26/08/16

The Story of Kupat Tahu


Kupat Tahu


Tinggal di Magelang tapi ga makan Kupat Tahu, mmmhh, bagaikan malam tak berbintang. Udah hampir sebulan di Magelang, dan udah jalan2 ke berbagai tempat, baru beberapa hari yang lalu sempat merasakan makanan khas Magelang ini.

Seperti biasa, sebelum berangkat mencari si Kupat Tahu, sempat nyari2 dulu ditempat mana makanan special ini yang rame dicari orang. Alhasil, dapatlah suatu kisah bahwa mantan Presiden kita Pak SBY punya langganan Kupat Tahu, namanya Tahu Pojok, letaknya tidak jauh dari Alun2 Kota Magelang, tepatnya di Jl. Tentara Pelajar, sebelah selatan Alun2.

Berbekal info dari Oom Google, me n my beloved husband datang ke tempat ini, tidak begitu jauh dari tempat kami menginap jadi hanya perlu waktu beberapa menit saja. Dan…. Ini dia yang dicari2…. TAHU POJOK….di Jl. Tentara Pelajar, kios no. 14, dan…..Ternyata Tahu Pojoknya TUTUP saudara2….. hiks, kuciwa dech, berharap bisa nyobain Kupat Tahu yg katanya paling uenak.... ternyata ga ada. Setelah dilihat dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat2nya, Tahu Pojok ini sudah ada semenjak tahun 1942 lho…. Jadi sebelum Indonesia merdeka sudah ada, mungkin karena itulah sekarang warungnya sudah tutup, Pak Penjualnya sudah terlanjur kaya… hehehehe

Akhirnya kami memilih warung Kupat Tahu yang ada disebelahnya, namanya Kupat Tahu Ibu Ali. 



Kupat Tahu
Warung Ijo Bu Ali
Pesen Kupat Tahu dua ya Pak, kata suamiku. Bapak yang jualnya trus nanya, pedes ga Mas? Iya Pak, pedes kata suamiku. Beberapa saat menunggu… dan…. Tada….!! Jagoannya datang, ini dia si Kupat Tahu..


Kupat Tahu
Kupat Tahu + Teh Manis....... Ueenaaakk..
Ini pertama kali saya makan kuliner khas ini dalam sejarah kehidupan saya hehehe…. But, nerver mind, better late than never. Ternyata Kupat Tahu itu enak teman2…., cukup bergizi ditinjau dari empat sehat lima sempurna seperti pelajaran di sekolah, karbohidrat dari ketupat, protein dari tahu, sayurannya ada irisan kol dan toge, ada bakwan sayurannya juga, dengan taburan seledri dan bawang goreng, dikasih kuah kacang dan kuah manis/kecap an tentunya sambel untuk rasa pedesnya. Jadi, kalo dihitung2 dari kacamata gizi, menjadi 3 sehat lah…. belum sempurna. Bisa dimakan dengan keripik atau makanan tambahan lain sesuai selera. Berhubung saya lidahnya kurang suka makanan manis, jadi saya prefer kuah manisnya sedikit saja.

Sedikit cerita mengenai Kupat Tahu, ternyata ada beberapa jenis kuliner ini di Indonesia, namun yang terkenal ialah yang berasal dari Singaparna, Surakarta dan Magelang, perbedaannya terletak pada bumbu dan pelengkap, jika pada versi Magelang dan Solo terdapat irisan kol dan bakwan dan mi dan tahu putih seperti versi Magelang pada versi Solo, tetapi pada versi Singaparna terdapat toge yang telah direbus.

Selain kedua variasi tadi, ada pula kupat tahu petis, perbedaannya terdapat pada bumbunya yang menggunakan Petis dan ditambah irisan timun segar.

Seporsi Kupat Tahu ini dihargai Rp. 10 ribu, jadi kalau makan berdua ditambah dengan teh manis panas dan 2 kantong keripik, jadinya hanya Rp. 30 ribu saja….. cukup murah, enak dan cocok untuk dompet yang pas2an kayak dompet saya J

Ada kabar gembiranya teman2……. Walaupun ga bisa makan di Tahu Pojok, ternyata Pak SBY juga makan di warung ini lho….. Ni lihat fotonya kalo ga percaya, selain itu ada pak Gubernur juga, pak Kapolda dan beberapa pejabat lainnya….. seneng juga bisa nyicipin makanan yang dimakan para pejabat :)



Kupat Tahu
Didalam Warung Ijo Bu Ali

Kupat Tahu
Foto para pejabat yang menyambangi Warung Bu Ali
Disamping Kupat Tahu, Bu Ali juga menyediakan banyak jenis makanan lainnya, seperti gado2, soto, sop dll, ini dia foto menunya… 


Kupat Tahu
Menu Warung Bu Ali
Jadi kalau datang kesini jangan lupa bawa perut kosong ya, karena banyak menu pemadam kelaparan dengan harga yang sangat terjangkau…


Cheers




Tidak ada komentar:

Posting Komentar