05/10/16

Punthuk Setumbu : Borobudur Nirwana Sunrise


Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu..... Sebuah tempat cantik nan eksotik untuk menyaksikan sunrise - matahari terbit dari sebuah bukit dengan keindahan Candi Brobudur, Gunung Merapi dan Merbabu dibelakangnya.

Tempat ini tidak kalah cantik dari spot2 lain untuk mengabadikan sunrise, sebutlah pegunungan Bromo atau Puncak Sikunir Dieng..... Malahan, disini ada nilai plusnya, karena kita bisa menyaksikan Candi Borobudur di kejauhan. Siapa yang tak kenal Candi Borobudur....... Kalo sahabat mengaku sebagai orang Indonesia, pastilah tau dan bangga dengan situs warisan dunia ini, karena Candi Borobudur merupakan Candi Budha terbesar di dunia dan kemahsyurannya sudah tersohor ke seluruh dunia....

Kembali ke Punthuk Setumbu........ Konon ceritanya, dulunya tempat ini adalah sebuah ladang biasa, tetapi karena seorang photographer pernah mempublikasikan foto Candi Borobudur yang diambil dari tempat ini, dan ternyata fotonya baguuusss sekali dan dinikmati oleh banyak orang, tempat ini mulai terkenal dan mulailah orang2 berdatangan untuk menyaksikan sunrise yang cantik, bukan saja wisatawan dari negeri kita sendiri, tapi wisatawan asing juga ga mau kalah...... !!! Memang cantik sekali sahabat...... pemandangan di pagi hari sunrise yang keemasan berlatar belakang pegunungan dan candi borobudur yang dilapisi kabut, memang merupakan pemandangan alam yang membuat takjub...... Ditambah lagi, syuting AADC2 yang mengambil spotnya di Geraja Ayam, tidak jauh dari Punthuk Setumbu, membuat tempat wisata di Magelang Jawa Tengah ini semakin terkenal.

Hal itu jugalah yang membuat saya penasaran. Tadinya saya tidak tau dengan yang namanya Punthuk Setumbu secara saya bukanlah penduduk Jawa Tengah dan sekitarnya. Saya tau tempat ini dari hasil nonton AADC2 .... hehehe.... Walaupun sudah ibu2..... tapi tetap berjiwa muda, jadi pastinya tidak melewatkan untuk nonton AADC2.... soalnya...... iklannya tiap hari di tipi sich.... jadi kepingin nonton dech.... Dan hasilnya..... ya itu tadi, saya kepingin datang ke Punthuk Setumbu karena di filmnya itu ditampilkan pemandangan yang menakjubkan membikin penasaraaannnn....

Waktu yang paling bagus untuk berkunjung ke Punthuk Setumbu adalah dinihari, sebelum matahari terbit sehingga kita bisa mendapatkan moment2 menakjubkan menjadi saksi terbitnya sang surya yang keemasan diantara gunung Merapi dan Merbabu di kejauhan.... Datanglah sekitar jam 4 pagi untuk mulai mendaki, so mudah2an bisa medapatkan spot yang bagus sebelum orang lain berduyun2 berdatangan.. O, iya, menurut keterangan salah satu penduduk setempat, apabila ingin menyaksikan matahari terbit persis diatas stupa Candi Borobudur, datanglah pada pertengahan bulan Oktober.

Punthuk Setumbu dengan ketinggian sekitar 400 m dpl, berada di daerah pegunungan Menoreh Jawa Tengah, masuk dalam kabupaten Magelang. Letaknya sekitar 4 km sebelah barat Candi Borobudur. Apabila sahabat mengamati google maps, terdapat beberapa jalur alternatif untuk dapat sampai ke tempat wisata cantik ini. Saya sendiri pernah melalui 2 jalan yang berbeda, yang pertama, dari Magelang (karena saya menginapnya di Magelang) menyusur Jalan ke arah Yogyakarta, kemudian belok kanan ke arah Candi Borobudur. Didepan Candi Borobudur, ada pertigaan. Saya pernah mengambil jalan ke arah kanan yang merupakan Jl. Raya Borobudur, mengikuti jalan ini sejauh sekitar 1.5km, kemudian belok ke kiri melewati Plataran Hotel and Resort, dan kemudian belok ke kanan dan mengikuti petunjuk ke arah Puntuk Setumbu. Saya juga pernah mengambil jalan yang berbelok ke kiri di depan Candi Borobudur, melewati Hotel Manohara, teruuusss... kira2 satu km, kemudian belok ke kanan, ada petunjuk jalan arah menuju ke Punthuk Setumbu. Kalau sahabat dari arah Yogyakarta, bisa mengambil rute arah Magelang, kemudian belok ke kiri ke arah Candi Borobudur, selanjutnya bisa memilih jalan mana yang mau ditempuh (belok kanan atau kiri sesuai penjelasan diatas)...

Dalam kesempatan untuk menyaksikan sunrise, saya sampai di Punthuk Setumbu kira-kira jam 4 pagi. Pada saat saya datang sebagian area parkir sudah terisi dengan mobil2 dan motor pengunjung, tadinya saya pikir saya adalah orang pertama yang datang, tapi ternyata sudah rame.... hehehehe..... mungkin karena saya datangnya pada hari Sabtu, dan kebetulan pada waktu itu cuaca pagi hari bagus sekali, dari mulai saya berangkat dan sepanjang perjalanan saya melihat bintang2 berkelap kelip dengan indahnya di langit, berarti tidak ada awam yang menggelantung... berarti juga saya bakal mendapatkan pemandangan yang menakjubkan nantinya.....

Buat sahabat yang membawa mobil atau motor, jangan khawatir, ada tempat parkir koq sebelum lajur pendakian... tetapi kalau datangnya dengan rombongan memakai bis, sepertinya agak susah sampai dengan parkiran teratas, karena jalanannya agak sempit dan sangat mendaki, jadi kalau dengan bis, kayaknya mesti parkir dibawah dech, trus dilanjutkan dengan berjalan kaki kira2 sejauh 250m untuk sampai ke loket tiket dan jalur awal pendakian. Dan.... sepertinya tidak ada angkutan umum yang kesini sahabat..... saya tidak melihat ada angkutan umum sepanjang perjalanan menuju dan dari Punthuk Setumbu. Saya membayar tiket parkir pada saat amu pulang sebesar Rp. 5 ribu.

Saya menyempatkan untuk sholat subuh dulu dan ngeteh dulu ditambah makan biskuit sebelum menyambangi loket tiket. Sembari ngeteh, ngobrol sama Ibuk yang punya warung, beliau bilang bahwa dulunya disekitar rumahnya adalah ladang jahe yang sepi..... tidak disangka2 sekarang menjadi rame......! 

Harga tiket masuk Punthuk Setumbu adalah Rp. 15 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rp. 30 ribu untuk foreigner. Jangan salah sahabat...... tempat wisata ini sudah terkenal sampai ke mancanegara lho... buktinya bersamaan dengan saya, banyak bule2 yang berdatangan entah asalnya dari mana, sebagian dari mereka berbahasa inggris yang masih saya kenal, sebagian lagi entah bahasa apa.....

Dari tempat loket tiket, kita akan memulai jalur pendakian, jalannya cukup bagus koq sahabat.... jalan setapak yang sudah dikasih konblok, ada yang sudah diratakan dengan bebatuan dan ada juga yang sudah dibeton.... kita akan berjalan mendaki menyusuri bukit sejauh kira-kira 300m. Saya membawa senter buat persediaan, takutnya jalanannya gelap dipagi hari tersebut, ternyata saya salah.... di sepanjang jalan sudah dipasang lampu2 penerangan, jadi senter saya hanya duduk manis aja di dalam tas.... Di kanan kiri jalan banyak terdapat bangku2 bambu buat para sahabat yang ingin istirahat kalau sudah mulai capek.... Di awal pendakian juga banyak terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman dan menyediakan toilet. 



Punthuk Setumbu
Pintu masuk jalur pendakian Punthuk Setumbu
Pendakian awal.... tidak terlalu menanjak..... tetapi beberapa saat sebelum mencapai Punthuk Setumbu, pendakian mulai terjal.... so, pelan2 ya sahabat.... ga usah terburu2.... kalo capek. istirahat dulu.......

Punthuk Setumbu
Mulai mendaki
Setelah mendaki sekitar 20 menit...... sampailah kita di tempat cantik ini......... Karena kebetulan cuaca sedang bersahabat, sunrise berwarna keemasan kelihatan bagus sekali dengan latar depan Candi Borobudur, Gunung Merbabu dan Merapi di belakangnya... Wow....... benar2 pemandangan yang.... Ruar Biasa...... !!! 

Punthuk Setumbu
Papan Wisata Alam
Mari kita saksikan detik demi detik munculnya sang surya untuk menerangi bumi..

Punthuk Setumbu
Cahaya kemerahan di ufuk timur
Punthuk Setumbu
Mulai kelihatan terang
Punthuk Setumbu
Awal kemunculan sang surya
Punthuk Setumbu
Sang surya sudah menampakkan diri...... woww.... cantiknyaa...
Punthuk Setumbu
Semakin jelas
Punthuk Setumbu
Sudah terbit dengan sempurna...
Punthuk Setumbu
A beautiful sunrise in Punthuk Setumbu

Dimanakah candi Borobudurnya?? Bila sahabat perhatikan dengan seksama, pada saat sang mentari sedang memunculkan diri, stupa Candi Borobudur kelihatan diatas kabut tipis.... Kalau ga kelihatan, pake kaca pembesar ya sahabat.... hehehe...

Di Puncak ini, terdapat beberapa gazebo, menara pandang dan tempat2 duduk dari bambu yang cukup banyak. Tempatnya cukup luas, dipagari dengan bambu... jadi jangan sampai melewati bambu ya sahabat..... nanti bisa lepas landas.... hehehe. Di kejauhan kita juga bisa melihat kepala Geraja Ayam....



Punthuk Setumbu
Gazebo dan menara pandang
Punthuk Setumbu
Kepala Gereja Ayam kelihatan dari kejauhan
Dan yang luar biasa lagi adalah.... pengunjungnya sahabat.... rame...... jadi kita mesti rebutan tempat dech untuk mendapatkan spot yang bagus.... kayak antrian pembagian sembako aja......... Dan ada pula beberapa pengunjung yang berkemah disini, supaya bisa mendapatkan tempat tercantik lebih dulu dari pengunjung lain....


Punthuk Setumbu
Mesti rebutan tempat dengan para bule....
Punthuk Setumbu
Semua sibuk mengabadikan sunrise yang cantik
Masih rame aja walaupun matahari sudah terbit
Kira2 sejauh 30m bila kita lanjutkan perjalanan, kita akan menemukan rumah pohon dan sebuah warung tempat makan minum dan bersitirahat. Untuk menaiki rumah pohon ini sahabat harus mengeluarkan kocek Rp. 10 ribu.

Punthuk Setumbu
Rumah pohon
Tempat makan dan minum
Pemandangan dari rumah pohon, Candi Borobudur kelihatan cukup jelas
Tak lengkap rasanya apabila datang kesini tidak sekalian berkunjung ke Geraja Ayam. Gereja Ayam ini berlokasi sekitar 300m dari Punthuk Setumbu, so..... mari kita lanjutkan perjalanan.......! Perjalanan dari Punthuk Setumbu ke Geraja Ayam tidak sebagus jalur sebelumnya yang menuju Punthuk Setumbu. Hanya jalan tanah yang sudah dibersihkan dan dirapikan, tapi cukup memadai koq buat jalan kaki. Perjalanan awalnya mendaki sejauh beberapa puluh meter, dan sampai di puncak bukit tertinggi....... kemudian perjalanan akan menurun menuju Geraja Ayam....... 

Gereja Ayam
Perjalanan menuju Gereja ayam
Gereja Ayam
Potret Gereja Ayam dari belakang
Gereja Ayam ini berlokasi di Bukit Rhema, tempat inilah yang menjadi salah satu spot cantik syuting AADC2 yang membuat saya penasaran....

Dari cerita2 yang saya dapatkan, Gereja Ayam ini tadinya mau dibangun berbentuk Merpati, tetapi saya tidak tau kenapa sekarang namanya menjadi Geraja Ayam... Dibangun untuk tempat berdoa dan untuk keperluan kebaikan lainnya, misalnya tempat rehabilitasi dll.... tetapi ternyata pembangunannya tidak selesai alias terbengkalai, makanya penampilannya sepertinya belum begitu sempurnaa...... 

Sebenarnya ada jalan lain yang lebih bagus untuk datang langsung ke Gereja Ayam ini, jika sahabat berkendara dari arah Candi Borobudur, beberapa ratus meter sebelum Punthuk Setumbu, sahabat akan menemukan pertigaan, ke Punthuk Setumbu berbelok ke kiri, dan ke Gereja Ayam/Bukit Rhema berbelok ke kanan. Apabila sahabat lewat jalan ini, tidak perlu jauh2 berjalan kaki seperti yang saya lalui...... So bisa hemat energi...... hehehe.. Dan untuk harga tiket masuk gereja ayam adalah Rp. 10 ribu per orang.

Pemandangan alam dari Gereja Ayam juga tak kalah cantiknya.... Candi Borobudur juga kelihatan jelas dan megah dari Gereja Ayam ini.

Gereja Ayam
Gereja Ayam di Bukit Rhema
Gereja Ayam
Di dalam gereja ayam
Masih didalam Gereja Ayam
Candi Borobudur dilihat dari Gereja Ayam
Setelah puas menelusuri Gereja Ayam, saya kembali ke Punthuk Setumbu, lumayan capek juga...... Disini saya dapati suasana sudah mulai sepi, para pengunjung sudah pada pulang.... sangat berbeda dari suasana tadi pagi. Saya sempatkan mengabadikan beberapa moment cantik disaat hari mulai siang ini.

Punthuk Setumbu
Keindahan alam di siang hari 
Punthuk Setumbu
Kelihatan kan Candi Borobudurnya?
Istirahat dulu sebentar ya........ ngeteh dulu di warung sembari makan pisang goreng....... Setelah capeknya mulai hilang, perjalanan pulang dilanjutkan. Di perjalanan pulang, saya baru melihat ada Kebun Pembibitan tanaman Rempah dan Buah, trus ada rumah pohonnya lagi... Jangan lupa sempatkan untuk mampir di rumah pohon yaaa.... pemandangannya juga bagus dilihat dari rumah pohon. Untuk menaiki rumah pohon ini sahabat mesti bayar Rp. 2 ribu yaa...


Punthuk Setumbu
Kebun Pembibitan Tanaman Rempah dan Buah
Punthuk Setumbu
Ada rumah pohonnya juga
Punthuk Setumbu
Keindahan alam dari rumah pohon


Penasaran????? Ayo datang ke Punthuk Setumbu.


Tips untuk sahabat :
  • Apabila memungkinkan, datanglah ke tempat wisata ini di musim kemarau sehingga kemungkinan untuk dapat menyaksikan sunrise yang bersih tidak tertutup awan bisa lebih besar.
  • Datanglah cukup pagi sehingga bisa mendapatkan tempat terbagus untuk berfoto ria.
  • Pakailah sepatu/sandal yang cocok untuk mendaki, jalanan kadang2 licin apabila habis turun hujan
  • Bawalah kamera yang cukup memadai untuk dapat menangkap gambar Candi Borobudur, karena Candi Borobudurnya cukup jauh. Kalau pakai kamare handphone jadul kayak punya saya, Candi Borobudurnya kelihatan keciiiiilllll sekali di hasil gambarnya..... mesti lihat pake mikroskop kali...... hehehe 


Cheers















Tidak ada komentar:

Posting Komentar