukan di Pantai Parangtritis. Sahabat bisa bermain bersantai di sepanjang bibir pantai, tetapi tidak disarankan untuk berenang jauh ke tengah karena bisa terseret arus ombak.

Pantai Baron
Pantai Baron berbentuk cekungan, diapit bukit di kanan dan kirinya
Sejuknya angin laut akan menemani suasana santai di Pantai Baron ini. Sahabat bisa menyewa tenda2 berwarna warni yang sudah disiapkan para pengelola untuk dinikmati oleh para pelancong, disamping itu juga disediakan penyewaan ban untuk para pelancong yang ingin berenang di tepian pantai dan di sungai yang terdapat di sisi kanan Pantai Baron.

Pantai Baron
Keramaian pengunjung Pantai Baron
Kok ada sungai sih?? Iya, ternyata Pantai Baron ini memiliki keunikan tersendiri. Di sisi bukit karang sebelah kanan, sahabat akan menemukan aliran sungai air tawar..... bener lho.... ini air tawar walaupun sudah mendekati lautan, kalo ga percaya, silakan sahabat cicipi sendiri....... sungai ini berasal dari mata air tempat keluarnya sungai bawah tanah dari bagian utara Gunung Sewu. Pertemuan aliran sungai dengan lautan disisi bukit karang merupakan lukisan alam yang mengagumkan, sahabat akan terpesona dengan keindahan fenomena alam ini. Menikmati hembusan angin pantai sembari bermain di deburan ombak, atau dengan menyantap aneka cemilan hasil olahan seafood yang dijual di kios2 yang barusan dilalui dan sejuknya air kelapa muda dibawah tenda, merupakan pasangan yang sempurna untuk dilakukan di Pantai Baron ini.

Pantai Baron
Bermain di sungai

Mendaki ke Menara Suar Tanjung Baron

Tak hanya keunikan Pantai Baron yang memiliki aliran sungai disisinya yang membuat para pencinta pantai dan lautan berbondong-bondong datang ke pantai ini, namun ada satu hal lagi yang membuat pelancong penasaran, yaitu menaiki Menara Suar yang terdapat di sisi bukit sebelah kiri Pantai Baron. Bila sahabat sudah berada di Pantai Baron, menara suar yang berwarna putih ini sudah kelihatan dengan megahnya bertengger di atas bukit Tanjung Baron, seakan2 memanggil sahabat untuk menaikinya. Hal itu pula lah yang membuat saya juga ingin kembali ke Pantai Baron dan ingin mencoba menaiki Menara Suar Tanjung Baron ini.

Pantai Baron
Menara Suar kelihatan di atas bukit
Menara Suar Tanjung Baron memiliki dua akses yang bisa dilalui untuk menyambanginya. Yang pertama adalah dengan kendaraan bermotor, bila sahabat sudah sampai di loket pembelian tiket pantai Baron dan sekitarnya, sahabat kemudian mengambil kalan ke arah Pantai Kukup, tidak jauh setelah itu sahabat akan menemukan jalan masuk ke Menara Suar yang berbelok ke kanan, namun sayangnya jalan masuk ini belum begitu bagus, masih berbatu2, cocok untuk dilalui motor, tetapi agak susah untuk mobil. Akses yang kedua adalah tentunya melalui Pantai Baron sendiri...... sahabat harus mendaki bukit karang yang ada di sebelah kiri Pantai Baron. Terdapat beberapa jalan dari area Pantai Baron untuk mendaki bukit karang ini, katanya sih mesti bayar sejumlah Rp. 2 ribu untuk pemeliharaan jalan, namun saya tidak bayar sama sekali karena tidak ada petugas yang jaga pada waktu itu.

Dari Pantai Baron ke Menara Suar, sahabat perlu menempuh perjalanan mendaki bukit sejauh kurang lebih 200 m. Di sepanjang perjalanan mendaki bukit, panorama pantai, lautan dan perbukitan juga tak kalah indahnya. Lihatlah, pertemuan antara sungai air tawar yang muaranya memotong pantai dengan air laut disisi seberang… tiang2 kincir angin yang sedang berputar dan solar panel yang tampak mengkilap dari area Taman Baron Technopark di bukit sebelah… sungguh pemandangan yang mempesona…. Perjalanan mendaki ini cukup menguras tenaga, saya sendiri sempat membawa sebotol minuman, pastinya saya yang ibu2 manja dan bukan pendaki ini perlu banyak asupan air minum dan oksigen untuk bisa sampai ke atas bukit.... hehehe..... Namun bila sahabat tidak sempat membawa minuman, di perjalanan di sisi bukit terdapat beberapa warung makan, sahabat juga bisa beristirahat dan makan minum disini.

Pantai Baron
Perjalanan menuju Menara Suar
Pantai Baron
Istirahat dan foto2 dulu
Setelah beberapa kali beristirahat, mengisi kembali oksigen didalam tubuh, diselingi dengan mengabadikan keindahan alam yang saya lewati sepanjang pendakian menuju Menara Suar Tanjung Baron….. akhirnya sampailah di tempat ini……. Horeee…. akhirnya sampai juga……!

Menara Suar Tanjung Baron
Menara Suar Tanjung Baron
Menara Suar Tanjung Baron dibangun pada tahun 2014 oleh Direktorat Navigasi Dan Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, fungsinya adalah sebagaimana Mercu Suar pada umumnya, sebagai petunjuk bagi kapal2 yang sedang berlayar, namun disini para pengunjung diijinkan untuk menaiki Menara Suar ini dengan syarat tidak mengganggu semua peralatan navigasi yang ada dan menjaga kebersihan Menara ini.

Untuk menaiki Menara Suar ini tidak ada tarifnya, jadi saya bayar seikhlasnya saja kepada Pak Penjaga. Sudah tak sabar ingin naik, ternyata banyak pengunjung yang naik dan turun, jadi saya mesti sabar untuk menunggu giliran.

Ternyata perjuangan belum berakhir sahabat….. Menara yang tingginya 40 m ini tidak memiliki lift, jadi untuk bisa sampai ke puncak menara kita perlu menaiki tangga putar yang melingkar2…… (pusiiiiiinngg) dan yang lebih menyeramkan lagi, di bagian akhir mesti naik tangga tegak lurus ke atas…… ih….. seremmmmm…….
Menara Suar Tanjung Baron
Tangga melingkar di dalam Menar Suar
Menara Suar Tanjung Baron
Bagian akhir tangga sebelum mencapai puncak Menara
Walaupun saya sudah bertekad bulat sebelumnya untuk menaiki menara ini, namun keadaan itu tetap membuat bulu kuduk saya merinding…. Saya yang phobia dengan ketinggian tidak berani menengok ke bawah……. Mata tertuju lurus ke atas, bulatkan tekad dan pikiran…. hehehe… Terlebih dahulu saya tidak lupa untuk memeriksa semua perlengkapan dan kesiapan batin untuk memulai mendaki tangga……


Keindahan alam yang mempesona dari Puncak Menara Suar Tanjung Baron

Dan akhirnya sampailah di Puncak Menara….. Berada disini membuat saya sungguh terpesona dengan keindahan alam 360 derjat ciptaan Tuhan. Memandang ke selatan, laut pantai selatan yang perkasa berawal dan berujung di barat dan timur.

Menara Suar Tanjung Baron
Keindahan pemandangan arah selatan Menara Suar Tanjung Baron
Melanjutkan pemandangan ke arah timur, deretan bukit2 di pinggir pantai yang menghadang ombak di lautan, termasuk keindahan kincir2 angin dari Taman Baron Technopark BPPT, kotak2 solar panel yang menkilap2 dibawah cahaya sang mentari yang menuju kembali ke peraduannya, membuat mata saya takjub.

Menara Suar Tanjung Baron
Taman Baron Technopark dengan kincir angin dan solar panelnya
Memandang ke utara, pegunungan Sewu yang indah juga tak kalah mempesonanya mengelilingi Pantai Baron yang indah.

Menara Suar Tanjung Baron
Pantai Baron dengan latar pegunungan Sewu
Dan memandang ke barat, Pantai Kukup dengan batu karang sebagai iconnya kelihatan jelas dari sini, kemudian disusul pantai2 lainnya, Pantai Drini, Pantai Krakal sampai dengan Pantai Indrayanti kelihatan dari kejauhan….. oh…. sungguh indah pemandangan……ditambah dengan hembusan angin kencang di puncak menara ini, membuat kelelahan saya mendaki bukit dan puncak Menara Suar ini terbayarkan……….

Menara Suar Tanjung Baron
Deretan pantai2 indah Gunung Kidul dari Pantai Kukup hingga Pok Tunggal
Cukup lama juga saya melewatkan waktu di Menar Suar ini, berharap bisa mendapatkan moment sunset yang sempurna, tetapi sepertinya sang mentari tidak menampakkan diri dengan jelas, tertutup awan di kejauhan, setelah beberapa lama menunggu ditemani angin yang cukup kencang (yang membuat saya jadi masuk angin….) akhirnya saya turun dan kembali ke Pantai Baron.

Menara Suar Tanjung Baron
Menunggu sunset

Wisata Kuliner di Pantai Baron

Mendaki dan menuruni bukit Tanjung Baron dan Menara Suarnya ternyata melelahkan juga. Sesampainya di Pantai Baron kembali, yang pertama kali saya cari adalah....... makanan ! Perut saya sudah bernyanyi nyanyi dengan merdunya sepanjang menuruni bukit menuju Pantai Baron tadi, tak sabar untuk menunggu diisi..... Dan sampailah saya di sebuah kios yang pada saat itu cukup ramai...... Menu kepiting saus padang yang sudah ada di pikiran saya dari sepanjang perjalanan tadi akhirnya bisa tersedia di depan mata, ditambah sop ikan yang super uenakkk........ Ayo makan........ Walaupun menunggu cukup lama, namun akhirnya saya bisa menyantap makanan favorit saya itu......

Pantai Baron
Waktunya makan..... hore.....
Pantai Baron
Sop ikannya enak banget, sayangnya kepiting saus padangnya lupa difoto :)
Umumnya para pedagang makanan disini menjual aneka seafood, ada ikan, cumi, kepiting, udang dan lobster yang bisa dimasak dengan berbagai resep masakan, namun bila sahabat bukan pencinta seafood, tak perlu takut kelaparan, masakan lain seperti ayam goreng dan aneka soto juga bisa dijadikan pilihan menu…..


Dear sahabat, memang rugi sekali ternyata bila tidak sampai kesini…….. jadi, apakah sahabat sudah punya rencana melewatkan weekend ini? Pantai Baron dengan keindahan alamnya ini patut dimasukkan dalam agenda….


Tips buat sahabat :
  • Sebaiknya datanglah ke Pantai Baron dikala pagi hari atau di sore hari yang cerah, keindahan pemandangan alam dan lautan akan lebih mempesona pada waktu2 itu.
  • Bila sahabat ingin mendaki bukit Tanjung Baron, bawalah perlengkapan yang sesuai untuk mendaki bukit, termasuk pakaian dan sepatu yang cocok, topi dan sunglass, minuman dan uang receh untuk retribusi, dan jangan lupa makan/ngemil terlebih dahulu karena perjalanan mendaki cukup menguras tenaga.

Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....




Tidak ada komentar: