04/12/16

Pantai Indrayanti, Cocok Banget Untuk Bersantai Dan Melepas Lelah



Pantai Indrayanti

Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta memang terkenal dengan kekayaan wisata alamnya, salah satunya adalah deretan pantai2 indah di bagian selatan kabupaten ini, terletak di sebelah timur dari Pantai Parangtritis yang sudah sangat terkenal itu, baik oleh keindahan pantainya maupun dari legenda penguasa Laut Selatannya, Nyi Roro Kidul.

Dari sekian banyak pantai2 di kabupaten Gunung Kidul, salah satu pantai yang sangat menarik perhatian saya dan memang yang paling senang saya kunjungi, adalah Pantai Indrayanti. Kenapa?? Tunggu ya sahabat........ simak penjelasannya disini.....


Rute dan Lokasi Pantai Indrayanti


Dari tempat saya di Jogja tidaklah sulit untuk bisa sampai di Pantai Indrayanti. Bukan karena saya pakai karpet terbang trus langsung sampai dan bersantai di pantai indah ini..... atau naik helikopter dan mendarat langsung di bibir pantai....... aduh, ga sanggup deh, kemahalan buat bayar sewanya......
Tempat wisata pantai di Gunung Kidul ini gampang koq ditemukan karena sudah sangat terkenal, GPS di handphone aja kenal, apalagi kalo nanya ke penduduk Gunung Kidul...... dijamin tidak akan nyasar dech.

Dari Jogja, saya melewati jalur ke arah ibukota Kab. Gunung Kidul, yaitu kota Wonosari. Kota Wonosari ini berada di sebelah tenggara kota Yogyakarya. Sesampainya di Wonosari, saya berbelok ke selatan memasuki Jalan Baron, jalan ini sudah bagus sahabat, walaupun kadang2 cukup berkelok2 dan naik turun, tetapi jalan sudah diaspal mulus. Tapi jangan lupa untuk tetap berhati2 ya, jangan ngebut dan tetaplah waspada di sepanjang perjalanan.

Menyusuri Jalan Baron, tentunya sahabat akan sampai di Pantai Baron terlebih dahulu, kemudian perlu melanjutkan ke arah timur menyusuri Jalan Pantai Selatan Jawa sampai akhirnya menemui pantai indah ini.... Pantai Indrayanti. Pantai ini akan ditemui apabila sahabat sudah melewati Pantai Krakal dan Pantai Sundak. Buat sahabat yang ingin mengetahui keseruan berkunjung ke Pantai Baron, silakan disimak disini ya.

Untuk sahabat yang datang dari arah selatan Jogya, misalnya daerah Bantul, sahabat bisa menyusuri Jalan Pantai Selatan Jawa sampai kemudian ketemu dengan Jalan Baron dan dilanjutkan sampai ke Pantai Indrayanti.

Untuk sahabat yang ingin berkunjung dari arah Solo, Klaten dan sekitarnya, terlebih dahulu sahabat perlu berjalan ke arah selatan ke Wonosari, kemudian setelah sampai di Wonosari mengambil Jalan Baron sebagaimana diatas.

Pantai Indrayanti ini sendiri tepatnya berada di desa Sidoharjo, Tepus, Kab. Gunung Kidul, sekitar 65 km arah tenggara Kota Yogyakarta.


Harga tiket masuk Pantai Indrayanti


Pada saat saya berkunjung, tidak ada penjualan tiket khusus untuk Pantai Indrayanti, yang perlu dibayar adalah tiket masuk yang dijual sebelum memasuki Pantai Baron, seharga Rp. 10 ribu per orang, tiket ini bisa dipakai untuk mengunjungi beberapa pantai indah Gunung Kidul, seperti Pantai Baron, Kukup, Krakal, Drini, Sepanjang, Sundak, Indrayanti dan Pok Tunggal...... hhmmmm .... banyak kan sahabat..... sampai puas dech bermain2 di pantai, cukup bayar 10 ribu Rupiah saja...... Selain itu juga perlu membayar untuk biaya parkir kendaraan, saya membayar Rp. 10 ribu untuk parkir mobil.


Indahnya Pantai Indrayanti



Pantai Indrayanti
Bukit karang di sebelah timur Pantai Indrayanti
Setelah berjalan santai dari Jogja selama sekitar 1.5 jam ( bukan jalan kaki lho sahabat, kebetulan waktu itu saya bawa mobil, kalo jalan kaki bisa pingsan duluan saya sebelum sampai di Pantai Indrayanti) akhirnya sampailah saya di pantai indah ini.

Pantai Indrayanti merupakan pantai landai yang berpasir putih, air laut yang sedikit berombak yang menyapa bibir pantai sangatlah bersih.... pokoke bersih sahabat! Serasa memanggil manggil kita untuk segera mencebur dan bermain2 dengan alunan ombaknya.

Pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang ada di sisi barat dan timurnya, pantainya sendiri tidak begitu panjang, hanya sekiyar 250m saja, jadi sahabat tidak akan kecapekan apabila ingin berjalan2 disepanjang pantai ini.


Pantai Indrayanti
Bukit karang dan bebatuan di barat Pantai Indrayanti

Pantai ini sangat bersih, saya tidak menemukan sampah di pantai indah ini, konon kabarnya pengelola akan mengenakan denda kepada para pengunjung yang membuang sampah sembarangan.... hhhmmmm hebat sahabatt, saya setuju banget dengan peraturan ini, sebagai pengunjung yang baik, kita harus menjaga kebersihan, kelestarian dan keindahan pantai ciptaan Tuhan ini.

Di pinggir pantai terdapat gazebo2 yang bisa sahabat pakai untuk beristirahat dan memesan makanan. Cukup banyak jenis makanan yang ditawarkan oleh restoran yang berada di tepi pantai ini, tentunya menu seafood sebagai andalannya.

Bila weekend tiba, juga terdapat payung2 berwarna warni yang bisa sahabat sewa untuk berteduh dan bersantai ria. Kalau saya sendiri lebih memilih untuk duduk santai di gazebo karena saya adalah pendoyan seafood, jadi sambil bermain di pantai, tetap tidak melupakan wisata kulinerr..


Pantai Indrayanti
Pantai Indrayanti di saat weekend, ramai pengunjung

Pantai yang bersih, dengan pasir putih, air laut yang jernih dan ombak yang kecil.... ditambah dengan wisata kuliner... itulah yang membuat saya selalu ingin dan ingin datang ke pantai ini..


Apa yang bisa dilakukan di Pantai Indrayanti?


Banyak hal yang bisa sahabat lakukan di pantai indah ini. Yang pertama, tentunya bermain air dan berenang-renang di pantai ini, tapi ingat, tidak boleh berenang jauh ke tengah, hanya boleh berenang di tepian saja, bila sahabat sudah mulai ke tengah, tim SAR yang siap siaga pasti akan langsung meniup peluit untuk mengingatkan untuk kembali ke tepi pantai.

Buat sahabat yang menyukai olah raga jetski, disini juga tersedia penyewaan jetski, sahabat bisa dengan puas berkeliling menikmati pantai yang indah ini dengan jetski.

Buat sahabat yang menyukai hiking, bisa pula mendaki bukit karang yang ada di sisi timur dan barat pantai. Walaupun namanya bukit, tetapi tidaklah terlalu tinggi dan tidak begitu susah untuk mendakinya. Dengan mendaki bukit karang ini sahabat akan menyaksikan pemandangan alam yang luarrrr biasa.... pemandangan indah Pantai Indrayanti  dan pemandangan laut pantai selatan di sebelah depan dengan deburan ombak yang memecah di batu2 karang. Bila sahabat menyukai sunset, tempat ini juga sangat bagus untuk menunggu dan menyaksikan fenomena alam tenggelamnya matahari di pantai laut selatan.


