01/10/16

Jalan-jalan Asik Ke Rawa Pening Yang Legendaris

Rawa Pening Ambarawa

Rawa Pening...... Sebuah danau cantik yang menghampar di tempat terendah antara tiga Gunung, Ungaran, Merbabu dan Telomoyo, merupakan salah satu tempat cantik yang menjadi tujuan utama para pelancong sekitar Semarang, terutama di hari libur.

Pemandangan danau yang indah, dengan di latar belakangi pegunungan dan perbukitan.... sangat menyejukkan mata yang memandang, apalagi ditambah dengan kesempatan untuk memancing dan berperahu ria berkeliling danau ..... mmmm makin asiiikk...

Danau yang terletak di empat kecamatan yaitu Banyubiru, Ambarawa, Bawen dan Tuntang ini mempunyai luas kurang lebih 2.670 hektar, juga cocok untuk dijadikan tempat mengabadikan sunrise dan sunset.... Untuk sahabat yang menyukai sensasi sunrise, silakan berkunjung ke Bukit Cinta Rawa Pening di pagi hari, dan buat sahabat pemburu sunset, juga bisa menyambangi desa Kesongo yang terletak di pinggir danau ini untuk mengabadikan moment indah matahari terbenam..... so, jadi lengkap kan....??

Sebenarnya saya sudah beberapa kali melewati rawa pening ini karena ada keperluan dari Jogja ke Semarang, namun yaaa..... hanya sekedar lewat saja... Baru beberapa hari yang lalulah saya benar2 sempat mendatangi rawa pening yang cantik ini.....

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Bukit Cinta Rawa Pening...... Kenapa namanya Bukit Cinta?? Katanya sih karena tempat wisata ini sering didatangi para pemuda pemudi yang sedang memadu cintaa....... Aduhai....... indahnyaaa....

Untuk menuju ke Bukit Cinta ini saya yang datang dari arah Magelang, didalam kota Ambarawa berbelok ke kanan ke Jalan Pemuda, mengikuti terus jalan ini yang kemudian dilanjutkan dengan jalan Banyu Biru Raya, trus ke jalan Wijayakusuma, terus lagi ke Jalan Durian dan Jalan Muncul Raya. Begitu kita melewati Jalan Muncul Raya, kita sudah berada di tepian Danau Rawa Pening. Setelah perjalanan sejauh kira-kira 5 km dari mulai Jalan Pemuda tadi, kita segera akan menemukan tempat wisata ini. Kawasan Pintu Gerbang yang cukup besar menyambut kedatangan para tamu yang akan melancong ke Bukit Cinta. Tersedia lapangan parkir yang luas untuk para pengunjung. Di pinggir lapangan parkir terdapat kios2 yang menjual aneka makanan dan oleh2 khas setempat. Wow...... ternyata saya datangnya kepagian..... baru ada satu mobil yang parkir.....



Rawa Pening Ambarawa
Bukit Cinta Rawa Pening
Rawa Pening Ambarawa
Pintu Gerbang Masuk Bukit Cinta
Rawa Pening Ambarawa
Kios di pinggir lapangan parkir
Perjalanan dimulai ke Loket Tiket, penjaga loket tiket sudah siap siaga menanti kedatangan saya.....harga tiket masuk adah Rp. 6 ribu per orang ditambah dengan biaya parkir Rp. 2 ribu untuk mobil, kemudian kita akan dipersilakan untuk masuk menikmati indahnya Bukit Cintaa....


Rawa Pening Ambarawa
Loket Tiket
Ada apa di Bukit Cinta? Mari kita selidiki.......Begitu kita masuk, akan langsung disambut oleh sebuah tugu berwarna putih. Tugu ini dilingkar oleh seekor naga. Di landasan tugu, terukir beberapa relief. Setelah memperhatikan dengan seksama, barulah saya sadar bahwa relief ini adalah gambaran Legenda Rawa Pening..


Rawa Pening Ambarawa
Tugu menggambarkan legenda Baru Klinthing
Bagaimanakah Legenda Rawa Pening? Legenda ini berkaitan dengan cerita Baru Klinthing yang legendaris itu. Mari kita lihat satu persatu dari relief yang ada.


Rawa Pening Ambarawa
Legenda Baru Klinthing - part 1
Alkisah..... ada sebuah keluarga bahagia yaitu pasangan Ki Hajar dengan Nyai Selakanta, mereka tinggal di sebuah desa yang bernama Desa Ngasem. Mereka adalah keluarga yang sangat baik, dan suka menolong.... Tetapi sayangnya kebahagiaan keluarga ini kurang lengkap karena mereka tidak memiliki anak. Sang istri sangat mengharapkan hadirnya seorang anak untuk melengkapi keluarga bahagia mereka. Akhirnya setelah berunding dengan sang istri, pergilah Ki Hajar ke lereng gunung Telomoyo untuk bertapa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ..........

Walaupun bersedih, Nyai Selakanta merelakan suaminya untuk pergi bertapa .....Setelah lama ditinggalkan oleh sumi tercinta, Nyai Selakanta merasakan perubahan pada dirinya, perutnya semakin lama semakin membesar dan ternyata dia hamil ...... dan akhirnya diapun melahirkan.... tetapi betapa terkejutnya Nyai Selakanta melihat bahwa yang dilahirkannya adalah seekor naga bukan seorang bayi manusia, namun naga ini mempunyai suatu keajaiban yaitu bisa bicara. Nyai Selakanta memberi nama naga tersebut dengan Baru Klinthing, diambil dari nama tombak pusaka milik suaminya.

Nyai Selakanta tetap memelihara sang naga dengan kasih sayang walaupun dengan sembunyi-sembunyi karena dia tidak ingin orang lain tau bahwa dia melahirkan seekor naga. Dia ingin membesarkan sang naga sampai suatu saat sudah cukup besar dan kuat untuk diminta pergi ke Bukit Tugur untuk bertapa. Suatu saat sang naga yang sudah beranjak remaja menanyakan perihal siapa ayahnya. Dengan sedih Nyai Selakanta menyebutkan bahwa Ki Hajar adalah ayahnya, tetapi ayahnya sedang bertapa di lereng gunung Telomoyo. Nyai Selakanta kemudian menyuruh Baru Klinthing untuk pergi menemui ayahnya, dengan membawa tombak Baru Klinthing sebagai bukti bahwa dia adalah benar anak dari Ki Hajar.


Rawa Pening Ambarawa
Legenda baru Klinthing - part 2
Kemudian Bru Klinting pergi ke lereng gunung Telomoyo mencari ayahnya. Sesampainya disitu, dia bertemu dengan seorang Bapak, kemudian menanyakan perihal Ki Hajar kepada Bapak tersebut. Ternyata beliau adalah Ki Hajar sendiri, lalu Baru Klinting bercerita bahwa dia adalah anak Ki Hajar dengan memperlihatkan tombak pusaka yang disuruh bawa oleh ibunya.

Melihat tombak Baru Klinthing, Ki Hajar mulai percaya, tetapi dia masih merasa ragu. Kemudian Ki Hajar menantang Baru Klinthing, apabila Baru Klinthing bisa mengitari Gunung Telomoyo, barulah dia mengakuinya sebagai anak. Dengan kesaktian yang dimilikinya. Baru Klinting kemudian melakukannya, dan barulah Ki Hajar mengakuinya sebagai anak. Ki Hajar kemudin menyuruh Baru Klinthing utuk bertapa di bukit Tugur dengan harapan bahwa pada suatu saat kelak dia akan menjadi manusia.

Sementara itu, ada sebuah desa yang bernama Desa Pathok, desa ini sangat makmur, sayangnya penduduk desa ini adalah orang2 kaya yang sombong.... pada suatu hari mereka akan mengadakan perayaan sedekah bumi setelah panen, dimana pesta ini akan disediakan berbagai macam hiburan seni dan tari dan makanan yang lezat. Maka pergilah penduduk desa ini ke Bukit Tugur untuk mencari binatang buruan untuk dimasak. Tetapi setelah lelah seharian mencari binatang buruan, tak satupun yg mereka dapatkan... akhirnya mereka menemukan seekor naga dan naga inilah yang kemudian mereka potong dan masak untuk perayaan pesta tersebut.

Rawa Pening Ambarawa
Legenda Baru Klinthing - part 3
Pada saat mereka berpesta, datanglah seorang anak kecil yang tubuhnya luka2 dan berdarah serta berbau amis, anak kecil tersebut rupanya lapar sehingga meminta kepada penduduk desa untuk bisa ikut makan dalam pesta tersebut. Ternyata anak kecil tersebut adalah penjelmaan Baru Klinthing. Jangankan untuk memberi makan, baru Klinthing malah dimaki dan diusir oleh penduduk desa.

Dengan sedih Baru Klinthing pergi meninggalkan desa tersebut, Di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang janda tua bernama Nyi Latung. Nyi Latunglah yang kemudian menyelamatkan dan memberi makan baru Klinthing. Nyi Latung bercerita bahwa dia juga tidak diundang ke persta sedekah bumi karena penduduk desa yang sombong tersebut merasa jijik dengan dia.

Baru Klinthing pun marah mendengar cerita itu, dia berkata bahwa penduduk desa harus diberi pelajaran. Dia menyuruh Nyi Latung untuk menyiapkan sebuah lesung, apabila terdengar suara gemuruh, segeralah Nyi Latung untuk naik ke atas lesung tersebut.


Rawa Pening Ambarawa
Legenda Baru Klinthing - part 4
Baru Klinthingpun pergi ke desa tersebut kembali, Dia membawa sebuah lidi. Dia menancapkan lidi tersebut ke tanah dan menantang semua penduduk desa untuk bisa mencabut lidi tersebut. Mulai dari anak2, para remaja, ibu2 dan akhirnya Bapak2, tidak ada yang berhasil mencabut lidi tersebut. Akhirnya Baru Klinthing juga lah yang berhasil mencabut lidi tersebut. Begitu lidi tercabut, terdegarlah suara gemuruh berkumandang di desa tersebut. Dan dari bekas lidi yang dicabut keluar air yang makin lama makin besar membanjiri dan menenggelamkan desa beserta penduduknya. Itulah asal muasal Rawa Pening...


Rawa Pening Ambarawa
Legenda Baru Klinthing - part 5 (habis)
Baru Klinthing segera pergi menemui Nyi Latung setelah mencabut lidi, Nyi Latung yang sudah bersiap diatas lesung beserta baru Klinthing akhirnya bisa selamat dari persitiwa tenggelamnya desa tersebut. Baru Klinthing kemudian menjadi naga kembali untuk menjaga Rawa Pening.  

Wah...... ternyata kisahnya panjang juga yaaa.......

Mari kita kembali ke Bukit Cinta... Setelah melewati tugu yang dilingkar naga, kita akan menemukan deretan anak tangga untuk mendaki bukit. Tangga ini dihiasi kiri dan kanannya berupa kepala dan ekor naga. Kepala Naga dipakai sebagai Ruang Pamer Ikan. Bukit Cinta tidak terlalu besar, hanya sekitar 2 hektar saja, jadi tidak susah untuk mendakinya. 


Rawa Pening Ambarawa
Tangga menuju Bukit Cinta
Rawa Pening Ambarawa
Ruang Pamer Ikan
Hamparan taman yang elok menyertai saat pendakian ke bukit cinta. Sesampai diatas bukit, di sebalah pojok kanan terdapat tempat sembahyang, dan ditengah bukit terdapat Ruang seperti pendopo yang cukup luas. Berhubung saya datangnya kepagian, belum ada orang di pendopo tersebut. Juga ada beberapa gazebo di atas bukit ini. Terdapat pula banyak bangku2 taman untuk bersantai dan beristirahat menikmati pemandangan rawa yang indah.....
Rawa Pening Ambarawa
Tempat sembahyang
Rawa Pening Ambarawa
Semacam Pendopo
Rawa Pening Ambarawa
Salah satu Gazebo
Juga terdapat area bermain anak2 yang cukup luas..... Berada dibawah pohon2 pinus yang besar dan tinggi dan pohon2 lain yang rindang, membuat area bermain ini akan terasa sejuk buat anak2... 


Rawa Pening Ambarawa
Area bermain anak
Dari bukit menuju ke bawah kita akan menemukan Dermaga Perahu. Perahu2 disini disewakan untuk para pelancong yang ingin berkeliling rawa, tabur bunga, larungan dan video shoot dengan harga yang bervariasi.

Berikut adalah beberapa foto tampilan Bukit Cinta dan Dermaganya.


Rawa Pening Ambarawa
Dermaga Perahu
Rawa Pening Ambarawa
Pemandangan Bukit Cinta dari Dermaga Perahu
Rawa Pening Ambarawa
Tarif Sewa Perahu
Tempat kedua yang saya sambangi setelah puas berkeliling Bukit Cinta adalah Kampoeng Rawa. Kenapa saya memilih Kampoeng Rawa? Karena hari sudah beranjak siang dan perut saya sudah mulai meneriakkan tanda2 kelaparan.... hehehe....

Tidaklah susah untuk mencari Rampung Rawa, saya hanya perlu berjalan kembali ke arah Jalan Pemuda, kemudian tepat di prapatan Jalan Pemuda dan Jalan Jend. M Sarbini saya berbelok ke kanan, berjalan sejauh kurang lebih 2 km, disebelah kanan akan kelihatan pintu masuk Kampoeng Rawa.


Kampoeng Rawa
Kampoeng Rawa dari kejauhan
Dari gerbang pintu masuk, kelihatan hamparan sawah dan deretan beberapa bangunan di belakangnya beserta pemandangan danau sebagai latarnya... Jalanan yang bagus dan besar saya lalui untuk sampai ke komplek Kampoeng Rawa ini.

Setelah mambayar tiket masuk sebesar Rp. 5 ribu untuk mobil, kemudian saya parkir di tempat parkir yang sudah disediakan, cukup luas lho sahabat......

Berhubung saya lapar, tentunya yang saya cari duluan adalah tempat makannya...... hehehe..... Ada dua pilihan tempat makan yang cozy, pertama yaitu Resto Apung dan yang kedua adalah Rumah makan lesehan dan pemancingan. Selain itu, apabila sahabat hanya ingin makan makanan "ringan", sahabat juga bisa mampir di beberapa warung UKM yang terdapat di sekitar area parkir.


Kampoeng Rawa
Gerbang Resto Apung
Kampoeng Rawa
Resto Apung
Resto Apung terletak di area sebelah kanan dari arah pintu masuk, dari resto ini bisa dilihat pemandangan rawa pening yang cantik. Ada yang unik dari resto ini, apabila kita ingin memasuki area resto, kita harus naik perahu yang ditarik dari/ke arah resto....... lumayan.... pengalaman naik perahu gratis..... :) Sesampainya di Resto. Mbak pelayan langsung menyambut dengan semyum ramah dan menawarkan menu makanan....... Saya makan dulu ya sahabat... saya sudah sangat merindukan yang namanya ikan bakar...... hehehe..... Jenis makanan disini adalah masakan khas indonesia, beberapa jenis ikan, ayam. bebek dan masakan khas Kampoeng Rawa yaitu Oseng Genjer.....


Kampoeng Rawa
Naik perahu dulu.....
Kampoeng Rawa
Di dalam Resto Apung
Setelah kenyang dan bersitirahat di Resto Apung, saya mampir ke area Rumah Makan Lesehan dan Pemancingan. Dari hasil obrolan dengan bapak petugas yang menjaga di sekitar Rumah Makan tersebut, ternyata apabila kita memancing di area itu, hasil pancingannya nanti bisa kita pesen untuk dimasakin sesuai selera kita....... wah asik juga nich sahabat..... Dan dari keterangan beliau juga bahwa tempat wisata di rawa pening tersebut sangat ramai didatangi pengunjung pada hari libur,,, bahkan sampai ga kebagian tempat... Untung saya datangnya bukan pada hari libur... jadi bisa dengan leluasa memilih tempat buat makan.......


Kampoeng Rawa
RM lesehan dan pemancingan
Disamping itu, juga terdapat Dermaga Perahu yang menyewakan perahu wisata berpesiar kelilling danau,,,,, Dan ini ni.... yang bikin betah.... juga ada wahana permainan buat anak dan keluarga, seperti mobil wisata, bebek air, kereta mini, sepeda unik, flying fox dll. Juga terdapat fasilitas beberapa bangunan yang bisa disewakan seperti Pendopo Ageng Dewi Tara, Joglo Alit Kumambang dan Hall terapung... Dan tidak lupa..... juga ada mushollanya lho.....


Kampoeng Rawa
Dermaga Perahu Wisata
Kampoeng Rawa
Perahu untuk disewakan
Kampoeng Rawa
Area bermain bebek air dan flying fox
Kampoeng Rawa
Bisa disewa lhooo.....
Kampoeng Rawa
Craftcenter
Nah, bagaimana sahabat, tertarik untuk datang kesini? Sangat cocok lho untuk liburan dengan keluarga.... membawa anak & ponakan bermain di area danau yang cantik sembari makan rame2....... will be unforgettable moment................



Tips untuk sahabat :
  • Bila datang kesini untuk tujuan bermain dengan anak, datanglah sepagi mungkin supaya bisa mendapatkan tempat yang bagus, dan tetap berhati2 menjaga anak2 karena ini adalah kawasan rawa, jangan sampai ada yang jatuh dan tenggelam....

  
Cheers



Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....

Baca Juga :

Tidak ada komentar: