21/10/16

Candi Arjuna, Saksi Sejarah Di Dataran Tinggi Dieng

Candi Arjuna

Saatnya berkunjung ke Candi Arjuna.......! Dataran tinggi Dieng mempunyai beberapa kompleks candi sebagai peninggalan sejarah kebudayaan Hindu yang tersebar di area yang cukup luas, sebut saja kompleks candi Arjuna, kompleks candi Gatotkaca, kompleks candi Dwarawati dan Candi Bima. Dari beberapa candi tersebut, kompleks Candi Arjunalah yang paling luas dan paling sering dikunjungi oleh para pelancong.

Kompleks Candi Arjuna terletak di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara. Bila sahabat berkendara dari arah Wonosobo, setelah memasuki kawasan Dieng Plateau, jalan masuk ke kompleks Candi Arjuna akan segera bisa ditemukan setelah belok kanan melewati pertigaan Telaga Warna.

Saya dan keluarga akhirnya bisa juga berkunjung ke Candi Arjuna setelah terlebih dahulu berpetualang di Kawasan Kawah Sikidang. Berhubung tiket untuk masuk Candi Arjuna dan Kawah Sikidang adalah satu paket (waktu saya berkunjung harga tiket adalah Rp. 15 ribu), sangat sayang sekali kalau tidak menyempatkan diri untuk datang mengunjungi bangunan saksi sejarah di kawasan Dieng ini.

Begitu sampai di area parkiran, dan mempersiapkan diri dengan topi (karena pada waktu itu panas terik sekali) kami segera cap cus ke kawasan kompleks Candi Arjuna. Kami hanya perlu menunjukkan tiket masuk yang sidah kami beli di kawasan Kawah Sikidang sebelumnya, dan pak petugaspun mempersilakan kami untuk masuk.

Kawasan Candi Arjuna ini cukup bagus, sepertinya pemeliharaan candi disini cukup terurus. Dari pintu masuk ke kawasan Candi, kita akan melewati sebuah taman yang indah dan bebrapa reruntuhan candi terlebih dahulu, tempat ini juga sering dijadikan spot untuk bersantai dan berfoto oleh para pengunjung. Terdapat jalan setapak yang  bagus menuju kompleks bangunan candi yang di sisi kanan dan kirinya ditumbuhi pohon cemara yang cantik, membuat sejuk pemandangan.

Begitu memasuki kawasan candi, kita akan menyaksikan hamparan yang cukup luas yang didalamnya berdiri dengan megah beberapa candi. Di pinggir kompek candi ini juga ditumbuhi oleh pohon2 cemara seakan2 sebagai pembatas dari kompleks candi ini. Di kompleks candi Arjuna terdapat 5 candi yaitu Candi Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa dan Sembadra.

Candi Arjuna
Reruntuhan candi
Candi Arjuna merupakan candi utama di kompleks ini, berbentuk persegi empat dan menghadap ke barat. Pada pintu masuk candi dan relung2nya, terdapat hiasan kala (wajah raksasa tanpa rahang bawah) dan makara (teletak di sisi pintu untuk megusir kejahatan), atap candi Arjuna berbentuk jenjang dan ada menara2 kecil diujungnya. Tidak ada Arca yang akan kita temukan di candi ini, arca yang tersisa sekrang sudah dimuseumkan di museum Kailasa yang letaknya tidak begitu jauh dari kompleks Candi Arjuna.

Candi Arjuna
Memasuki Kompleks Candi Arjuna
Candi Arjuna
Narsis dulu di depan candi.... !
Candi Arjuna
Candi Arjuna
Candi Semar adalah candi pendamping/pewara dari Candi Arjuna, letaknya berhadapan dengan candi Arjuna dan tidak sebaris dengan candi2 lainnya. Konon kabarnya candi ini adalah sebagai tempat berkumpul sebelum memasuki candi utama. Candi Arjuna, Srikandi, Puntadewa dan Sembadra merupakan candi utama dan dipergunakan untuk tempat sembahyang. Pada saat saya dan keluarga berkunjung, Candi Puntadewa dan Sembadra sedang diperbaiki.

Dengan ditemukannya sebuah prasasti di dekat Candi Arjuna berangka tahun 809 M, diperkirakan kompleks candi ini didirikan pada abad ke 8 oleh dinasti Sanjaya dari kerajaan Mataram kuno, dan bila dilihat dari bentuk serta ornamen yang terdapat pada masing2 candi, diperkirakan Candi Arjuna adalah yang paling dahulu didirikan karena masih kental pengaruh kebudayaan hindu India, sedangkan Candi Sembadra adalah yang paling terakhir dibangun karena sudah ada pengaruh kebudayaan lokal pada bentuk candi ini.

Adalah seorang tentara belanda yang bernama Theodore van Elf yang menemukan kompleks candi ini pada abad ke 18, pada saat itu kondisi candi sudah terendam air hanya kelihatan beberapa bagian atasnya. Upaya penyelematan dilakukan beberapa puluh tahun kemudian, dan setelah itu mulailah ditemukan beberapa kompleks candi lainnya di kawasan dataran tinggi Dieng.

Kembali ke tamasya........ setelah puas berkeliling candi, kami melanjutkan perjalanan menyusur jalan setapak sampai ke ujungnya. Ditengah perjalanan, ada papan petunjuk ke arah Candi Setyaki. Di ujung jalan setapak yang indah ditemani pepohon cemara yang indah, setelah menaiki beberapa anak tangga, sampailah kami di pintu keluar, ternyata dari pintu keluar ini bisa langsung menyambangi kompleks Candi Gatotkaca dan bisa pula mampir di Museum Kailasa yang berada di seberang jalannya.

Candi Arjuna
Menyusur jalan setapak yang indah dengan pohon cemara disisinya
Candi Arjuna
Candi Gatotkaca
Akhirnya kami berjalan kembali ke arah pintu masuk, sudah cukup haus ditengah udara panas, kami menyempatkan diri untuk mampir dan membeli minuman di kios yang terdapat di area parkiran. Area parkiran Candi Arjuna cukup luas, selain terdapat kios dan warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman serta oleh2 khas Dieng, tentunya juga terdapat toilet dan musholla.

Berikut adalah foto Candi Setyaki yang berada di samping kompleks Candi Arjuna, dan candi Bima yang letaknya agak jauh, tepatnya di sebelah barat Telaga Warna.


Candi Setyaki
Candi Setyaki
Candi Bima
Candi Bima
Sekian dulu cerita perjalanan ke Candi Arjuna..... semoga sahabat juga bisa berkunjung kesini yaa...

Tips untuk sahabat :

  • Bila sahabat berkunjung ke Dieng, usahakan untuk mampir ke Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang dalam satu hari, jadi bisa hemat :) karena tiketnya sudah sekalian....
  • Bila sahabat juga ingin mengunjungi Candi Gatotkaca dan Museum Kailasa yang terletak di daerah ujung pintu keluar Kompleks Candi Arjuna, selain berjalan kaki dari Kompleks Candi Arjuna, sebenarnya sahabat juga bisa datang ke tempat wisata sejarah ini dengan memakai kendaraan bermotor, dengan cara kembali ke jalan raya Dieng, kemudian berbelok ke kiri, sekitar setengah kilometer kemudian berbelok ke kiri lagi setelah melewati Kantor Pos Dieng, ini adalah jalan ke arah Kawah Sikidang, melalui jalan ini sahabat akan melewati Candi Gatotkaca dan Meseum Kailasa.... jadi tidak perlu capek2 berjalan cukup jauh dari Candi Arjuna... dan.... hemat waktu!


Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....

Tidak ada komentar: