11/10/16

Museum Kereta Api Ambarawa : Belajar Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Indonesia yang berada di kota Ambarawa adalah salah satu museum Kereta Api yang menjadi saksi dan menyimpan sejarah panjang perjalanan Kereta Api di Indonesia. Museum ini adalah yang museum kereta api yang terbesar di Asia Tenggara lhoo... Tak ada salahnya kita berkunjung ke tempat wisata sejarah ini untuk  menambah pengetahuan seputar perkeretaapian di Indonesia.

Museum Kereta Api ini terletak di Jl. Stasiun no. 1, Ambarawa Jawa Tengah. Dulunya museum ini adalah benar2 stasiun kereta api, bernama Stasiun Willem I pada zaman pemerintah kolonial Belanda. Ini didasari atas dasar perintah Raja Willem I untuk membangun stasiun kereta api untuk kegunaan mengangkut bala tentara dari Ambarawa ke Semarang. Pada zaman itu, Ambarawa adalah kota militer, jadi untuk kemudahan transportasi para tentara, dibangunlah stasiun kereta api ini di area yang cukup luas, 127.500 m persegi pada tanggal 21 Mei 1873 serta dibukanya jalur kereta Kedungjati - Ambarawa. Pada tanggal 6 Oktober 1976, Museum Kereta Api Ambarawa kemudian didirikan di Stasiun Ambarawa dengan tujuan untuk melestarikan lokomotif uap, dan ini bertepatan dengan di non aktifkannya jalur Kedungjati - Tuntang disebabkan oleh karena sedikitnya penumpang.

Walaupun saya sudah beberapa kali melewati kota Ambarawa, namun baru kali inilah saya sempat untuk mendatangi Museum Kereta Api ini. Dari Magelang, kota tempat saya menginap, perlu waktu kurang lebih 1 jam perjalanan untuk sampai ke kota Ambarawa yang berada di jalur utama Jogja - Semarang. Sesampainya di kota Ambarawa, di Jl. Sugiyopranoto, saya jalan terus sampai ke pertigaan di dekat Monumen Palagan atau Museum Isdiman, kemudian berbelok ke kanan menyusuri Jl. Pemuda sekitar 500 m, dan sampailah saya di Museum Kereta Api Ambarawa....

Museum Kereta Api Ambarawa
Memasuki komplek Museum di stasiun Ambarawa 
Sepertinya saya datang kepagian.... belum ada mobil di lapangan parkir yang luas itu, hanya beberapa motor saja yang sudah duduk manis di lapangan parkir. Ibu2 di loket tiket juga sedang duduk manis menunggu pengunjung yang akan membeli tiket. Dengan membeli tiket masuk seharga Rp. 10 ribu, saya dipersilakan untuk menyelidiki ada apa di Museum Kereta Api Ambarawa..... O iya, di loket tiket ini juga dipasangi pengumuman bahwa mulai Bulan Mei 2015, perjalanan Kereta Api Wisata Ambarawa - Tuntang berangkat sehari 3 x yaitu pada jam 10.00, 12.00 dan 14.00 pada setiap hari Minggu dan hari libur nasional, dengan harga tiket sebesar Rp. 50 ribu per orang.

Museum Kereta Api Ambarawa
Loket tiket
Begitu memasuki komplek museum, saya disambut oleh pajangan beberapa foto Stasiun Kereta pada zaman dahulu dan Gedung Lawang Sewu di Semarang.

Museum Kereta Api Ambarawa
Foto stasiun kereta pada zaman dahulu
Kemudian saya melewati lorong panjang yang di sisi sebelah kirinya sudah berdiri dengan gagahnya beberapa lokomotif bernomor C 5101. C 2728, C 2821, C 5417 dan masih banyak yang lainnya. Lokomotof2 ini walaupun sudah berumur paaanjaaang, tetapi saya lihat masih dalam keadaas bersih dan terawat. Menurut informasi yang saya dapatkan, Museum Kereta Api ini mempunyai koleksi 21 lokomotif uap yang berjaya di zamannya, terutama yang ikut andil dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan 3 diantaranya masih beroperasi, dipakai sebagai kereta wisata, yaitu lokomotif B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG dan B 2502 serta B 2503 buatan Maschinenfabrik Esslingen.

Museum Kereta Api Ambarawa
Lokomotif C 5101
Museum Kereta Api Ambarawa
Lokomotif C 2821
Museum Kereta Api Ambarawa
Lokomotif C 5417
Di dinding lorong sebelah kanan, terpajang sejarah panjang perkeretaapian dimulai dari tahun 1840 sampai dengan tahun 2014. Dimulai dari gagasan Kereta Api Pertama di Indonesia tahun 1840, kereta lori pertama, NISM : perusahaan kereta api pertama di Indonesia, lokomotif pertama, pengoperasian pertama, jalur kereta api, lebar sepur dan keragaman, kereta listrik, kereta api cepat, nasionalisasi kereta api, peremajaan dan dieselisasi lokomotif, kereta api ber AC pertama, perubahan status perusahaan, jalan layang kereta api, peluncuran Argo Bromo, kedatangan KRL eks jepang, produksi dalam negeri, pembentukan dirjen perkeretaapian, kereta rel diesel Indonesia, inovasi ticketing, kereta api bandara pertama, revitaslisasi museum kereta api Ambarawa, pembangunan jalur ganda, reaktifasi jalur Kedungjati-Tuntang dan Modernisasi lokomotif diesel. Mmmm... sejarah yang cukup panjang ya sahabat.... Berikut ini beberapa fotonya...

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa

Setelah melewati lorong yang panjang, dengan deretan lokomotif di sisi kiri dan sejarah perkeretaapian di sisi kanan, kita akan menemukan sebuah bangunan yang berjudulkan "Tiket dan Administrasi". Didalam bangunan ini banyak terdapat koleksi barang antik sehubungan dengan perkeretaapian, seperti mesin hitung, mesin cetak tiket, telepon antik, peneng asongan, stempel dan mesin ketik.

Museum Kereta Api Ambarawa
Bangunan Tiket dan Administrasi
Museum Kereta Api Ambarawa
Didalam bangunan Tiket dan Administrasi
Museum Kereta Api Ambarawa
Koleksi Mesin Hitung
Museum Kereta Api Ambarawa
Koleksi Mesin Ketik dan Telepon antik
Museum Kereta Api Ambarawa
Koleksi Mesin Cetak TIket
Keluar dari bagunan ini, kita akan menemukan ruangan Musholla. Setelah itu, di pojokan sebelah kiri, dipajang stasiun kereta jaman dahulu : Tekaran dan Kronelan, dan juga ada stasiun Cicayur dan Cikoya. Stasiun2 ini sangat mini sahabat...... sangat jauh dibandingkan stasiun kereta zaman sekarang....

Museum Kereta Api Ambarawa
Stasiun Tekaran dan Kronelan
Museum Kereta Api Ambarawa
Stasiun Cicayur
Menyeberangi halaman dan rel kereta, kita akan memasuki Stasium Ambarawa.... Stasiun ini tampil dengan nuansa tempo doeloe.... Disisi stasiun berdiri beberapa jenis kereta api, salah satu yang menarik perhatian saya adalah Kereta Pustaka Indonesia yang gerbongnya diberi lukisan beberapa stasiun kereta di Indonesia yang cantik.

Museum Kereta Api Ambarawa
Deretan kereta di sisi stasiun Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa
Kereta di stasiun Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa
Kereta Pustaka Indonesia yang gerbongnya ada lukisan stasiun2 kereta
Didalam Stasiun Ambarawa, ada ruangan bernama Ruang Pamer. Didalamnya terdapat meja dan kursi seperti di ruangan keluarga/ruang makan. Mungkin dahulu tempat ini dipakai sebagai lounge, tempat bersantai menunggu kereta api datang. Di stasiun ini juga dipamerkan beberapa mesin cetak tiket dan mesin pres tiket, alat timbang, loket kayu stasiun Demak dan Roda Bergerigi. Roda bergerigi ini merupakan barang langka, hanya ada tiga di dunia yaitu di Swiss, India dan yang kita temui di sepanjang jalur wisata Ambarawa - Bedono.

Museum Kereta Api Ambarawa
Ruang Pamer
Museum Kereta Api Ambarawa
Didalam ruang pamer
Museum Kereta Api Ambarawa
Mesin Cetak TIket

Museum Kereta Api Ambarawa
Loket kayu Stasiun Demak
Museum Kereta Api Ambarawa
Roda Bergerigi
Museum Kereta Api Ambarawa
Stasiun Ambarawa - dibangun pada tahun 1873
Keluar dari stasiun Ambarawa, sebelum pintu keluar, kita masih bisa menemukan deretan kereta yang berjejer manis.... tempat ini sering dijadikan sebagai background selfie yang cantik oleh muda mudi yang berkunjung....dan ada meja Putar yang digunakan untuk mengubah arah lokomotif, meja putar ini adalah peninggalan dari NIS, dipasang di stasiun Ambarawa sejak 1908.

Museum Kereta Api Ambarawa
Kereta berjejer cantik....
Museum Kereta Api Ambarawa
Meja Putar
Sebagai tambahan informasi, selain daripada kereta wisata di hari minggu dan libur, kereta lokomotif uap dan diesel juga bisa disewa untuk sahabat yang ingin datang dengan rombongan dengan harga yang bervariasi tergantung jumlah keretanya : Loko Diesel Rp 5 juta - 10 Juta dan Loko Uap Rp. 10 juta - 15 juta.

Jadi, kalau sahabat sedang berada di Semarang dan sekitarnya, jangan lupa mampir di Museum Kereta Api Ambarawa yaa....... dan menaiki kereta wisatanya..... dijamin assiiikkk....!

Tips buat sahabat :


  • Bila sahabat datang untuk tujuan berwisata dengan kereta wisata, datanglah lebih cepat karena terkadang tiketnya cepat habis
  • Didalam museum saya tidak menemukan kafe atau kios penjual makanan, jadi sahabat harus bawa sendiri makanan apabila ingin bersantap bersama keluarga tercinta di komplek museum ini. Terdapat banyak bangku2 taman yang bisa dipakai untuk beristirahat dan makan minum, tetapi,,,,,, tetap jaga kebersihan ya sahabat....

Cheers


Tidak ada komentar: