18/10/16

Kalau Ke Dieng, Mesti Mampir Ke Kawah Sikidang!

Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng diantara sekian banyak kawah yang terdapat di kawasan wisata ini, sebut saja kawah Sileri, kawah Candradimuka, kawah Sibanteng, Siglagah, Sinila, Sikendang dan kawah Timbang. Diantara semuanya, Kawah Sikidanglah yang paling ramai dikujungi oleh para pelancong, baik dari dalam negeri maupun wisatawan asing. Kawah Sikidang sudah menjadi salah satu tempat wisata di Dieng yang paling terkenal pada saat ini.

Kawasan kawah ini sendiri terletak di arah selatan Candi Arjuna, kira2 sejauh 1 km dari Candi Arjuna, atau sekitar 500 m sebelah barat daya Dieng Plateu Theater/Telaga Warna. Secara administratif, Kawas Sikidang termasuk dalam Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, walaupun ada juga yang menyebutnya masuk dalam Kabupaten Wonosobo.

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kabar dari keluarga di Jakarta bahwa mereka akan datang ke Magelang mengunjungi  saya dan suami yang memang lagi stay di Magelang karena ada keperluan…. Dan seperti biasa…. acara wajib adalah tentunya mengajak keluarga jalan2….. kasian ponakan saya yang ikut, masak baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa… hehehe… Setelah berunding dengan suami, akhirnya kami pun memutuskan akan mengajak keluarga plesiren ke Dieng karena Dieng mempunyai cukup banyak destinasi tempat wisata yang indah yang bisa disambangi bersama keluarga tercinta.

Keluarga saya sampai di Magelang hari Kamis siang, setelah bersantap dan istirahat sejenak, pada sore harinya kami memulai perjalan ke Dieng….. hore… hore…… bisa ke Dieng lagi… ternyata Dieng memang ngangenin sahabat… ini adalah yang keempat kalinya saya unjuk muka di kawasan Dieng… dengan perasaan yang tetap exciting seperti pada waktu pertama kalinya..

Sesampainya di Dataran tinggi Dieng, kami memutuskan untuk menginap di dekat Puncak Sikunir, kami menginap di salah satu homestay yang sudah pernah saya inapi sebelumnya… Tujuannya menginap disini supaya besok paginya kami bisa berpetualang menyaksikan sunrise dari Puncak Sikunir, kemudian bisa mandi2 bersih2 dan melanjutkan petualangan ke tempat2 cantik lainya di Kawasan Dieng.

Pagi itu, setelah puas mendaki dan berpetualang menyaksikan keindahan sunrise dari Puncak Sikunir, dan setelah berbersih2 ria…. Kami melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang. Sebenarnya dari arah Puncak Sikunir menuju jalan raya Dieng, saya lihat ada jalan tembus yang langsung ke Kawah Sikidang. Tapi melihat kondisi jalan yang tidak cukup bagus, kami memutuskan untuk berjalan memutar, ke arah candi Arjuna dan kemudian baru kembali ke arah Kawah Sikidang.

Dan sampailah kami di Kawah Sikidang…. Walaupun hari itu bukan weekend, tapi ternyata sudah ada beberapa kelompok wisatawan yang sudah sampai duluan… bahkan ada beberapa bule yang sudah selesai plesiran dan bersiap2 mau meninggalkan Kawah Sikidang.

Begitu pintu mobil dibuka, langsung tercium bau belerang yang cukup tajam. Berhubung saya sudah bersiap2 dengan masker, bau belerang yang tercium bisa ditangkis. Untuk sahabat yang tidak membawa masker, jangan khawatir, banyak koq yang menjajakan masker disini…. Tetapi anehnya ya… kadang2 belerangnya tidak terlalu bau… jadi kadang2 maskernya saya lepas juga biar bisa bernapas dengan legaa….

Tiket masuk Kawah Sikidang sudah sekalian dengan Candi Arjuna, pada saat saya datangi harga tiket adalah Rp. 15 ribu. Setelah membayar tiket,  saya dan keluargapun memulai  petualangan ke Kawah Sikidang.

Di pintu masuk, kita akan disambut oleh Pelataran dimana terdapat tulisan gede KAWAH SIKIDANG. Ini menjadi spot wajib buat para pengunjung untuk mengabadikan kehadiran mereka di Kawah Sikidang Dieng.

Kawah Sikidang Dieng
Pelataran Kawah Sikidang
Perjalanan masuk ke Kawah dimulai dengan melewati semacam pasar. Disini dijajakan beraneka makanan dan hasil bumi Dieng seperti macam2 kentang, ada yang berwarna kemeraham, keunguan dan kentang warna biasa yang kita jumpai di pasar. Katanya kentang dari kawasan Dieng ini adalah yang terbagus di Indonesia lho sahabat….. di distribusi hampir ke seluruh Indinesia. Kemudian ada yang menjual buah khas Dieng yaitu Carica, ada pula terong belanda dan beberapa jenis sayuran lainnya. Ada juga yang menjual beraneka keripik matang dan mentah yang cocok untuk dijadikan oleh2 . Disini juga terdapat warung2 penjual minuman dan makanan ringan, jadi sahabat bisa bersitirahat disini kalau nanti sudah capek yaa…

Kawah Sikidang Dieng
Aneka kentang dan terong belanda
Kawah Sikidang Dieng
Buah Carica
Kawah Sikidang Dieng
Aneka keripik buat oleh2
Memasuki kawasan Kawah Sikidang, kita akan melewati semacam jalan setapak yang sudah bagus. Di sisi kiri jalan juga terdapat banyak kios2 yang menjajakan aneka oleh2 khas Dieng dan juga menjajakan makanan dan minuman. Di sisi kanan jalan terdapat banyak spot untuk berfoto cantik. Bisa berfoto dengan burung hantu, bisa pura2 diatas jeep, berfoto dengan Pokemon dan beberapa spot cantik lainnya. 

Kawah Sikidang Dieng
Spot untuk berfoto
Kawah Sikidang Dieng
Bisa difoto dengan burung hantu, pokemon, diatas jeep dll
Di kawasan ini kita bisa menyaksikan beberapa bekas kawah yang kini tidak seaktif kawah utama lagi, walaupun masih mengeluarkan asap, tetapi hanya asap tipis. Di kawasan ini banyak pula kita jumpai pohon2 yang sudah gersang dan mati dikarenakan hawa panas dari kawah. Namun justru pepohonan yang sudah tak berdaun ini juga menjadi spot yang indah untuk berfoto ria. Juga terdapat gazebo atau gardu pandang  untuk menyaksikan kegiatan kawah di kejauhan.

Kawah Sikidang Dieng
Bekas2 kawah
Kawah Sikidang Dieng
Pohon yang gersang dan mati
Kawah Sikidang Dieng
Gardu pandang untuk melihat kawah dikejauhan
Kawah utama Sikidang berada sekitar  200 m dari pintu masuk. Kawah Sikidang ini memiliki keistimewaan karena berada di daerah cekungan dan dataran, tidak seperti kawah gunung pada umumnya dimana kita harus mendaki cukup jauh untuk menyaksikannya, bahkan kawahnya kadang2 juga cukup jauh kedalam, di Kawah Sikidang kita hanya perlu sedikit mendaki dan akan sampailah kita di kawasan utama Kawah.

Semakin mendekati kawah utama, bau belerang semakin menusuk hidung, sebaiknya sahabat tetap bersiaga dengan masker yaa…. Dan akhirnya sampailah saya ke kawasan Kawah utama. Disini kita bisa menyaksikan fenomena alam yang fantastis.... aktifitas kawah yang sedang mendidih dengan kepulan asap tebal yang menggumpal… Sungguh menakjubkan karena kita bisa melihat langsung tidak jauh di depan mata... Kawasan kawah utama ini sudah dipagari oleh pengelola untuk menjaga agar pengunjung tidak masuk ke kawasan kawah yang sangat panas….. so, jangan terlalu dekat2 ya sahabat.

Kawah Sikidang Dieng
Mendekati kawah utama
Kawah Sikidang Dieng
Kawah Sikidang
Kawah Sikidang Dieng
Aktifitas kawah
Tak jauh dari kawasan kawah utama juga terdapat gazebo untuk beristirahat dengan menyaksikan aktifitas kawah dan pemandangan alam yang indah di sekitar kawah Sikidang. Ada pula spot berfoto My Trip My Adventure dengan latar pegunungan di belakang kawah… patut dicoba sahabat!

Kawah Sikidang Dieng
Bisa beristirahat disini juga
Kawah Sikidang Dieng
Pemandangan dari kawasan kawah utama
Kawah Sikidang Dieng
Foto2 dulu ahhh.......
Menurut cerita penduduk setempat, kawah utama ini suka berpindah-pindah… setiap beberapa tahun sekali akan berpindah dari area satu ke area lainnya di kawasan Kawah Sikidang, bagaikan kijang yang suka melompat2…. Karena itulah dinamakan dengan Kawah Sikidang, dimana Kidang berarti Kijang dalam bahasa Indonesia. Karena itulah, bila kita menyusuri jalan menuju kawah utama pada saat ini, kita dapat menyaksikan beberapa lobang bekas kawah utama pada dahulunya.

Legenda Kawah Sikidang

Kawah Sikidang Dieng
Legenda Kawah Sikidang
Kawah Sikidang juga terkenal dengan legenda Pangeran Kidang Garungan dan cerita rambut gimbal/gembel. Bagaimanakan ceritanya? Akisah…. Pada zaman dahulu hiduplah seorang putri yang amat cantik bernama Shinta Dewi. Namun walaupun cantik belum ada seorang pemudapun yang mampu untuk meminang Putri Shinta Dewi dikarenakan sang putri meminta mas kawin yang jumlahnya sangat banyak.

Sementara itu, di tempat lain, hiduplah seorang pangeran yang kaya raya bernama Pangeran Kidang Garungan ……  kecantikan Putri Shinta Dewi akhirnya sampai juga ke telinga sang pangeran, dan pangeran pun berniat untuk melamar sang putri. Pangeran Kidang Garungan pun mengirim utusannya untuk melamar Putri Shinta Dewi. Karena pangeran sanggup untuk memenuhi permintaan mas kawin dari Putri Shinta Dewi, maka Putri Shinta Dewi pun menyetujui lamaran tersebut walaupun belum pernah bertemu langsung dengan pangeran.

Karena lamaran sudah diterima, Pangeran pun mempersiapkan kedatangannya mengunjungi Putri Shinta Dewi untuk membahas rencana perkawinannya beserta membawa mas kawin yang diminta. Sang pangeran bersama pasukannya kemudian mendatangi Putri Shinta Dewi, dan alangkah terkejutnya sang putri melihat pangeran yang berbadan manusia tetapi berkepala Kidang (Kijang). Tapi apa daya, Putri Shinta Dewi sudah menerima lamarannya…

Dewi Shinta kemudian mencari akal bagaimana cara menggagalkan perkawinan itu. Sang putripun menyampaikan permintaannya kepada pangeran sebelum dilangsungkannya pernikahan. Putri Shinta Dewi meminta Pangeran untuk membuatkan dia sebuah sumur yang besar dan dalam untuk membantu pengairan penduduknya,  dan minta untuk dikerjakan sendiri oleh pangeran dalam waktu satu hari. Pangeran Kidang Garungan pun menyetujui permintaan itu. 

Tadinya Putri Shinta Dewi berpikiran bahwa pengeran tidak akan sanggup untuk menggali sumur itu, tetapi sang pangeran yang cukup sakti itu sedikit demi sedikit mulai menggali sumur dengan tangan dan sesekali dengan tanduknya. Pangeran bekerja dengan cepat dan tak mengenal lelah. Sumurpun hampir jadi…. Putri Shinta Dewi jadi sangat takut akan perkawinan yang dijalaninya, dia tidak membiarkan pangeran untuk menyelesaikan pembuatan sumur itu. Sang putri akhirnya menyuruh para pengawal dan dayang2nya untuk menimbun sang pangeran yang masih ada didalam sumur. Pangeran pun terkejut dan marah besar karena dia telah tertipu. Sang pengeran berusaha keluar, tetapi Putri Shinta Dewi tetap memerintahkan pengikutnya untuk terus menimbun pangeran didalam sumur itu. Akhirnya sang pageranpun menghembuskan nafas terakhir di dalam sumur  tetapi sebelum itu dia bersumpah untuk mengutuk keturunan Putri Shinta Dewi akan berambut gimbal. Dari tempat terkuburnya nya pangeran Kidang Garungan kemudian muncullah kawah yang sekarang kita kenal dengan Kawah Sikidang. Dan di dataran tinggi Dieng juga akan sering kita temui anak2 yang berambut gimbal/gembel.

Apa yang bisa kita lakukan di kawah Sikidang?

Selain berwisata untuk menyaksikan fenomena alam kawah yang medidih dengan panorama alam yang mempesona, Kawah Sikidang juga menyediakan spot khusus untuk memasak telor lho…. Ini dia spotnya…

Kawah Sikidang Dieng
Mau nyobain masak telor?
Sahabat juga bisa membeli aneka souvenir khas Dieng dan kawah Sikidang, seperti rangkaian bunga Edelweis dan bunga lavender, aneka macam bebatuan kawah dan tentunya juga makanan khas Dieng seperti kentang dan carica. Dan…. tentunya juga berfoto ria di berbagai spot yang sudah disediakan oleh pengelola.

Kawah Sikidang Dieng
Salah satu souvenir khas Kawah Sikidang

Bagaimana sahabat??? Ayo berkunjung ke Kawah Sikidang.

Tips untuk sahabat :

  • Bawalah masker untuk persiapan menghadapi bau belerang yang menusuk
  • Bawalah topi/pelindung muka/payung, bila cuaca cerah, panas matahari cukup menyengat

Cheers



Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....

Baca juga :

Tidak ada komentar: