28/10/16

10 Tempat Wisata Di Dieng Yang Paling Terkenal Dan Keren Abis



Tempat Wisata Di Dieng

Dieng... siapa yang tak kenal Dieng. Dieng yang merupakan dataran tinggi di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, adalah kawasan vulkanik aktif yang mempunyai banyak kawah2, danau2/telaga vulkanik dan puncak2 gunung dan perbukitan serta peninggalan2 sejarah Hindu di sekitarnya. Ditambah dengan cuaca yang sangat sejuk, dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl, membuat Dieng menjadi salah satu tempat tujuan wisata favorit di Indonesia.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng berlokasi sekitar 30 km arah utara Wonosobo, atau sekitar 10 km arah barat laut Gunung Sindoro. Mulai dari Wonosobo perjalanan akan terus menanjak menuju dataran tinggi ini, jadi mesti ekstra hati2 dalam membawa kendaraan. Perjuangan perjalanan mendaki yang cukup mendebarkan dari Wonosobo akan ditemani oleh indahnya pemandangan alam di lereng pegunungan, desa2 di kaki gunung Sindoro, keindahan gunung Sumbing dan Sindoro serta keindahan kota Wonosobo dikejauhan, adalah anugerah keindahan alam ciptaan Tuhan yang harus kita syukuri.


Banyak tempat wisata di Dieng yang bisa sahabat kunjungi karena terdapatnya keanekaragaman keindahan alam dan pesona sejarahnya, ditambah pula legenda cerita anak-anak berambut gimbal/gembel, sehingga tak heran kenapa Dieng yang sebenarnya adalah desa terpencil tetapi para pelancong bisa datang berbondong-bondong ke kawasan dataran tinggi Dieng ini.


Berikut adaalah 10 tempat wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng yang paling terkenal dan keren versi Unique-Chantika, rugi banget kalau sahabat tidak datang kesini...




1. Pendakian Gunung Prau




Tempat Wisata Di Dieng
Sungguh indah pemnadangan dari Gunung Prau (foto : Instagram @kembarabackpackers)
Gunung Prau (atau Gunung Prahu), adalah adalah gunung dengan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, mempunyai tingkat ketinggian menengah, sekitar 2.565 mdpl, dan merupakan batas antara Kabupaten Wonosobo, Kendal dan Batang. Dikarenakan tidak terlalu tinggi dan jalur pendakian yang tidak sesulit gunung2 tinggi pada umumnya, menjadikan lokasi Gunung Prau tempat favorit para pendaki pemula yang ingin mencoba untuk mendaki gunung.

Di puncak Gunung Prau, kita akan menemukan padang rumput yang luas, yang memanjang dari barat ke timur. Juga terdapat bukit-bukit kecil dan sabana dan pohon2 kecil diatasnya. Salah satu yang terkenal adalah bukit teletubbies yang berbentuk setengah lingkaran. Lereng bukit dan gunung yang dipenuhi oleh ladang dan perkebunan penduduk yang berbaris rapi juga tak kalah indahnya. 

Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan lereng bukit juga tak kalah indahnya (foto : Instagram @budifhn)
Yang paling menjadi primadona di puncak Gunung Prau ini adalah keindahan alam diwaktu sang mentari menampakkan diri (sunrise), cahaya keemasan di langit yang biru dengan lukisan pegunungan yang gagah, Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi, merupakan fenomena alam yang sangat indah untuk diabadikan. Kabut tipis yang menggantung di perbukitan menambah indahnya pemandangan alam di pagi hari di Gunung Prau. Selain untuk menyaksikan sunrise, di puncak Gunung Prau sahabat juga bisa untuk meuyaksikan sunset yang indah.

Terdapat beberapa jalur untuk mendaki Gunung Prau, saat ini sudah terdapat setidaknya 8 jalur pendakian, dan 6 yang dibuka untuk umum. Jalur pendakian via Patak Banteng adalah yang paling favorit karena jarak tempuhnya yang cukup pendek, hanya sekitar 2-3 jam perjalanan. Bila melalui jalur desa Patak Banteng ini, sahabat akan menemukan keindahan alam berupa perkebunan sayur mayur dan tebing-tebing yang indah.



2. Puncak Sikunir Dieng



Tempat Wisata Di Dieng
Keindahan sunrise di Puncak Sikunir
Puncak Sikunir sudah menjadi salah satu tempat yang paling top untuk menyaksikan keindahan matahari terbit di pagi hari (sunrise), tak kalah cantik dibanding dengan Gunung Bromo, bahkan katanya termasuk salah satu dari lima yang paling cantik di Asia Tenggara. Tak heran mengapa banyak sekali yang datang untuk mendaki puncak Sikunir untuk mengabadikan moment indah ini. Jalur pendakian yang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 800 m dari basecamp, membuat tidak hanya para pendaki sejati yang ingin datang ke tempat wisata ini, bahkan anak2, bapak2 dan ibu2 yang bukan pendakipun ikut unjuk gigi mendaki Puncak Sikunir (termasuk saya.... hehehe).

Untuk mencapai kawasan basecamp yang merupakan tempat memulainya pendakian Puncak Sikunir, sahabat harus melewati jalanan yang cukup sempit, bahkan kadang berlobang-lobang. Dari Jalan Raya Dieng, sahabat harus berbelok ke kiri ke arah jalan Telaga Warna dan terus menyusuri jalan ini ke arah Dieng Plateu Theater, Kawah Sikidang dan kemudian menyusuri hutan dan perkebunan masyarakat, kemudian memasuki desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, di desa inilah terletak kawasan Puncak Sikunir, sahabat hanya perlu menyusurui jalan sampai habis.... dan berhenti di basecamp disamping telaga Cebong. Jauhnya perjalanan kira2 8 km dari Jalan Raya Dieng arah ke selatan.



Tempat Wisata Di Dieng
A beautiful golden sunrise
Di sisi basecamp, terdapat telaga Cebong. Banyak pengunjung yang berkemah di sisi Telaga Cebong ini, bahkan disaat weekend dengan cuaca cerah, hampir seluruh sisi Telaga Cebong dipenuhi oleh tenda2 para pendaki Puncak Sikunir. Buat sahabat yang tidak ingin bermalam di tenda, di desa yang kita lewati sebelum mencapai basecamp puncak Sikunir juga terdapat banyak homestay yang bisa disewa.

Keindahan alam sunrise di Puncak Sikunir sangat istimewa dan fantastis. Golden sunrise dengan latar belakang pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi, sungguh merupakan keindahan alam yang menakjubkan. Di kawasan Puncak Sikunir terdapat beberapa puncak bukit yang bisa dijadikan tempat mengabadikan moment indah sunrise ini, selain itu, dari puncak Sikunir ini kita juga bisa menyaksikan keindahan telaga Cebong dari puncak bukit.


Ini dia kisah seru saya mendaki Puncak Sikunir.

3. Kawah Sikidang



Tempat Wisata Di Dieng
Kawah Sikidang dengan kepulan asapnya
Kawah Sikidang berlokasi sekitar 1 km arah selatan Candi Arjuna atau kira2 500 m sebelah barat daya Dieng Plateau Theater atau Telaga Warna. Disebut dengan Kawah Sikidang karena kawah utamanya suka berpindah-pindah atau melompat2 bagaikan seekor kijang (Kidang berarti kijang). Kawah Sikidang ini juga terkenal dengan legenda Pangeran Kidang Garungan yang sudah tertipu oleh Putri Shinta Dewi dan terkubur didalam sebuah sumur, dari tempat terkuburnya itulah muncul Kawah Sikidang dan dari hasil kutukannya sebelum tewas menyebabkan keturunan Putri Shinta Dewi mempunyai rambut gimbal/gembel.

Di kawasan kawah Sikidang banyak terdapat spot2 menarik untuk sahabat abadikan, pelataran yang bertuliskan Kawah Sikidang, beberapa spot didalam kawasan bekas kawah, berfoto dengan burung hantu, berfoto dengan mobil jeep, bahkan berfoto degan pokemon juga bisa. Terdapat dua gardu pandang yang bisa sahabat pakai untuk bersistirahat dan mnayaksikan fenomena alam kawah Sikidang dikejauhan. Keindahan alam Kawah Sikidang juga ditunjang oleh khasnya pepohonan yang gersang dan mati akibat dari hawa vulkanik di kawasan ini.



Tempat Wisata Di Dieng
Banyak pohon yang gersang dan mati karena hawa panas dari kawah
Di lokasi kawah utama yang letaknya tidak begitu jauh dari pintu masuk (sekitar 200 m), kita bisa menyaksikan aktifitas vulkanik kawah Sikidang ini. Kawah yang mendidih dengan asap putih yang mengepul dan berbau belerang yang tajam, adalah fenomena alam yang jarang bisa kita temukan di daerah cekungan yang cukup datar sebagaimana di Kawah Sikidang, karena biasanya kita harus mendaki gunung yang tinggi untuk bisa menyaksikan fenomena alam ini.

Di sepanjang jalan menuju kawah utama banyak terdapat kios dan warung yang menjajakan aneka makanan, sayur2an dan oleh2 khas Dieng, seperti kentang, buah carica, terong belanda, aneka macam keripik dan rangkaian bunga edelweis yang cantik. Satu lagi hal menarik yang bisa sahabat lakukan di tempat ini adalah merebus telor, terdapat tempat khusus yang disediakan untuk wisata merebus telor ini.


Pingin tau pengalaman saya mengunjungi Kawah Sikidang? Silakan baca disini.

4. Kompleks Candi Arjuna 


Tempat Wisata Di Dieng
Candi Arjuna
Kompleks Candi Arjuna adalah salah satu dari kompleks candi yang ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kompleks Candi Arjuna ini berlokasi di desa Dieng Kulon, Batur, kabupaten Banjarnegara. Dari arah Wonosobo, bila sahabat menyusuri Jalan Raya Dieng, setelah memasuki kawasan Dieng Plateau, sahabat belok kanan melewati pertigaan Telaga Warna, nah.... pintu masuk ke Candi Arjuna berada tidak jauh dari situ.

Didalam kompleks Candi Arjuna, terdapat 5 Candi yaitu Candi Arjuna dengan pewara/pendampingnya yaitu Candi Semar, kemudian Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Sembadra. Yang menjadi candi utama di kompleks ini adalah Candi Arjuna. Candi ini menghadap ke barat dan berbentuk persegi empat, di pintu masuk dan relung-relungnya terdapat hiasan kala dan makara, atapnya seperti jenjang yang bertingkat2 dengan menara2 kecil diujungnya.  



Tempat Wisata Di Dieng
Candi Arjuna, Candi Semar dan Candi Srikandi
Candi Semar sebagai candi pendamping dari Candi Arjuna, letaknya berhadapan dengan Candi Arjuna, tidak sejajar dengan empat candi lainnya. Candi ini dipergunakan sebagai tempat berkumpul sebelum memasuki Candi Arjuna. Candi2 yang sejajar yaitu Candi Arjuna, Srikandi, Puntadewa dan Sembadra adalah candi dipergunakan untuk tempat sembahyang. Di kompleks candi ini sahabat tidak akan menemukan yang namanya arca, sebagian arca sudah hilang, sedangkan yang masih tersisa sekarang disimpan di Museum Kailasa yang terletak tidak begitu jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Kompleks candi Arjuna ini diperkirakan didirikan pada abad ke 8 oleh dinasti Sanjaya dari kerajaan Mataram kuno karena ditemukannya sebuah prasasti berangka tahun 809 M di dekat Candi Arjuna. Kompleks2 candi di Dieng pertama kali ditemukan oleh seorang tentara Belanda pada abad ke 18, tetapi pada waktu itu kondisi candi dalam keadaan terendam air, hanya bisa dilihat beberapa bagian atas candi. Sekitar 40 tahun kemudian dilakukanlah upaya penyelamatan atas candi tersebut, dan setelah itu mulai ditemukan juga beberapa kompleks candi lainnya di kawasan Dieng ini. 


Silakan baca disini untuk lebih detailnya.


5. Telaga Warna


Tempat Wisata Di Dieng
Keindahan Telaga Warna
Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, yaitu di Desa Dieng Wetan, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Telaga Warna dengan keindahannya, udaranya yang sejuk dan segar di ketinggian 2000 mdpl serta perbukitan yang indah yang mengelilinginya, menjadikan telaga ini sebagai salah satu tempat wisata terfavorit di Dataran Tinggi Dieng karena pemandangan alamnya yang luar biasa.

Dinamakan dengan Telaga Warna karena telaga ini memang suka berubah warna, kadang-kadang berwarna hijau, kadang putih kekuningan, kadang biru ataupun warna pelangi. Penyebabnya adalah karena telaga ini mengandung kadar belerang/sulfur yang cukup tinggi, sehingga warnanya bisa berubah bila terkena sinar matahari. Selain itu, ada pula cerita turun temurun yang menyebutkan bahwa Telaga Warna ini bisa berganti-ganti warna karena pada zaman dahulu terdapat sebuah cincin seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga, inilah yang membuat air telaga bisa menjadi berwarna warni.


Tempat Wisata Di Dieng
Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Disekitar Telaga Warna ini sahabat juga bisa berkunjung ke beberapa tempat lainnya yang juga tak kalah indahnya, diantaranya adalah Telaga Pengilon yang terletak berdampingan dengan Telaga Warna, namun walaupun berdampingan, air Telaga Pengilon tidak berwarna warni seperti di Telaga Warna, melainkan cenderung jernih. Menurut penelitian, kadar belerang di Telaga ini tidak setinggi Telaga Warna, sehingga airnya cukup bersih sehingga bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk irigasi. Selain itu sahabat juga bisa mengunjungi beberapa goa yaitu Goa Semar, Goa Sumur dan Goa Jaran, dan juga bisa mengunjungi Batu Tulis Eyang Purbo Waseso.

Sahabat juga bisa memilih untuk melihat keindahan Telaga Warna dari atas bukit, beberapa tempat yang menjadi buruan para pelancong adalah kawasan Petak Sembilan, Bukit Batu Pandang Ratapan Angin dan dari kawasan Jembatan Merah Putih.

Berkunjung ke Telaga Warna memang seru! Silakan baca disini.


6. Dieng Plateau Theater 



Tempat Wisata Di Dieng
Keramaian di sekitar Dieng Plateau Theater
Dieng Plateau Theater adalah tempat wisata di Dieng berupa gedung bioskop yang menayangkan aneka ragam informasi mengenai Dieng, meliputi sejarah Dieng, kondisi geografis, masyarakat dan budayanya, fenomena alam serta mata pencaharian masyarakat Dieng. Informasi ini disampaikan dalam sebuah film dokumenter pendek berdurasi sekitar 20 menit, menggunakan bahasa Indonesia, dan ada terjemahannya dalam bahasa Inggris. Teater ini beroperasi dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore, dan bisa menampung sekitar 100 orang penonton.

Dieng Plateau Theater ini berada di lereng bukit Sikendil, pada ketinggian 2.100 mdpl, kira-kira  1,5 km dari pertigaan masuk Telaga Warna, berada di sisi bukit Telaga Warna dan Bukit Batu Pandang Ratapan Angin, jadi apabila sahabat berkunjung ke Telaga Warna, sahabat juga bisa mendatangi Dieng Plateau Theater ini melalui jalan setapak mendaki bukit. 

Tempat Wisata Di Dieng
Bentuk bangunan yang unik
Di kawasan Dieng Plateau Theater ini sahabat tidak hanya bisa menyaksikan film dokumenter mengenai dataran tinggi Dieng, tetapi juga bisa untuk beristirahat menikmati indahnya pemandangan dataran tinggi Dieng berupa landscape perbukitan dan pegunungan yang indah di tempat2 duduk dan taman yang sudah disediakan oleh pengelola. Disamping itu sabahat yang ingin menguji adrenalin juga bisa untuk menaiki flying fox dari Dieng Plateau Theater ini ke bukit yang berada di sebelahnya melewati ladang dan perkebunan milik masayarakat setempat.

Gedung Dieng Plateau Theater mempunyai bentuk yang unik, bergaya klasik, berundak2 dan meruncing di bagian atasnya, dikelilingi taman2 cantik disekitarnya manjadi tempat yang cocok untuk berfoto ria. Objek wisata Gedung Dieng Plateau Theater ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Paling tepat apabila sahabat mengunjungi tempat ini sebelum memulai petualangan di Kawasan Dataran Tinggi Dieng lainnya karena sudah berbekal pengetahuan mengenai Dieng sebelumnya.

7. Batu Pandang Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih


Tempat Wisata Di Dieng
Batu Pandang Ratapan Angin
Bukit Batu Pandang Ratapan Angin merupakan sebuah bukit untuk memandang keindahan dua telaga yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit. Bukit ini terletak di sisi bagian atas Dieng Plateau Theater. Keindahan Telaga Warna dan Pengilon yang berbeda warna, dan dikelilingi oleh perbukitan, dapat dinikmati secara detail dari atas dua buah batu yang terletak di bukit Batu Pandang ini. Selain keindahan dua telaga tersebut, sahabat juga bisa menikmati keindahan alam bukit-bukit bebatuan di sekitarnya, Kawah Sikidang di kejauhan dan tempat eksplorasi Gas Pertamina.

Terdapat sebuah gazebo/gardu pandang disamping Batu Pandang Ratapan angin ini, untuk sampai ke batu pandang, sahabat mesti melalui gardu ini dan mesti bersabar menunggu kesempatan untuk bisa menaikinya karena tempatnya tidak terlalu luas. Dari tempat ini hembusan angin sering terasa kencang dengan suara mendesis seperti orang meratap, mungkin itulah kenapa dinamakan dengan Batu Ratapan Angin. Selain itu, ada pula legenda yang menceritakan asal muasal terbentuknya dua buah batu ini, yaitu sebuah cerita mengenai kutukan seorang pangeran kepada istrinya yang berselingkuh, yang kemudian menjadi batu dengan selingkuhannya itu, dan bunyi angin seperti ratapan itu adalah ratapan penyesalan dari kedua orang yang berselingkuh itu. 



Tempat Wisata Di Dieng
Jembatan Merah Putih
Bila sahabat berkunjung ke Dieng Plateau Theater, rugi sekali bila sahabat tidak datang menyambangi tempat cantik ini. Dari Dieng Plateau Theater, sahabat perlu berjalan mendaki bukit disisinya, tidak begitu jauh tetapi cukup susah juga karena jalanan yang berbatu dan mendaki. Pos penjagaan Batu Pandang berada sekitar 50 m dari Dieng Plateau Theater, dari pos ini sahabat perlu mendaki kembali sejauh beberapa puluh meter, barulah akan sampai di gardu pandang tempat Batu Ratapan Angin berada. 

Bila sudah puas memandangi keindahan alam dari Batu Pandang Ratapan Angin, sahabat bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Jembatan Merah Putih. Kawasan ini adalah objek wisata buatan berupa sebuah jembatan yang menghubungkan dua batu besar di kawasan perbukitan ini. Dari Jembatan Merah Putih ini sahabat juga bisa menikmati indahnya pemandangan alam kawasan Dataran Tinggi Dieng.


Ini dia kisah saya berkunjung ke Ding Plateau, Batu Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih.


8. Telaga Menjer 



Tempat Wisata Di Dieng
Telaga Menjer yang sejuk (foto : Instagram @dewa_muji)
Telaga Menjer terletak di jalur menuju Dataran Tinggi Dieng dari kota Wonosobo. Tepatnya berada di Desa Maron, Kecamatan Garung, Wonosobo. Telaga ini merupakan yang terluas di kawasan Dieng, yaitu sekitar 70 hektar. Telaga Menjer sudah dimanfaatkan sebagai sumber PLTA mulai dari tahun 1982, selain untuk pembangkit listrik, juga dipergunakan oleh penduduk setempat sebagai sumber pengairan. Letaknya tidak begitu jauh dari Wonosobo, hanya sekitar 12 km arah utara Wonosobo, dari Jalan Raya Dieng, berbelok ke kiri di daerah Pasar Garung.

Menurut sejarahnya, Telaga Menjer ini terbentuk dari letusan kaki Gunung Pakuwaja yang dulunya merupakan gunung aktif. Sebelum terjadi letusan tersebut, telaga menjer hanyalah sebuah mata air yang kecil.

Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan Telaga Menjer dari atas bukit (foto : Instagram @alfhagemilang)
Keindahan telaga yang berada di ketinggian 1300 mdpl ini sebenarnya sudah dikenal sejak awal abad 20 karena pernah didokumentasikan oleh seorang berkebangsaan Belanda, namun walaupun begitu, sepertinya informasi pariwisata mengenai Telaga Menjer ini belum banyak diketahui orang, sehingga belum banyak pelancong yang menyambanginya. Umumnya para pelancong akan melewatkan tempat wisata di Dieng yang satu ini dan langsung menuju ke Dataran Tinggi Dieng.

Keindahan alam di sekitar Telaga Menjer ini memang sungguh menyejukkan mata, air telaga yang indah bagaikan cermin memantulkan lukisan pohon2 pinus, bukit2, ladang dan perkebunan yang mengelilinginya, ditambah lagi keindahan gunung Prau dan Gunung Sindoro di kejauhan, menambah indah dan sejuknya nya pemandangan. Perkebunan teh yang berada di perbukitan sebelah utara telaga, juga menjadi daya tarik tersendiri, sahabat bisa berjalan2 menikmati sejuknya udara dan keindahan kebun teh di kawasan ini. Selain untuk mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan, sahabat juga bisa memilih untuk berkeliling telaga dengan menyewa perahu2 yang sudah disiapkan oleh penduduk setempat, atau, sahabat juga bisa berekreasi sembari memancing, alat pancing bisa disewa dari penduduk setempat, atau sahabat juga bisa membawanya sendiri dari rumah. 

9. Telaga Cebong Dieng


Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan Telaga Cebong dari atas bukit
Telaga Cebong adalah sebuah telaga yang terletak di sisi Bukit Sikunir, disamping basecamp Puncak Sikunir yang dipergunakan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan tempat warung dan kios yang menjajakan aneka makanan dan minuman, perlengkapan gempur dingin dan oleh2 khas Dieng. Telaga Cebong ini berlokasi di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl..

Asal muasal terbentuknya telaga Cebong ini adalah dari kawah vulkanik Gunung Prau purba ribuan tahun yang lalu. Luas telaga ini sekarang kurang lebih 12 hektar, dengan bentuknya yang unik seperti berudu/anak katak/cebong, mungkin karena itulah dinamakan dengan Telaga Cebong. Pada saat ini, Telaga Cebong dijadikan sebagai sumber pengairan oleh penduduk setempat.

Tempat Wisata Di Dieng
Tempat favorit untuk berkemah
Tempat wisata di Dieng ini sangat ramai dikunjungi pada hari-hari libur. Umumnya para pelancong memanfaatkan sisi telaga sebagai tempat kemping di malam hari, sembari menghangatkan diri di sekitar api unggun untuk menunggu waktu terbitnya sang mentari yang keemasan di Puncak Sikunir. Bila musim libur datang, seluruh sisi Telaga Cebong penuh terisi dengan kemah2 para pendaki Puncak Sikunir. Namun, tidak hanya itu, buat para sahabat yang berhalangan untuk mendaki Puncak Sikunir yang trekingnya juga tidak mudah dengan jauhnya sekitar 800 m dan sebagian jalur pendakian cukup menanjak, sahabat juga bisa stay di area basecamp untuk menikmati keindahan alam di sekitar Telaga Cebong. 

Bukit-bukit yang bersusun mengelilingi Telaga Cebong, dengan ladang2 pertanian milik penduduk setempat sungguh merupakan pemandangan yang luar biasa, dan dengan sejuknya udara pegunungan, merupakan daya tarik Telaga Cebong yang membuat para pengunjungnya bersemangat untuk berjalan berkeliling telaga cantik ini, atau berkeliling telaga dengan perahu motor, atau menikmati wahana flying fox, ataupun untuk memancing ria. 

Fasilitas di sekitar Telaga Cebong dan basecamp puncak Sikunir ini terbilang cukup lengkap, tempat parkiran yang luas, banyak kios dan warung yang buka semalam suntuk, jadi sahabat tidak perlu khawatir kalo malam2 merasa kelaparan, banyak toilet, ada musholla, dan buat sahabat yang ingin berkemah juga tidak harus membawa kemah sendiri, disini banyak disewakan kemah2 oleh penduduk setempat. Untuk berkeliling Telaga, sahabat juga bisa menyewa perahu motor dari para penduduk setempat.

10. Candi Bima



Candi Bima
Candi Bima adalah salah satu candi dari beberapa kompleks candi yang ada di Dataran TInggi Dieng. Candi ini merupakan yang terbesar dan tertinggi dibandingkan degan candi-candi lainnya, seperti Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Setyaki dll. Agak berbeda dengan kompleks candi lain, candi Bima ini adalah candi kesepian karena tidak ada candi pendamping/pewara didekatnya, dan letaknyapun agak terpisah dari beberapa kompleks candi lain, yaitu berada di daerah paling selatan dan agak terpencil berdiri megah di atas sebuah bukit.

Yang menarik dari Candi Bima adalah bentuknya yang unik agak berbeda dibanding candi2 lain, sekilas tampak seperti candi2 di daerah India. Candi ini memiliki tiga tingkatan mendatar dan menghadap ke arah timur. Bagian atap candi berbentuk seperti mangkuk terbalik, dan pada bagian atap ini terdapat relung-relung dengan relief kepala yang dinamakan degan kudu, namun pada saat ini hanya sebagian kudu yang masih berada di tempatnya, sebagian lagi sudah hilang.

Tempat Wisata Di Dieng
Candi Bima
Tidak diketahui dengan pasti kapan Candi Bima ini didirikan, tidak ditemukan satupun prasasti yang berkaitan degan pendiriannya. Namun diperkirakan bahwa Candi Bima ini dibangun pada zaman yang sama dengan kompleks candi lainnya di dataran tinggi Dieng, yaitu sekitar abad ke 7 sampai ke 8 Masehi. Pada tahun 2012 Candi Bima ini dipugar oleh Balai Pelesetarian Peninggalan Purbakala Jateng disebabkan karena sudah banyaknya batu yang lapuk dan bergeser karena dimakan usia, karena getaran dan adanya lobang yang bisa membuat candi jadi amblas.

Tidaklah susah untuk menemukan Candi Bima ini. Candi ini terletak di pinggir jalan yang menuju Kawah Sikidang dari arah Telaga Warna. atau dari arah Candi Arjuna. Candi Bima ini terletak di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara. Terdapat area parkiran yang cukup luas untuk kendaraan bermotor di dekat Candi Bima ini. Untuk sampai di candi, sahabat perlu mendaki sekitar 30 anak tangga.


Itulah 10 tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng yang paling terkenal dan keren versi Unique-Chantika. Bila sahabat berkunjung ke Dieng, jangan sampai dilewatkan ya....


Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....


25/10/16

Dieng Plateau Theater, Batu Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih





Ayo kita nonton di Dieng Plateau Theater!

Tak lengkap rasanya bila ke Dieng tidak mengunjungi Dieng Plateau Theater. Kenapa? Karena disinilah kita bisa mendapatkan aneka informasi mengenai sejarah Dieng, penduduk Dieng dengan budaya dan mata pencahariannya, kondisi geografis Dieng serta fenomela alamnya. Jadi ada baiknya, bila sahabat berkunjung ke Kawasan Dataran Tinggi Dieng, mampirlah ke tempat wisata ini terlebih dahulu sebelum memulai petualangan ke tempat2 wisata lainnya di Dieng karena dengan berbekal pengetahuan, petualangan akan lebih seru!!
Dieng Plateau Theater
Dieng Plateau Thater
Sayangnya bukan itulah yang terjadi dengan saya. Saya berkesempatan mampir ke Dieng Plateau Theater setelah terlebih dahulu melancong ke Telaga Warna, ke kompleks Candi Arjuna dan ke Kawah Sikidang. Maklum, baru pertama kali datang ke Dieng dan tanpa mencari tau terlebih dahulu.... ya jadinya begitu dech..... Tapi ga pa2 dech, yang penting saya sempat mampir ke tempat ini..... (menghibur diri....)

Dieng Plateau Theater adalam semacam bangunan bioskop, bentuk bangunannya unik, dibangun di lereng bukit, betuk atapnya berundak-undak dengan ujung yang runcing, dihiasi dengan taman yang indah disekelilingnya..... Walaupun namanya bioskop, jangan berharap bisa nonton film bak di XXI ya sahabat..... di dalam teater ini yang diputar adalah film pendek dokumenter seputar Dieng, berdurasi kurang lebih 20 menit. Kapasitas teater ini cukup banyak juga, bisa menampung sekitar 100 orang penonton. Teater ini diresmikan sendiri lho oleh presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006....
Dieng Plateau Theater
Atap yang berundak2 dan berujung runcing
Selain untuk menonton, tempat ini juga bisa untuk beristirahat dan bersantai karena sudah disediakan tempat2 duduk dan taman2 indah di sekitarnya, dengan udara yang sejuk dan segar di ketinggian 2000 mdpl, pemandangan alam dari kawasan Dieng Plateau Theater ini sungguh indah, dari kejauhan sahabat akan bisa melihat kawasan Kawah Sikidang, perbukitan dengan batu-batuan khas yang indah, perkebunan dan ladang milik penduduk setempat.... sungguh pemandangan yang menyejukkan mata dan hati.....


Dieng Plateau Theater
Taman di sekitar Ding Plateau Theater
Dieng Plateau Theater
Bisa melihat Kawah Sikidang di kejauhan
Untuk bisa sampai di kawasan Dieng Plateau Theater, setelah memasuki kawasan Dataran tinggi Dieng, di petigaan telaga Warna sahabat perlu berbelok ke kiri, ikuti saja terus jalan ini sampai sejauh kira-kira 1.5 km melewati area parkiran telaga Warna, kemudian sahabat akan menemukan pertigaan dengan papan petunjuk menuju Dieng Plateau Theater, dari sini berbelok ke kiri dengan jalanan yang cukup mendaki.... dan sampailah sahabat di kawasan teater ini. Buat sahabat yang datang berobongan, jangan khawatir, parkirannya cukup luas koq, bisa untuk rombongan yang datang dengan memakai bis.

Pada saat saya sampai di kawasan Dieng Plateau Theater ini, ternyata film sedang diputar, jadi saya mesti menunggu untuk antrian pemutaran film selanjutnya. Sembari menunggu, suami saya yang mendampingi saya berpetualang pada waktu itu, memutuskan untuk menguji adrenalin di wahana flying fox yang terdapat di sisi sebelah bawah teater...... Saya sih ga mau ikutan naik, udah pernah beberapa kali naik flying fox di beberapa tempat lain, jadi saya udah ga kepingin...... tapi suamiku tercinta seumur-umur belum pernah naik flying fox.... hehehe..... jadi kepingin banget..... Alhasil, saya jadi nongkrong dech disitu menunggu suami yang sedang berpetualang ke bukit sebelah.... harga paket flying fox ini adalah Rp. 35 ribu, dengan lintasan yang cukup panjang melewati ladang milik penduduk sampai ke bukit sebelah, dari situ ojek sudah siap menunggu dan mengantarkan kembali para pengunjung ke Dieng Plateau Theater.



Dieng Plateau Theater
Naik flying fox
Tak lama kemudian, pemutaran film akan segera dimulai. Suamiku yang barusan datang naik ojek mesti buru2 naik ke teater. Tiket yang kami bayar Rp. 10 ribu pada waktu memasuki kawasan Dataran Tinggi Dieng, sudah termasuk paket untuk menonton di Dieng Plateau Theater, jadi ga perlu bayar lagi ya sahabat...... Ternyata yang nonton banyak juga.... dan ternyata banyak juga pengetahuan kita bertambah dari menonton di Deing Plateau Theater ini. Saya baru tau bahwa kawah2 yang banyak terdapat di sekitar Dieng ini tidak semuanya aman untuk dikunjungi, sebagian adalah kawah beracun, bahkan pernah menyebabkan kematian massal pada tahun 1970an karena terjadi gempa dan kawah mengeluarkan racun. Saya juga baru tau bahwa ada fenomena alam yang dinamakan bun upas, yaitu pada saat cuaca malam dan dini hari begitu dinginnya hingga mencapai 0 derjat celcius, menyebabkan embun yang menempel di tanaman menjadi es, dan sekaligus menyebabkan semua tanaman menjadi mati...... fenomena alam ini sering terjadi di saat musim kemarau. Saya juga menjadi tau sejarah dan budaya penduduk sehubungan dengan legenda anak berambut gimbal...... Pokoke seru dech sahabat..... mesti nonton!

Selesai nonton, saya mampir dulu di kios yang terdapat di sisi parkiran Dieng Plateau Theater, terdapat beberapa kios/warung disini, sahabat bisa bersitirahat sembari makan dan minum...... berhubung saya akan melanjutkan perjalanan ke Batu Pandang Ratapan Angin..... isi bensin dulu ah,,,,,, daripada nanti kehausan pada saat mendaki...


Mendaki Batu Pandang Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih

Selesai menikmati segarnya minuman di warung samping area parkiran dan tentunya ditambah cemilan kedoyanannya ibu2..... perjalanannya pun dilanjutkan. Papan petunjuk menuju Batu Pandang dan Jembatan Merah Putih berdiri dengan gagahnya di salah satu pojokan tepian bukit disamping Dieng Plateau Theater. Dari sinilah pendakian dimulai, Kita harus mendaki jalan setapak yang kadang2 cukup sempit dan cukup terjal, tetapi di beberapa bagian lain cukup landai, melewati kawasan bukit bebatuan dan ladang2 tanaman..... perjalanan yang cukup menyenangkan. Di perjalanan ini kita juga disuguhkan pemandangan alam kawasan Dieng yang fantastis. 


Batu Pandang Ratapan Angin
Petunjuk menuju Batu Pandang Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih
Sekitar 50 m kemudian, kita akan sampai di pos penjagaan. Dengan membayar tiket masuk Rp. 10 ribu, kita dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan batu Pandang Ratapan Angin. Dari pos penjagaan perjalanan kemudian mendaki bukit kembali melalui batu2 khas perbukitan Dieng, dan setelah mendaki beberapa waktu, gardu pandang di dekat Batu Ratapan Angin mulai kelihatan. Cukup susah juga mendaki ke area gardu pandang ini karena harus mendaki melalui batu2 yang cukup terjal, ditambah pula gardu pandang tersebut tidaklah begitu luas, pada saat itu sudah banyak pelancong yang rebutan ingin foto narsis di Batu Ratapan Angin....... jadi saya harus menunggu beberapa saat sampai beberapa orang meninggalkan kawasan itu.....


Batu Pandang Ratapan Angin
Gardu Pandang Batu Ratapan Angin sudah mulai kelihatan
Akhirnya kesempatan itu datang juga...... Dengan sedikit susah payah mendaki bebatuan, sampailah di gardu pandang..... Wow..... sungguh pemandangan yang fantastis sahabat...... Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang indah berdampingan tetapi berbeda warna, dikelilingi oleh perbukitan indah, desa-desa di lereng bukit, perkebunan dan ladang2 indah milik penduduk, bukit2 berbatu khas Dieng, dan tentu saja ada dua buah batu yang berada di kawasan ini yang dinamakan Batu Pandang Ratapan Angin......


Batu Pandang Ratapan Angin
Keindahan Telaga Warna dan Pengilon dari Batu Pandang

Legenda Batu Pandang Ratapan Angin

Kenapa dinamakan Batu Pandang Ratapan Angin? Bila sahabat datang ke tempat wisata di Dieng ini, sahabat bisa mendengar sendiri, hembusan iangin yang kencang di puncak bukit menerpa dedaunan dan pepohonan, menimbulkan suara bagaikan ratapan...... memang hembusan angin disini cukup kencang pada saat saya berkunjung, baju dan kerudung seakan mau diterbangkan angin, saya harus berpegang erat2 ke tiang di gardu pandang,,,,,, takutnya saya juga ikut2an terbang....... hehehehe....

Ada pula cerita turun temurun mengenai legenda Batu Pandang Ratapan Angin ini..... Alkisah, pada zaman dahulu kala hiduplah seorang pangeran dengan istrinya seorang putri yang cantik yang hidup rukun bahagia.... Kebahagiaan hidup mereka sudah termahsyur kemana2..... tetapi apa daya, cobaan datang menghampiri keluarga bahagia ini, seorang laki2 menjadi pengganggu sang putri dan orang ketiga di kehidupan mereka..... Pada awalnya sang pangeran tidak percaya, tetapi akhirnya beliau berusaha menyelidiki sendiri kabar burung yang beredar mengenai perselingkuhan istrinya itu.... Pada suatu hari, alangkah terkejutnya sang pangeran menyaksikan di depan matanya sendiri sang istri sedang memadu kasih dengan orang lain di puncak sebuah bukit..... Sang pangeran pun marah dan terjadilah pertengkaran diantara ketiga orang itu..... Sang putri yang sudah tidak berpikiran panjang berusaha membunuh sang pangeran, tetapi sang pangeran adalah seorang yang sakti, dengan kesaktiannya akhirnya sang pangeran mengutuk istrinya dan laki2 pengganggu tersebut menjadi dua batu.... batu itulah yang kemudian menjadi Batu Ratapan Angin... Bunyi angin yang bagaikan meratap melambangkan ratapan penyesalan dari kedua orang tersebut.... 


Batu Pandang Ratapan Angin
Inilah dia dua buah batu dari Legenda Batu Pandang
Walaupun sudah sampai di kawasan Batu Pandang, tetap saya mesti sabar juga menunggu giliran untuk bisa naik ke atas batunya...... sembari menunggu, saya layang kan pandangan dan kamera ke sekeliling area batu pandang. memang sungguh-sungguh menakjubkan pemandangan disini... tak salah mengapa yang datang sampai antrian untuk menancapkan jejak kaki ke Batu Pandang Ratapan Angin ini.......


Batu Pandang Ratapan Angin
Telaga Warna 
Batu Pandang Ratapan Angin
Pedesaan di kaki bukit
Batu Pandang Ratapan Angin
Telaga Pengilon
Setelah puas menikmati pemandangan alam dari kawasan batu Pandang Ratapan Angin, saya juga ingin melihat yang namanya Jembatan Merah Putih. Katanya sih, wahana buatan ini juga belum lama didirikan, tapi walaupun masih baru, sudah mulai terkenal di kalangan para pencinta traveling.... Perjalanan dilanjutkan dengan mendaki bukit kembali...... tidak terlalu jauh juga dari kawasan Batu Pandang, mungkin hanya sekitar 50m, akan sampailah kita di kawasan Jembatan Merah Putih. Tempat ini cocok untuk sahabat yang juga ingin menguji nyali melewati jembatan yang mnghubungkan dua buah batu besar di puncak bukit, sembari menikmati pemandangan alam yang fantastis dan udara yang sejuk ....

Benar sahabat, pemandangan alam dari Jembatan merah Putih ini juga tak kalah indahnya.. Tentu saja ada telaga kembar, telaga Warna dan Pengilon, lereng bukit dengan ladang2 milik penduduk dan bukit2 bebatuan... oh.... indah pemandangan.....



Jembatan Merah Putih
Bendera Merah Putih di ujung Jembatan
Jembatan Merah Putih
Jembatan Merah Putih
Jembatan Merah Putih
Keindahan alam dari kawasan Jembatan Merah Putih

Bagaimana sahabat? Tertarik untuk datang kesini? Ayo buruan........


Tips untuk sahabat :

  • Datanglah di pagi hari bila sahabat ingin menyambangi Batu Pandang Ratapan Angin. Biasanya cuaca pada pagi hari masih bersih, jadi sahabat bisa menikmati keindahan alam di sekitar Batu Pandang secara maksimal. Kadang-kadang, mulai siang dan sore, kabut sudah mulai menggantung dan meyelimuti kawasan ini, jadi kurang oke dech untuk menikmati keindahan alamnya.... 




Cheers



Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....


Baca juga :

23/10/16

Indahnya Warna Warni Di Telaga Warna Dieng


Telaga Warna Dieng

Telaga Warna terletak di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Dengan keindahan telaganya yang berwarna warni, udaranya yang segar dan sejuk karena berada di ketinggian 2000 mdpl dan dikelilingi oleh perbukitan yang indah, menjadikan Telaga Warna sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Telaga Warna adalah tempat witasa di Dieng yang paling pertama kali saya kunjungi dari beberapa rangkaian petualangan saya ke daerah Dieng. Pertama kali menyusuri perjalanan dari tempat saya menginap di kota Magelang, melewati Temanggung dan Wonosobo, membuat saya terkagum2 atas indahnya alam ciptaan Tuhan ini. Berjalan diantara dua gunung indah, Sumbing dan Sindoro, kemudian menyusur pinggir Gunung Sindoro sewaktu mulai perjalanan menanjak dari Wonosobo, benar2 pemandangan indah yang tak terlupakan. Semakin tinggi mendaki, semakin saya takjub akan keindahannya, tetapi juga sedikit takut karena perjalanan ke Dieng ternyata cukup menanjak dan berkelok kelok dengan bukit dan jurang disisinya.....

Dengan menempuh perjalanan santai sekitar 4 jam, akhirnya saya sampai juga di pintu gerbang Dieng Plateau. Tak lama setelah itu, terdapat pertigaan, saya memilih berbelok ke kiri ke arah Telaga Warna. Kawasan telaga ini berada sekitar 800 m dari pertigaan tadi. Kawasan parkir telaga warna cukup luas, saya lihat sudah banyak mobil yang parkir pada waktu itu. Di kawasan parkiran ini terdapat kios2 yang menjajakan anekan makanan dan oleh2 khas Dieng serta beberapa toilet. Di bagian sisi parkiran yang saya tempati sedang dibangun juga tempat parkir dan kios2 baru yang lebih luas dan bagus, mungkin dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa dipakai oleh para pengunjung.

Di seberang jalan area parkiran, saya lihat ada jalan masuk mendaki ke bukit kawasan Petak Sembilan, kabarnya sih Telaga Warna juga bagus dilihat dari kawasan Petak Sembilan ini, tetapi sayangnya saya tidak sempat untuk mampir ke Petak Sembilan pada waktu itu.

Harga tiket masuk ke Telaga Warna adalah Rp. 10 ribu pada waktu itu. Memasuki pintu masuk kawasan Telaga Warna, kita akan menemukan jalan setapak dengan pohon-pohon rindang disisinya dan Telaga Warna dibalakangnya. Sahabat bisa memilih untuk berbelok ke kiri atau ke kanan, saya sendiri memilih menyusuri jalan setapak ke kanan karena saya lihat banyak para pelancong yang berjalan ke arah itu. 

Menyusuri jalan setapak dibawah pepohonan yang rindang dengan pemandangan Telaga Warna dilatar belakangi perbukitan yang ada di sekelilingnya, merupakan pengalaman yang indah tak terlupakan. Tak lama kemudian sampailah saya di semacam pelataran, pemandangan Telaga Warna dari tempat ini sungguh indah, perbukitan yang membayang di air telaga bagaikan sebuah cermin keindahan alam, pantesan banyak yang lagi berfoto ria di area ini, bahkan ada boneka Winnie The Pooh yang lagi stand by mememani para pelancong yang ingin berfoto-foto.

Telaga Warna Dieng
Air telaga bagaikan cermin yang memantulkan keindahan alam
Kemudian saya lanjut menyusuri jalan setapak, banyak terdapat spot2 cantik untuk diabadikan disini, namun dikarenakan banyaknya pengunjung, saya mesti bersabar ria menunggu giliran untuk bisa mengabadikannya. 


Telaga Warna Dieng
Indahnya Telaga Warna yang dikelilingi oleh perbukitan
Telaga Warna Dieng
Menunggu antrian buat foto di bawah pohon

Fenomena alam Telaga Warna

Kenapa dinamakan Telaga Warna? Ternyata telaga cantik ini memang suka berubah2 warna, kadang berwarna hijau, kekuningan, biru ataupun warna pelangi, karena telaga ini mengandung cukup tinggi kadar sulfur didalamnya, sehingga warnanya bisa berubah2 saat sang mentari menyinarinya. Pada saat saya datangi, Telaga Warna ini berwarna hijau kebiru2an. Disamping itu, ada pula legenda yang menceritakan bahwa Telaga Warna ini bisa berubah2 warna dikarenakan pada zaman dahulu kala ada cincin seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga, inilah yang menyebabkan air telaga bisa berwarna warni.


Telaga Warna Dieng
Air telaga berwarna hijau kebiruan pada waktu itu
Tempat wisata sekitar Telaga Warna

Masih menyusuri sisi Telaga Warna, tak lama kemudian saya menemukan peta papan petunjuk tempat2 cantik di sekitar Telaga Warna yang bisa dikunjungi. Sahabat bisa ke Telaga Pengilon, telaga ini adalah saudaranya Telaga Warna, terletak berdampingan dengan Telaga Warna, namun anehnya, air telaga Pengilon tidak berwarna warni seperti yang kita saksikan di Telaga Warna, katanya sih, kandungan sulfurnya tidak setinggi yang terdapat di telaga Warna, jadi arirnya cenderung jernih. Penduduk setempat memanfaatkan air Telaga Pengilon untuk pengairan perkebunan mereka, terutama kentang yang menjadi komoditas unggulan.

Disamping Telaga Pengilon, sahabat juga bisa berkunjung ke beberapa goa yang terdapat di sepanjang tepian telaga, seperti Goa Semar : Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati, Goa Sumur : Eyang Kumalasari dan Goa Jaran : Resi Kendaliseto. Kabarnya goa-goa ini sampai sekarang masih dipakai untuk ritual keagamaan. Selain goa, adapula Batu Tulis Eyang Purbo Waseso, atau... sahabat bisa memilih untuk mendaki bukit untuk melihat keindahan Telaga Warna dari atas bukit.

Saya sendiri memilih untuk mendaki bukit karena penasaran ingin melihat keindahan telaga ini dari ketinggian. Mendaki bukit ini ternyata cukup menguras tenaga buat saya yang sukanya jalan2 manja, perlu waktu sekitar 20 menit, barulah saya sampai di area perbukitan. Ternyata perjalanannya melelahkan sahabat..... hiks... hiks... maklum, yang lagi jalan adalah mami mami manja yang males jalan kaki...... hehehe.... Dari area ini kita bisa melihat pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang indah, dikelilingi perbukitan dan hamparan awan yang menggelantung.... perkampungan penduduk di kejauhan, sungguh indah mempesona.... Disini terdapat sebuat spot favorit yaitu area yang cukup datar dengan hiasan bebatuan, dari tempat ini pemandangan alam sungguh menakjubkan...


Telaga Warna Dieng
Telaga warna dari atas bukit, begitu indah
Telaga Warna Dieng
Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Pada saat mendaki bukit ini, sepertinya saya mendengar suara kendaraan bermotor tidak jauh dari tempat itu, saya jadi penasaran kenapa bisa ada bunyi kendaraan sementara saya capek2 jalan kaki mendaki bukit.....  usut punya usut setelah selesai berpetualang di Telaga Warna, ternyata itu adalah jalan menuju kawasan Dieng Plateau Theater yang terletak diatas bukit disisi Telaga Warna, jadi pemandangan telaga ini juga bisa kita lihat dari kawasan Dieng Plateau Theater, tepatnya dari Bukit Batu Pandang Ratapan Angin dan kawasan Jembatan Merah Putih yang terletak diatas bukit Kawasan Dieng Plateau Theater....... Wah..... kalau tadinya saya tau, saya ga mau capek2 mendaki bukit dech..... hehehe.. But anyway, pemandangan dari area Batu Pandang seakan membayar kelelahan saya, udara yang sejuk cenderung dingin membuat perasaan capek saya hilang....

Setelah beristirahat beberapa lama, petualangan pun diakhiri, saya kembali menuruni bukit ke area Telaga Warna, tak lupa mampir dulu di warung yang terdapat di jalan setapak di lereng bukit buat ngopi2 dan makan kentang goreng khas Dieng ditambah mencicipi manisan Carica yang juga khas Dieng..... mmmmm...... yummi.......

Bagaimana sahabat, tertarik untuk datang ke Telaga Warna?


Tips untuk sahabat :
  • Bila sahabat ingin berkunjung ke Telaga Warna, sebaiknya datanglah pada pagi hari. Dikarenakan kawasan ini terletak di dataran yang amat tinggi, di siang hari kawasan ini biasanya sudah mulai diselimuti oleh kabut, jadi sahabat akan susah untuk menemukan pemandangan indah bila kabut sudah mulai menutupi kawasan Telaga Warna ini.
  • Bila sahabat hanya ingin melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian, sebaiknya langsung saja datang ke kawasan Dieng Plateau Theater, kemudian naik ke lereng bukit yang terdapat disisinya, pemandangan telaga akan terlihat sangat indah di kawasan ini yaitu dari area Batu Pandang Ratapan Angin dan kawasan Jembatan Merah Putih.


Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....


Baca juga :