Pantai Indrayanti
Keindahan alam dari atas Bukit Karang
Bila sahabat tidak ingin berenang, main jetski, ataupun hiking ringan, sahabat juga bisa hanya bersantai2 ria di gazebo2 dan taman yang sudah disediakan, ataupun dibawah payung2 berwarna warni sembari menikmati sejuknya angin laut... bisa dilakukan sembari meminum es kelapa muda, ataupun minuman ringan lainnya, bila perut keroncongan bisa pula memesan makanan dari restoran yang terdapat disini..... bisa juga melewatkan waktu sembari santai main game di hp, telpon2an atau wasapan dengan teman2, atau mengerjakan pe-er sekolah (hebat ya bila ada yang mau bikin pe-er disini) sembari menunggu saudara dan keluarga yang sedang bermain dan berenang di pantai.


Pantai Indrayanti
Menunggu sunset di Pantai Indrayanti

Penamaan Pantai Indrayanti


Memang kedengarannya, nama Pantai Indrayanti ini bukan seperti nama pantai tetapi nama orang. Ternyata nama pantai ini sebenarnya adalah Pantai Pulang Syawal, nama Indrayanti sendiri adalah nama restoran yang ada di pantai ini, tetapi entah mengapa akhirnya pantai ini lebih terkenal dengan nama Pantai Indrayanti, bukan Pantai Pulang Syawal.


Pantai Indrayanti
Pintu masuk Restoran Pantai Indrayanti

Sarana dan Fasilitas Pantai Indrayanti


Kawasan Pantai Indrayanti memiliki area parkiran yang cukup luas, area parkiran ini biasanya pada saat weekend juga diramaikan oleh kios2 yang menjual aneka oleh2.

Terdapat banyak gazebo yang didirikan di sepanjang pantai dengan cafe/restoran yang menyediakan aneka makanan dan minuman, jadi jangan khawatir bila sahabat tidak membawa persediaan makanan dan minuman dari rumah, tetap bisa makan enak disini.

Sahabat juga bisa menyewa payung berwarna warni sebagai tempat berteduh, bisa pula menyewa jetski bila ingin berwisata menukmati pantai dengan jetski.

Terdapat kamar mandi buat sahabat yang ingin membersihkan diri sehabis berenang. Juga terdapat musholla buat para sahabat muslim yang ingin menunaikan ibadah sholat.

Dan..... buat para sahabat yang ingin stay, menikmati makan malam romantis, menikmati suasana pagi yang segar di pantai juga bisa memilih untuk menginap, terdapat beberapa penginapan yang bisa sahabat pilih untuk melewatkan waktu bersama keluarga ataupun teman2.

Demikianlah sekelumit kisah mengenai Pantai Indrayanti, mudah2an bisa menjadi inspirasi buat para sahabat yang sedang galau untuk menentukan tempat istirahat, liburan ataupun melarikan diri dari rutinitas kesibukan sehari2.


Tips buat sahabat :

  • Bila sahabat ingin bermain di pantai ini dengan tenang, cobalah untuk datang bukan pada saat hari libur, jadi sahabat tidak perlu untuk rebutan tempat untuk menikmati pantai indah ini karena biasanya pengunjung pada hari libur cukup banyak.
  • Jangan lupa pakai pelindung matahari, tidak mau khan habis berenang di pantai menjadi gosong?


Cheers

Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....

29/11/16

Sensasi Bali Di Pantai Ngobaran Gunung Kidul



Pantai Ngobaran


Pantai Ngobaran di kawasan Gunung Kidul Yogyakarta, merupakan pantai yang unik dan cantik, berbeda dari pantai2 lainnya yang sahabat temukan di area Gunung Kidul.

Mendengar cerita2 mengenai keindahan pantai dan keanekaragaman budayanya membuat saya jadi penasaran ingin melihat sendiri kebenaran dari cerita2 tersebut.

Dan akhirnya, kesempatan itu datang juga. Hari Minggu yang cukup bersahabat, walaupun panasnya menusuk di kulit, namun kesempatan untuk mengunjungi Pantai Ngobaran ini tidak akan saya sia-siakan.


Rute dan lokasi Pantai Ngobaran

Dari kota Jogja saya berangkat sudah jam 10 pagi, sayangnya tidak bisa lebih pagi lagi karena ada keperluan sebelumnya. Berjalan menuju tenggara ke arah Wonosari, melewati kawasan bukit bintang yang walaupun siang hari, tetap ramai pengunjung pada waktu itu. Kemudian berjalan menurun ke arah Wonosari, dan sebelum memasuki kota saya berbelok ke kanan arah selatan memasuki  Jl. Tumpak Playen, kemudian Jl. Playen Paliyan, Jl. Raya Panggang Wonosari dan kemudian Jl. Paliyan Ngobaran.

Perjalanan dari Jogja ke Wonosari tentunya sangat bagus karena merupakan jalan provinsi, namun begitu memasuki persimpangan belok ke kanan ke arah Pantai Ngobaran jalanan mulai mengecil, apalagi setelah memasuki Jl. Paliyan Ngobaran dilanjutkan dengan Jl. Pantai Ngobaran/Ngrenehan, walaupun sudah diaspal namun mesti hati2 karena mulai berbelok2 dan naik turun bak roler koster  dan mesti berjaga2 takutnya nanti ada mobil lain yang akan berpapasan dari arah depan.

Alhasil, perjalanan dari Wonosari ke Pantai Ngobaran memakan waktu cukup lama, kurang lebih 1 jam walaupun kalau dilihat di peta paling2 jaraknya hanya sekitar 30 km saja.

Untuk sahabat yang iņgin berkunjung dari arah Sleman, Solo, Klaten, saya sarankan untuk mengambil jalan menuju Wonosari namun kemudian berbelok ke selatan melalui Jalan Baron saja, jalan Baron ini relatif lebih bagus daripada jalan yang saya lewati, kemudian setelah mendekati kawasan Panti Baron berbelok ke kanan ke arah Jl. Pantai Selatan Jawa, kemudian ikuti saja petunjuk jalan menuju Pantai Ngobaran.

Buat para sahabat yang dari arah selaran Jogja, misalkan dari Bantul atau Imogiri, saya sarankan untuk datang ke pantai ini melalui jalan Pantai Seatan Jawa yang manaa jalannya juga cukup bagus,  kemudian di daerah pasar Trowono baru berbelok ke kanan menuju Pantai Ngobaran/Ngrenehan/Ngayuhan.

Pantai Ngobaran ini tepatnya terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.


Harga tiket masuk Pantai Ngobaran

Memasuki area pantai Ngobaran, saya disambut oleh Pak Penjaga loket tiket yang sudah siap siaga, menyakan berapa orang pengunjung yang akan ke pantai, berhubung saya hanya berdua dengan suami, kami hanya membayar Rp. 10 ribu saja untuk berdua, berarti harga tiket adalah Rp. 5 ribu perorang. Tiket masuk ini bisa dipakai untuk mengunjugi 3 pantai sekaligus yaitu pantai Ngrenehan, Ngobaran dan Ngayuhan.... Lumayan hemat lho sahabat, hanya Rp. 5 ribu untuk berpetualang, bersantai dan berwisata kuliner di pantai2 tersebut.



Mampir di Pantai Ngrenehan

Setelah melalui loket tiket saya tidak langsung menyambangi pantai Ngobaran, berhubung sudah jam 12 siang, saatnya makan siaaang..... dan tentu saja Pantai Ngrenehan yang jadi pilihan saya karena pantai ini merupakan pantai nelayan yang oke bangets untuk menyantap seafood yang masih freshh di area pantai ini. Horeè..... makan dulu yaaaa.... udah lapar nich... perut kosong saya sudah mulai bernyanyi-nyanyi semenjak perjalanan tadi.

Sekilas mengenai Pantai Ngrenehan, pantai ini walaupun merupakan pantai pelabuhan para nelayan yang pulang dari mencari ikan, namun pantainya bagus untuk bermain air dan bersantai, diapit oleh bukit karang di kanan dan kirinya, membuat alunan ombaknya tidak begitu besar, cocok untuk tempat berbasah2 ria.... udah gitu pantainya berpasir putih dan airnya bersih..sih...sih.. saya takjub sekali melihat keindahan pantai ini... Bila tak ingat mau ke Pantai Ngobaran mungkin saya juga sudah ikut2an terjun ke air bersama anak2 yang saya lihat sedang bergembira ria main pasir dan air....


Pantai Ngrenehan
Air laut yang jernih di Pantai Ngrenehan
Pantai Ngrenehan
Asyiknya main air dan pasir di Pantai Ngrenehan

Pantai Ngobaran yang unik

Setelah selesai menyantap hidangan makan siang yang mak nyusss dan sholat di Pantai Ngrenehan, saatnya ke Pantai Ngobaran! Saya kembali ke jalan yang tadi dilewati kemudian menuju Pantai Ngobaran, ternyata tidak jauh koq dari Pantai Ngrenehan, hanya sekitar 2 km saja.

Hari Minggu itu ternyata Pantai Ngobaran rame pengunjung, saya mendapatkan tempat parkir pas di belokan Pantai Ngobaran menuju Pantai Ngayuhan.

Dari tempat parkir saya layangkan pandangan ke kanan dan kiri.... dan.... inilah salah satu keunikan Pantai Ngobaran.  Pemandangan pantai yang sangat mempesona, berbeda daripada pantai2 Gunung Kidul pada umumnya. Bibir pantai dihiasi oleh bukit2 karang yang indah, air laut yang membiru dengan ombak yang memecah di tepi pantai kelihatan jauh di bawah..... jadi ini bukan pantai landai sebagaimana umumnya....

Di Bukit karang di sebelah kiri saya arah timur, terdapat patahan seperti karang yang dipotong, sungguh sangat unik. Melayangkan pandangan ke kanan arah barat, batu2 karang di pantai dan bukit karang berdiri dengan megahnya menjadi penjaga Pantai Ngobaran. Dari kejauhan saya bisa melihat ada semacam bangunan di puncak bukit karang itu dan beberapa pelancong sedang berselfie ria di puncak bukit itu. Wahai bukit....... tunggulah kedatangan saya......


Pantai Ngobaran
Bukit Batu Karang yang unik seperti patahan
Pantai Ngobaran
Pantai kecil tempat bersantai disisi bukit
Dan.... inilah keunikan lain dari Pantai Ngobaran....Tidak hanya suasana pantainya yang berbeda, Pantai Ngobaran ini juga merupakan suatu lokasi tempat dibangunnya beberapa tempat ibadah secara berdampingan. Yang pertama saya temui adalah sebuah pura yang cukup besar, tampak sepi karena tidak ada yang sedang bersembahyang pada waktu itu.... kemudian saya menyusur jalan setapak di bagian depan pintu masuk pura... jalan ini menurun menuju ke area pantai, jadi ada sedikit cekungan yang tetap bisa sahabat sambangi untuk bermain air, namun tidak untuk berenang yaaa.... pantai kecil ini adalah pantai berbatu, anak2 bermain di sela2 batu, ada juga yang sedang memancing. Di area pantai dan bebatuan yang menghijau ini bisa ditemukan tanaman2 dan biota laut seperti rumput laut dan landak laut.


Pantai Ngobaran
Pura di Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran
Para pengunjung sedang bergembira ria bermain di pantai
Tidak jauh dari pantai, ada sebuah mesjid berwarna kebiruan, walaupun dari tata letaknya mesjid ini menghadap ke selatan, namun tetap para pengunjung yang sholat akan menghadap ke qiblat/arah barat seperti biasa. Tak jauh dari mesjid ada semacam bangunan monumen berwarna abu2 kehitaman berdiri kokoh di atas semacam altar.


Pantai Ngobaran
Mesjid dan semacam monumen
Saya lanjutkan langkah kaki mengikuti jalan setapak, kali ini menuju sebuah tempat peribadatan lagi, katanya ini adalah tempat beribadahnya kaum Kejawen.


Pantai Ngobaran
Tempat ibadah kaum Kejawen
Setelah tempat ibadah ini kita akan menemukan lagi sebuah tempat yang mempunyai banyak arca yang didalamnya terdapat sebuah prasasti Ikrar Ksatrya, konon kabarnya ini adalah tempat beribadatnya kaum Kejawan. Di belakang area ini tepat di pinggir bukit batu karang, terdapat lagi sebuah patung yang dikelilingi oleh stupa2 seperti yang kita lihat di candi Borobudur. Tempat ini cukup ramai karena merupakan salah satu spot foto yang sangat bagus. Dari tempat ini bis dilihat bukit batu karang di arah barat dengan pantai bebatuan dan tangga2 yang dipahat di batu memberi jalan kepada para pelancong yang ingin sampai di lereng bukit..... Ini benar2 pemandangan pantai yang fantastis......


Pantai Ngobaran
Tempat ibadah kaum Kejawan
Pantai Ngobaran
Salah satu spot paling bagus untuk foto
Pantai Ngobaran
Bukit karang dengan tangga batu untuk pengunjung

Sejarah Pantai Ngobaran

Apakah karena semangat pemgunjung yang berkobar2 untuk datang ke pantai ini makanya kemudian pantai cantik ini dinamakan Pantai Ngobaran? Ternyata bukan.... Atau semangat saya yang berkobar2 untuk berselfie ria di pantai ini, walaupun cuaca sedang panas super panas tetap dengan semangat berkobar mendaki bukit disamping pantai ini yang membuatnya dinamakan Pantai Ngobaran? Ah..... kegeeran....

Ternyata, dari cerita turun temurun, penamaan pantai ini berkaitan dengan kisah Raja Majapahit terakhir Prabu Brawijaya V yang melarikan diri sampai mentok di pantai ini dikarenakan sudah terdesak oleh kerajaan Mataram Islam yang dipimpin anaknya sendiri yaitu Raden Patah.... Karena Raja Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri makanya sang raja membakar diri di pantai ini yang membuat api berkobar2....... itulah sebabnya pantai ini dinamakan Pantai Ngobaran.....
Adapun kebenaran cerita ini masih belum bisa dipastikan, karena tidak terdapat tanda2 penyerangan oleh kerajaan Mataram Islam......

Apapun sejarahnya...... marilah kita minum teh botol...... eh... salah.... Mari kita nikmati saja keindahan pantai ini......


Mendaki Bukit Pantai Ngobaran

Terdapat sebuah bukit kecil disamping pantai Ngobaran yang lerengnya akan dilewati apabila sahabat akan berkunjung ke Pantai Ngayuhan yang terletak tidak jauh dari Pantai Ngobaran. Saya sendiri wakti itu tidak sempat untuk berkunjung ke Pantai Ngayuhan, tetapi saya sempatkan diri untuk mendaki bukit disamping Pantai Ngobaran karena dari atas bukit itu pemandangan cantiiiiiikkkk sekali.....

Suami saya yang menemani sempat protes karena waktu itu cuaca amat panas, sementara saya sudah bertekad bulat untuk mendaki bukit ini....... pendakiannya sendiri tidak begitu tinggi, hanya panasnya saja yang membikin kulit serasa dioven, untunglah saya memakai baju lengan panjang jadi masih ada yang melindungi kulit, suami saya yang pake baju kaos tangan pendek sampe protes beberapa kali saking kepanasannya ........ udah item, jadi tambah item dech..... katanya begitu.... hehehe

Alhasil, sampailah dipuncak bukit dalam keadaan basah...... bukan karena hujan yang datang tiba2, tapi karena keringat yang mengalir bak air kran...... Dan benarlah, pemandangan disini sungguh menakjubkan, semua keindahan pantai yang saya ceritakan diatas bisa dilihat secara komplit dari atas bukit ini, pantai batu karang yang indah dengan pura, mesjid dan tempat ibadah lainnya berdampingan dengan damai di pantai ini ...... benar2 pemandangan yang luar biasa, sejenak saya merasa seperti di Bali ...... jadi kalo sahabat belum sempat mendatangi Uluwatu Bali, datang saja ke pantai ini...... suasana Bali sudah terasa disini....


Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran yang indah sekali...... serasa di Bali
Diatas bukit ini juga terdapat semacam bangunan joglo, dan juga bisa melihat keindahan pantai Ngayuhan dari atas bukit, ini dia fotonya.......
Pantai Ngayuhan
Pantai Ngayuhan dari atas bukit
Setelah puas menikmati pemandangan dari atas bukit, saya kembali turun dan mampir di warung yang berada disisi jalan buat minum es kelapa muda....... duh segernya........


Sarana dan fasilitas di Pantai Ngobaran

Di kawasan Pantai Ngobaran ini banyak terdapat warung/kios yang menjajakan beraneka makanan dan minuman, sahabat tidak perlu khawatir apabila merasa kehausan atau kelaparan. Disamping itu, tempat parkir juga cukup banyak, dan buat sahabat muslim yang ingin menunaikan sholat bisa dilakukan di mesjid yang terdapat di tepi pantai.



Tips untuk sahabat :


  • Luangkan waktu yang cukup untuk mengunjungi 3 pantai sekaligus apabila memungkinkan, karena tiketnya sudah mencakup 3 pantai : Ngrenehan, Ngobaran dan Ngayuhan. Wisata kuliner di Pantai Ngrenehan, Wisata religi, alam dan budaya di Pantai Ngobaran..... dan bersantai di Pantai Ngayuhan
  • Jangan lupa membawa perlengkapan untuk pelindung panas
  • Hati2 berkendaraan menuju pantai ini, jangan ngebut karena jalanan kadang2 cukup sempit..


Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....

03/11/16

Menjelajah Pantai Baron dan Menara Suarnya, Wisata Bahari Dan Kuliner Yang Memukau..

Pantai Baron

Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta menyimpan banyak sekali pesona keindahan alam dan budayanya.... wisata alam pegunungan, menjelajah berbagai goa, air terjun, belajar di desa wisata, bersantai melepas penat di pantai-pantai yang indah..... semuanya bisa sahabat temukan dan lakukan di Kab. Gunung Kidul Yogyakarta.

Di sepanjang pesisir selatan Kab. Gunung Kidul banyak terdapat pantai2 yang berderet dengan cantiknya dan dengan ciri khasnya masing2, ada yang berpasir putih, kecoklatan, dengan ombak yang cukup besar menghempas daratan ataupun dengan ombak yang tenang menentramkan, dengan bukit2 karang yang berdiri megah di sisi2 pantai dan pulau2 kecil sebagai penahan ombak, dengan kekayaan biota laut... membuat pantai2 di Gunung Kidul menjadi salah satu tempat wisata di Jogja terfavorit para pelancong dalam negeri maupun mancanegara.

Pantai Baron
Pantai Baron
Pantai Baron, adalah salah satu pantai unik yang paling sering dimampiri oleh para wisatawan. Pantai Baron ini merupakan pantai pertama yang akan sahabat temukan di kawasan pantai2 indah Gunung Kidul bila sahabat datang dari arah Wonosari dan mengambil jalan Pantai Baron.

Kali ini catatan perjalanan ini akan saya isi dengan pengalaman saya yang luar biasa mengunjungi Pantai Baron dan berpetualang ke bukit Tanjung Baron untuk menyambangi Menara Suarnya.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Pantai Baron, sebelumnya saya sudah pernah kesini namun pada waktu itu hanya merupakan kunjungan pendek saja, berhubung Pantai Baron merupakan pantai nelayan yang terkenal dengan aneka seafoodnya yang segaaarr... jadinya pada kunjungan terdahulu saya hanya menyempatkan diri untuk menyantap seafood yang uenaaakkk... tapi tak sempat untuk menjelajah pantai cantik ini....

Keinginan saya untuk kembali ke Pantai Baron disemangati oleh cerita2 yang saya dengar mengenai kedahsyatan indahnya pemandangan laut dan alam dilihat dari Menara Suar di Tanjung Baron. Walaupun begitu, tidak serta merta keinginan ini bisa terkabul, setelah menunggu beberapa lama barulah kesempatan itu datang....... hore..... hore.... mau naik naik ke puncak menara suar.... !

Karena sudah mau ke kawasan Gunung Kidul, disamping ke Pantai Baron, saya juga menyempatkan diri untuk mampir di Pantai Ngobaran dan Ngerenehan sebelumnya untuk makan siang dan berfoto ria, barulah setelah itu saya menuju Pantai Baron, karena katanya pantai ini lebih bagus dikunjungi pada saat pagi atau sore hari.

Dari Jogja saya menempuh perjalanan menuju Wonosari, sayangnya saya tidak bisa berangkat pagi karena ada keperluan pagi itu, jadi berangkatnya sudah kesiangan, tapi demi mewujudkan mimpi untuk bisa menyaksikan keajaiban alam ciptaan Tuhan, saya relakan berangkat di siang bolong yang panasnya sangat menusuk di kulit.... ?? Tapi, peralatan gempur panas tetap siap sedia menemani, sun glass dan topi yang selalu setia menemari disetiap perjalanan tidak akan pernah saya tinggalkan..... walaupun semangat, tetap saya ini ibu2 centil yang ga mau gosong digigit sang mentari.... hehehe....

Dari Wonosari berbelok ke kanan.... mengambil jalan ke Pantai Ngrenehan/Ngobaran dan setelah puas makan siang dan jepret sana jepret sini, barulah saya melanjutkan perjalanan ke Panti Baron melalui jalan pintas Ngresik-Kanigoro..... situasi jalan lumayan lah, kecil tapi sebagian besar sudah diaspal (walaupun ada sebagian kecil yang belum diaspal), jalan ini kemudian tembus di Jalan Pantai Selatan Jawa yang sudah bagus dan lebar menuju Pantai Baron.

Bila sahabat hanya ingin datang ke kawasan pantai Baron, tidak perlu melewati jalan yang saya lalui, dari Wonosari bisa langsung belok arah selatan memasuki Jalan Baron, jalanan ini sudah bagus dan lebar, sahabat bisa datang ke tempat ini beramai2 naik bis, atau bawa mobil sendiri atau naik motor ria..... Kalo naik sepeda sih bisa juga, hitung2 olahraga dan meyehatkan badan...... apapun kendaraannya..... tetap mesti berhati2 ya sahabat......


Lokasi dan Tiket Masuk ke Pantai Baron

Terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, Pantai Baron berjarak kurang lebih 60 km arah tenggara kota Jogja. Bila sahabat berjalan dari arah Jogja, Klaten atau Solo, sahabat menuju arah Wonosari dan di Wonosari berbelok ke selatan memasuki Jalan Baron. Perjalanan disini cukup menyenangkan, melewati perkebunan kayu jati, kadang2 jalan berkelok2 dan naik turun, namun jalanan sudah bagus dan cukup lebar koq.

Setelah kurang lebih 1/2 jam perjalanan dari Wonosari, sampailah di gerbang pintu masuk kawasan pantai2 indah Gunung Kidul. Pak Penjaga memberikan informasi bahwa harga tiket Rp. 10 ribu per orang, bisa dipakai untuk menghampiri seluruh kawasan pantai di Gunung Kidul... Wow, ini benar2 paket hemat sahabat.... banyak sekali pantai indah yang berderet2 di Ginung Kidul ini yang bisa sahabat sambangi.... Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Indrayanti dan Pok Tunggal… cukup dengan membayar tiket masuk Rp. 10 ribu saja. Seharian pun waktu sepertinya tak cukup bila ingin menikmati keindahan semua pantai itu. Bila sahabat memang mempunyai banyak waktu ada baiknya menginap disini, jangan khawatir, di kawasan pantai ini banyak koq terdapat penginapan..... kalo menginap, jangan sampai melewatkan keindahan sunrise ya sahabat.... salah satu pantai yang oke banget untuk menyaksikan sunrise adalah Pantai Sundak.

Tak lama setelah melewati loket tiket, Pantai Baron sudah bisa ditemukan. Memasuki area Pantai Baron, kita akan melewati jalanan yang menurun menuju pantai. Dan ternyata…… pada saat saya datangi pengunjung Panti Baron ini rameeee bangets…… tempat parkiran yang tersedia sudah tidak cukup, saya pun mesti parkir di jalan yang menuju pantai. Bis2 sudah berderet di pinggir jalan, pengunjung yang datang dan pergi memadati jalanan…. Mungkin karena saya datangnya pada hari Minggu sehingga pengunjungpun membludak….

Pantai Baron
Rame sekali pengunjung Pantai Baron pada waktu itu

Sejarah Pantai Baron

Tahukah sahabat kenapa pantai indah ini dinamakan Pantai Baron? Penamaannya seperti berbeda dari pantai lainnya di kawasan Gunung Kidul ini. Nama Baron adalah seperti nama orang Belanda, bukan Jawa. Ternyata.... menurut cerita turun temurun..... pantai ini pernah disinggahi oleh Baron Skeber, ... seorang bangsawan dari Belanda, pernah mendaratkan kapalnya di pantai ini, karena itulah kemudian pantai ini dinamakan seperti itu.

Pantai Baron ini merupakan pantai tempat berlabuhnya para nelayan sehabis mencari ikan di lautan. Bila sahabat datang ke pantai ini dipagi hari, sahabat bisa berkunjung ke pasar ikan segar dan membawa pulang oleh2 berupa ikan dan seafood yang masih freshhh..... ada udang, lobster, ikan tongkol, kakap dll... atau bisa juga kalau mau langsung dimasak dan disantap..... hmmmmm yammi....

Pantai Baron
Pantai Baron adalah pantai nelayan

Sarana dan Fasilitas Pantai Baron

Pantai Baron sebenarnya memiliki area parkir yang luas. Pada saat saya datang, berhubung itu adalah hari Minggu, dan saya datangnya juga sudah kesorean, area parkiran sudah penuh terisi. Kendaraan bermotor yang baru datang mau tak mau harus parkir di sepanjang jalan menuju pantai Baron. Rombongan pengunjung yang datang dan pergi memenuhi area jalanan di sekitar parkiran.

Dari area parkir menuju ke pantai, saya melewati banyak sekali kios dan warung, ada yang menjual makanan dan minuman, seafood menjadi andalan lauknya bila sahabat ingin bersantap disini, ada yang menjual aneka oleh2 khas pantai Baron seperti mainan kunci, kalung, pajangan, tirai kerang, baju2 kaos Jogja dan Gunung Kidul, dll. Ada pula kios2 yang menjajakan makanan ringan berupa olahan seafood yang juga bisa sahabat bawa sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Selain itu banyak juga yang berjualan aneka buah, terutama buah srikaya dan pisang.... dan ada pula para penjual aneka perlengkapan untuk ke pantai seperti topi2 dan kacamata gelap.

Pantai Baron
Menjual aneka buah
Pantai Baron
Kios olahan seafood
Pantai Baron
Oleh2 untuk buah tangan
Di area ini juga banyak toilet dan kamar mandi, so para pengunjung yang bermain2 air di pantai tak perlu takut kotor dan ga bisa mandi yaaa, juga terdapat beberapa musholla. Di bagian tengah area parkiran terdapat semacam pendopo dan pelataran.... disini sahabat juga bisa duduk2 beristirahat setelah puas berpetuaalng di area pantai yang indah.

Dan..... tentunya juga ada satu spot yang jangan sampai sahabat lewatkan untuk difoto... ini dia Pantai Baron.....

Pantai Baron
Menuju Pantai Baron

Keindahan dan keunikan Pantai Baron

Pantai Baron berbentuk cekungan, menghadap ke barat daya, diapit oleh megahnya bukit karang yang menghijau di sisi kanan dan kirinya. Dengan adanya dua bukit karang sebagai pembatas, membuat alunan ombak di Pantai Baron ini tidak sederas seperti yang kita temukan di Pantai Parangtritis. Sahabat bisa bermain bersantai di sepanjang bibir pantai, tetapi tidak disarankan untuk berenang jauh ke tengah karena bisa terseret arus ombak.

Pantai Baron
Pantai Baron berbentuk cekungan, diapit bukit di kanan dan kirinya
Sejuknya angin laut akan menemani suasana santai di Pantai Baron ini. Sahabat bisa menyewa tenda2 berwarna warni yang sudah disiapkan para pengelola untuk dinikmati oleh para pelancong, disamping itu juga disediakan penyewaan ban untuk para pelancong yang ingin berenang di tepian pantai dan di sungai yang terdapat di sisi kanan Pantai Baron.

Pantai Baron
Keramaian pengunjung Pantai Baron
Kok ada sungai sih?? Iya, ternyata Pantai Baron ini memiliki keunikan tersendiri. Di sisi bukit karang sebelah kanan, sahabat akan menemukan aliran sungai air tawar..... bener lho.... ini air tawar walaupun sudah mendekati lautan, kalo ga percaya, silakan sahabat cicipi sendiri....... sungai ini berasal dari mata air tempat keluarnya sungai bawah tanah dari bagian utara Gunung Sewu. Pertemuan aliran sungai dengan lautan disisi bukit karang merupakan lukisan alam yang mengagumkan, sahabat akan terpesona dengan keindahan fenomena alam ini. Menikmati hembusan angin pantai sembari bermain di deburan ombak, atau dengan menyantap aneka cemilan hasil olahan seafood yang dijual di kios2 yang barusan dilalui dan sejuknya air kelapa muda dibawah tenda, merupakan pasangan yang sempurna untuk dilakukan di Pantai Baron ini.

Pantai Baron
Bermain di sungai

Mendaki ke Menara Suar Tanjung Baron

Tak hanya keunikan Pantai Baron yang memiliki aliran sungai disisinya yang membuat para pencinta pantai dan lautan berbondong-bondong datang ke pantai ini, namun ada satu hal lagi yang membuat pelancong penasaran, yaitu menaiki Menara Suar yang terdapat di sisi bukit sebelah kiri Pantai Baron. Bila sahabat sudah berada di Pantai Baron, menara suar yang berwarna putih ini sudah kelihatan dengan megahnya bertengger di atas bukit Tanjung Baron, seakan2 memanggil sahabat untuk menaikinya. Hal itu pula lah yang membuat saya juga ingin kembali ke Pantai Baron dan ingin mencoba menaiki Menara Suar Tanjung Baron ini.

Pantai Baron
Menara Suar kelihatan di atas bukit
Menara Suar Tanjung Baron memiliki dua akses yang bisa dilalui untuk menyambanginya. Yang pertama adalah dengan kendaraan bermotor, bila sahabat sudah sampai di loket pembelian tiket pantai Baron dan sekitarnya, sahabat kemudian mengambil kalan ke arah Pantai Kukup, tidak jauh setelah itu sahabat akan menemukan jalan masuk ke Menara Suar yang berbelok ke kanan, namun sayangnya jalan masuk ini belum begitu bagus, masih berbatu2, cocok untuk dilalui motor, tetapi agak susah untuk mobil. Akses yang kedua adalah tentunya melalui Pantai Baron sendiri...... sahabat harus mendaki bukit karang yang ada di sebelah kiri Pantai Baron. Terdapat beberapa jalan dari area Pantai Baron untuk mendaki bukit karang ini, katanya sih mesti bayar sejumlah Rp. 2 ribu untuk pemeliharaan jalan, namun saya tidak bayar sama sekali karena tidak ada petugas yang jaga pada waktu itu.

Dari Pantai Baron ke Menara Suar, sahabat perlu menempuh perjalanan mendaki bukit sejauh kurang lebih 200 m. Di sepanjang perjalanan mendaki bukit, panorama pantai, lautan dan perbukitan juga tak kalah indahnya. Lihatlah, pertemuan antara sungai air tawar yang muaranya memotong pantai dengan air laut disisi seberang… tiang2 kincir angin yang sedang berputar dan solar panel yang tampak mengkilap dari area Taman Baron Technopark di bukit sebelah… sungguh pemandangan yang mempesona…. Perjalanan mendaki ini cukup menguras tenaga, saya sendiri sempat membawa sebotol minuman, pastinya saya yang ibu2 manja dan bukan pendaki ini perlu banyak asupan air minum dan oksigen untuk bisa sampai ke atas bukit.... hehehe..... Namun bila sahabat tidak sempat membawa minuman, di perjalanan di sisi bukit terdapat beberapa warung makan, sahabat juga bisa beristirahat dan makan minum disini.

Pantai Baron
Perjalanan menuju Menara Suar
Pantai Baron
Istirahat dan foto2 dulu
Setelah beberapa kali beristirahat, mengisi kembali oksigen didalam tubuh, diselingi dengan mengabadikan keindahan alam yang saya lewati sepanjang pendakian menuju Menara Suar Tanjung Baron….. akhirnya sampailah di tempat ini……. Horeee…. akhirnya sampai juga……!

Menara Suar Tanjung Baron
Menara Suar Tanjung Baron
Menara Suar Tanjung Baron dibangun pada tahun 2014 oleh Direktorat Navigasi Dan Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, fungsinya adalah sebagaimana Mercu Suar pada umumnya, sebagai petunjuk bagi kapal2 yang sedang berlayar, namun disini para pengunjung diijinkan untuk menaiki Menara Suar ini dengan syarat tidak mengganggu semua peralatan navigasi yang ada dan menjaga kebersihan Menara ini.

Untuk menaiki Menara Suar ini tidak ada tarifnya, jadi saya bayar seikhlasnya saja kepada Pak Penjaga. Sudah tak sabar ingin naik, ternyata banyak pengunjung yang naik dan turun, jadi saya mesti sabar untuk menunggu giliran.

Ternyata perjuangan belum berakhir sahabat….. Menara yang tingginya 40 m ini tidak memiliki lift, jadi untuk bisa sampai ke puncak menara kita perlu menaiki tangga putar yang melingkar2…… (pusiiiiiinngg) dan yang lebih menyeramkan lagi, di bagian akhir mesti naik tangga tegak lurus ke atas…… ih….. seremmmmm…….
Menara Suar Tanjung Baron
Tangga melingkar di dalam Menar Suar
Menara Suar Tanjung Baron
Bagian akhir tangga sebelum mencapai puncak Menara
Walaupun saya sudah bertekad bulat sebelumnya untuk menaiki menara ini, namun keadaan itu tetap membuat bulu kuduk saya merinding…. Saya yang phobia dengan ketinggian tidak berani menengok ke bawah……. Mata tertuju lurus ke atas, bulatkan tekad dan pikiran…. hehehe… Terlebih dahulu saya tidak lupa untuk memeriksa semua perlengkapan dan kesiapan batin untuk memulai mendaki tangga……


Keindahan alam yang mempesona dari Puncak Menara Suar Tanjung Baron

Dan akhirnya sampailah di Puncak Menara….. Berada disini membuat saya sungguh terpesona dengan keindahan alam 360 derjat ciptaan Tuhan. Memandang ke selatan, laut pantai selatan yang perkasa berawal dan berujung di barat dan timur.

Menara Suar Tanjung Baron
Keindahan pemandangan arah selatan Menara Suar Tanjung Baron
Melanjutkan pemandangan ke arah timur, deretan bukit2 di pinggir pantai yang menghadang ombak di lautan, termasuk keindahan kincir2 angin dari Taman Baron Technopark BPPT, kotak2 solar panel yang menkilap2 dibawah cahaya sang mentari yang menuju kembali ke peraduannya, membuat mata saya takjub.

Menara Suar Tanjung Baron
Taman Baron Technopark dengan kincir angin dan solar panelnya
Memandang ke utara, pegunungan Sewu yang indah juga tak kalah mempesonanya mengelilingi Pantai Baron yang indah.

Menara Suar Tanjung Baron
Pantai Baron dengan latar pegunungan Sewu
Dan memandang ke barat, Pantai Kukup dengan batu karang sebagai iconnya kelihatan jelas dari sini, kemudian disusul pantai2 lainnya, Pantai Drini, Pantai Krakal sampai dengan Pantai Indrayanti kelihatan dari kejauhan….. oh…. sungguh indah pemandangan……ditambah dengan hembusan angin kencang di puncak menara ini, membuat kelelahan saya mendaki bukit dan puncak Menara Suar ini terbayarkan……….

Menara Suar Tanjung Baron
Deretan pantai2 indah Gunung Kidul dari Pantai Kukup hingga Pok Tunggal
Cukup lama juga saya melewatkan waktu di Menar Suar ini, berharap bisa mendapatkan moment sunset yang sempurna, tetapi sepertinya sang mentari tidak menampakkan diri dengan jelas, tertutup awan di kejauhan, setelah beberapa lama menunggu ditemani angin yang cukup kencang (yang membuat saya jadi masuk angin….) akhirnya saya turun dan kembali ke Pantai Baron.

Menara Suar Tanjung Baron
Menunggu sunset

Wisata Kuliner di Pantai Baron

Mendaki dan menuruni bukit Tanjung Baron dan Menara Suarnya ternyata melelahkan juga. Sesampainya di Pantai Baron kembali, yang pertama kali saya cari adalah....... makanan ! Perut saya sudah bernyanyi nyanyi dengan merdunya sepanjang menuruni bukit menuju Pantai Baron tadi, tak sabar untuk menunggu diisi..... Dan sampailah saya di sebuah kios yang pada saat itu cukup ramai...... Menu kepiting saus padang yang sudah ada di pikiran saya dari sepanjang perjalanan tadi akhirnya bisa tersedia di depan mata, ditambah sop ikan yang super uenakkk........ Ayo makan........ Walaupun menunggu cukup lama, namun akhirnya saya bisa menyantap makanan favorit saya itu......

Pantai Baron
Waktunya makan..... hore.....
Pantai Baron
Sop ikannya enak banget, sayangnya kepiting saus padangnya lupa difoto :)
Umumnya para pedagang makanan disini menjual aneka seafood, ada ikan, cumi, kepiting, udang dan lobster yang bisa dimasak dengan berbagai resep masakan, namun bila sahabat bukan pencinta seafood, tak perlu takut kelaparan, masakan lain seperti ayam goreng dan aneka soto juga bisa dijadikan pilihan menu…..


Dear sahabat, memang rugi sekali ternyata bila tidak sampai kesini…….. jadi, apakah sahabat sudah punya rencana melewatkan weekend ini? Pantai Baron dengan keindahan alamnya ini patut dimasukkan dalam agenda….


Tips buat sahabat :
  • Sebaiknya datanglah ke Pantai Baron dikala pagi hari atau di sore hari yang cerah, keindahan pemandangan alam dan lautan akan lebih mempesona pada waktu2 itu.
  • Bila sahabat ingin mendaki bukit Tanjung Baron, bawalah perlengkapan yang sesuai untuk mendaki bukit, termasuk pakaian dan sepatu yang cocok, topi dan sunglass, minuman dan uang receh untuk retribusi, dan jangan lupa makan/ngemil terlebih dahulu karena perjalanan mendaki cukup menguras tenaga.

Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....




28/10/16

10 Tempat Wisata Di Dieng Yang Paling Terkenal Dan Keren Abis



Tempat Wisata Di Dieng

Dieng... siapa yang tak kenal Dieng. Dieng yang merupakan dataran tinggi di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, adalah kawasan vulkanik aktif yang mempunyai banyak kawah2, danau2/telaga vulkanik dan puncak2 gunung dan perbukitan serta peninggalan2 sejarah Hindu di sekitarnya. Ditambah dengan cuaca yang sangat sejuk, dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl, membuat Dieng menjadi salah satu tempat tujuan wisata favorit di Indonesia.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng berlokasi sekitar 30 km arah utara Wonosobo, atau sekitar 10 km arah barat laut Gunung Sindoro. Mulai dari Wonosobo perjalanan akan terus menanjak menuju dataran tinggi ini, jadi mesti ekstra hati2 dalam membawa kendaraan. Perjuangan perjalanan mendaki yang cukup mendebarkan dari Wonosobo akan ditemani oleh indahnya pemandangan alam di lereng pegunungan, desa2 di kaki gunung Sindoro, keindahan gunung Sumbing dan Sindoro serta keindahan kota Wonosobo dikejauhan, adalah anugerah keindahan alam ciptaan Tuhan yang harus kita syukuri.


Banyak tempat wisata di Dieng yang bisa sahabat kunjungi karena terdapatnya keanekaragaman keindahan alam dan pesona sejarahnya, ditambah pula legenda cerita anak-anak berambut gimbal/gembel, sehingga tak heran kenapa Dieng yang sebenarnya adalah desa terpencil tetapi para pelancong bisa datang berbondong-bondong ke kawasan dataran tinggi Dieng ini.


Berikut adaalah 10 tempat wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng yang paling terkenal dan keren versi Unique-Chantika, rugi banget kalau sahabat tidak datang kesini...




1. Pendakian Gunung Prau




Tempat Wisata Di Dieng
Sungguh indah pemnadangan dari Gunung Prau (foto : Instagram @kembarabackpackers)
Gunung Prau (atau Gunung Prahu), adalah adalah gunung dengan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, mempunyai tingkat ketinggian menengah, sekitar 2.565 mdpl, dan merupakan batas antara Kabupaten Wonosobo, Kendal dan Batang. Dikarenakan tidak terlalu tinggi dan jalur pendakian yang tidak sesulit gunung2 tinggi pada umumnya, menjadikan lokasi Gunung Prau tempat favorit para pendaki pemula yang ingin mencoba untuk mendaki gunung.

Di puncak Gunung Prau, kita akan menemukan padang rumput yang luas, yang memanjang dari barat ke timur. Juga terdapat bukit-bukit kecil dan sabana dan pohon2 kecil diatasnya. Salah satu yang terkenal adalah bukit teletubbies yang berbentuk setengah lingkaran. Lereng bukit dan gunung yang dipenuhi oleh ladang dan perkebunan penduduk yang berbaris rapi juga tak kalah indahnya. 

Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan lereng bukit juga tak kalah indahnya (foto : Instagram @budifhn)
Yang paling menjadi primadona di puncak Gunung Prau ini adalah keindahan alam diwaktu sang mentari menampakkan diri (sunrise), cahaya keemasan di langit yang biru dengan lukisan pegunungan yang gagah, Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi, merupakan fenomena alam yang sangat indah untuk diabadikan. Kabut tipis yang menggantung di perbukitan menambah indahnya pemandangan alam di pagi hari di Gunung Prau. Selain untuk menyaksikan sunrise, di puncak Gunung Prau sahabat juga bisa untuk meuyaksikan sunset yang indah.

Terdapat beberapa jalur untuk mendaki Gunung Prau, saat ini sudah terdapat setidaknya 8 jalur pendakian, dan 6 yang dibuka untuk umum. Jalur pendakian via Patak Banteng adalah yang paling favorit karena jarak tempuhnya yang cukup pendek, hanya sekitar 2-3 jam perjalanan. Bila melalui jalur desa Patak Banteng ini, sahabat akan menemukan keindahan alam berupa perkebunan sayur mayur dan tebing-tebing yang indah.



2. Puncak Sikunir Dieng



Tempat Wisata Di Dieng
Keindahan sunrise di Puncak Sikunir
Puncak Sikunir sudah menjadi salah satu tempat yang paling top untuk menyaksikan keindahan matahari terbit di pagi hari (sunrise), tak kalah cantik dibanding dengan Gunung Bromo, bahkan katanya termasuk salah satu dari lima yang paling cantik di Asia Tenggara. Tak heran mengapa banyak sekali yang datang untuk mendaki puncak Sikunir untuk mengabadikan moment indah ini. Jalur pendakian yang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 800 m dari basecamp, membuat tidak hanya para pendaki sejati yang ingin datang ke tempat wisata ini, bahkan anak2, bapak2 dan ibu2 yang bukan pendakipun ikut unjuk gigi mendaki Puncak Sikunir (termasuk saya.... hehehe).

Untuk mencapai kawasan basecamp yang merupakan tempat memulainya pendakian Puncak Sikunir, sahabat harus melewati jalanan yang cukup sempit, bahkan kadang berlobang-lobang. Dari Jalan Raya Dieng, sahabat harus berbelok ke kiri ke arah jalan Telaga Warna dan terus menyusuri jalan ini ke arah Dieng Plateu Theater, Kawah Sikidang dan kemudian menyusuri hutan dan perkebunan masyarakat, kemudian memasuki desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, di desa inilah terletak kawasan Puncak Sikunir, sahabat hanya perlu menyusurui jalan sampai habis.... dan berhenti di basecamp disamping telaga Cebong. Jauhnya perjalanan kira2 8 km dari Jalan Raya Dieng arah ke selatan.



Tempat Wisata Di Dieng
A beautiful golden sunrise
Di sisi basecamp, terdapat telaga Cebong. Banyak pengunjung yang berkemah di sisi Telaga Cebong ini, bahkan disaat weekend dengan cuaca cerah, hampir seluruh sisi Telaga Cebong dipenuhi oleh tenda2 para pendaki Puncak Sikunir. Buat sahabat yang tidak ingin bermalam di tenda, di desa yang kita lewati sebelum mencapai basecamp puncak Sikunir juga terdapat banyak homestay yang bisa disewa.

Keindahan alam sunrise di Puncak Sikunir sangat istimewa dan fantastis. Golden sunrise dengan latar belakang pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi, sungguh merupakan keindahan alam yang menakjubkan. Di kawasan Puncak Sikunir terdapat beberapa puncak bukit yang bisa dijadikan tempat mengabadikan moment indah sunrise ini, selain itu, dari puncak Sikunir ini kita juga bisa menyaksikan keindahan telaga Cebong dari puncak bukit.


Ini dia kisah seru saya mendaki Puncak Sikunir.

3. Kawah Sikidang



Tempat Wisata Di Dieng
Kawah Sikidang dengan kepulan asapnya
Kawah Sikidang berlokasi sekitar 1 km arah selatan Candi Arjuna atau kira2 500 m sebelah barat daya Dieng Plateau Theater atau Telaga Warna. Disebut dengan Kawah Sikidang karena kawah utamanya suka berpindah-pindah atau melompat2 bagaikan seekor kijang (Kidang berarti kijang). Kawah Sikidang ini juga terkenal dengan legenda Pangeran Kidang Garungan yang sudah tertipu oleh Putri Shinta Dewi dan terkubur didalam sebuah sumur, dari tempat terkuburnya itulah muncul Kawah Sikidang dan dari hasil kutukannya sebelum tewas menyebabkan keturunan Putri Shinta Dewi mempunyai rambut gimbal/gembel.

Di kawasan kawah Sikidang banyak terdapat spot2 menarik untuk sahabat abadikan, pelataran yang bertuliskan Kawah Sikidang, beberapa spot didalam kawasan bekas kawah, berfoto dengan burung hantu, berfoto dengan mobil jeep, bahkan berfoto degan pokemon juga bisa. Terdapat dua gardu pandang yang bisa sahabat pakai untuk bersistirahat dan mnayaksikan fenomena alam kawah Sikidang dikejauhan. Keindahan alam Kawah Sikidang juga ditunjang oleh khasnya pepohonan yang gersang dan mati akibat dari hawa vulkanik di kawasan ini.



Tempat Wisata Di Dieng
Banyak pohon yang gersang dan mati karena hawa panas dari kawah
Di lokasi kawah utama yang letaknya tidak begitu jauh dari pintu masuk (sekitar 200 m), kita bisa menyaksikan aktifitas vulkanik kawah Sikidang ini. Kawah yang mendidih dengan asap putih yang mengepul dan berbau belerang yang tajam, adalah fenomena alam yang jarang bisa kita temukan di daerah cekungan yang cukup datar sebagaimana di Kawah Sikidang, karena biasanya kita harus mendaki gunung yang tinggi untuk bisa menyaksikan fenomena alam ini.

Di sepanjang jalan menuju kawah utama banyak terdapat kios dan warung yang menjajakan aneka makanan, sayur2an dan oleh2 khas Dieng, seperti kentang, buah carica, terong belanda, aneka macam keripik dan rangkaian bunga edelweis yang cantik. Satu lagi hal menarik yang bisa sahabat lakukan di tempat ini adalah merebus telor, terdapat tempat khusus yang disediakan untuk wisata merebus telor ini.


Pingin tau pengalaman saya mengunjungi Kawah Sikidang? Silakan baca disini.

4. Kompleks Candi Arjuna 


Tempat Wisata Di Dieng
Candi Arjuna
Kompleks Candi Arjuna adalah salah satu dari kompleks candi yang ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kompleks Candi Arjuna ini berlokasi di desa Dieng Kulon, Batur, kabupaten Banjarnegara. Dari arah Wonosobo, bila sahabat menyusuri Jalan Raya Dieng, setelah memasuki kawasan Dieng Plateau, sahabat belok kanan melewati pertigaan Telaga Warna, nah.... pintu masuk ke Candi Arjuna berada tidak jauh dari situ.

Didalam kompleks Candi Arjuna, terdapat 5 Candi yaitu Candi Arjuna dengan pewara/pendampingnya yaitu Candi Semar, kemudian Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Sembadra. Yang menjadi candi utama di kompleks ini adalah Candi Arjuna. Candi ini menghadap ke barat dan berbentuk persegi empat, di pintu masuk dan relung-relungnya terdapat hiasan kala dan makara, atapnya seperti jenjang yang bertingkat2 dengan menara2 kecil diujungnya.  



Tempat Wisata Di Dieng
Candi Arjuna, Candi Semar dan Candi Srikandi
Candi Semar sebagai candi pendamping dari Candi Arjuna, letaknya berhadapan dengan Candi Arjuna, tidak sejajar dengan empat candi lainnya. Candi ini dipergunakan sebagai tempat berkumpul sebelum memasuki Candi Arjuna. Candi2 yang sejajar yaitu Candi Arjuna, Srikandi, Puntadewa dan Sembadra adalah candi dipergunakan untuk tempat sembahyang. Di kompleks candi ini sahabat tidak akan menemukan yang namanya arca, sebagian arca sudah hilang, sedangkan yang masih tersisa sekarang disimpan di Museum Kailasa yang terletak tidak begitu jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Kompleks candi Arjuna ini diperkirakan didirikan pada abad ke 8 oleh dinasti Sanjaya dari kerajaan Mataram kuno karena ditemukannya sebuah prasasti berangka tahun 809 M di dekat Candi Arjuna. Kompleks2 candi di Dieng pertama kali ditemukan oleh seorang tentara Belanda pada abad ke 18, tetapi pada waktu itu kondisi candi dalam keadaan terendam air, hanya bisa dilihat beberapa bagian atas candi. Sekitar 40 tahun kemudian dilakukanlah upaya penyelamatan atas candi tersebut, dan setelah itu mulai ditemukan juga beberapa kompleks candi lainnya di kawasan Dieng ini. 


Silakan baca disini untuk lebih detailnya.


5. Telaga Warna


Tempat Wisata Di Dieng
Keindahan Telaga Warna
Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, yaitu di Desa Dieng Wetan, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Telaga Warna dengan keindahannya, udaranya yang sejuk dan segar di ketinggian 2000 mdpl serta perbukitan yang indah yang mengelilinginya, menjadikan telaga ini sebagai salah satu tempat wisata terfavorit di Dataran Tinggi Dieng karena pemandangan alamnya yang luar biasa.

Dinamakan dengan Telaga Warna karena telaga ini memang suka berubah warna, kadang-kadang berwarna hijau, kadang putih kekuningan, kadang biru ataupun warna pelangi. Penyebabnya adalah karena telaga ini mengandung kadar belerang/sulfur yang cukup tinggi, sehingga warnanya bisa berubah bila terkena sinar matahari. Selain itu, ada pula cerita turun temurun yang menyebutkan bahwa Telaga Warna ini bisa berganti-ganti warna karena pada zaman dahulu terdapat sebuah cincin seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga, inilah yang membuat air telaga bisa menjadi berwarna warni.


Tempat Wisata Di Dieng
Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Disekitar Telaga Warna ini sahabat juga bisa berkunjung ke beberapa tempat lainnya yang juga tak kalah indahnya, diantaranya adalah Telaga Pengilon yang terletak berdampingan dengan Telaga Warna, namun walaupun berdampingan, air Telaga Pengilon tidak berwarna warni seperti di Telaga Warna, melainkan cenderung jernih. Menurut penelitian, kadar belerang di Telaga ini tidak setinggi Telaga Warna, sehingga airnya cukup bersih sehingga bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk irigasi. Selain itu sahabat juga bisa mengunjungi beberapa goa yaitu Goa Semar, Goa Sumur dan Goa Jaran, dan juga bisa mengunjungi Batu Tulis Eyang Purbo Waseso.

Sahabat juga bisa memilih untuk melihat keindahan Telaga Warna dari atas bukit, beberapa tempat yang menjadi buruan para pelancong adalah kawasan Petak Sembilan, Bukit Batu Pandang Ratapan Angin dan dari kawasan Jembatan Merah Putih.

Berkunjung ke Telaga Warna memang seru! Silakan baca disini.


6. Dieng Plateau Theater 



Tempat Wisata Di Dieng
Keramaian di sekitar Dieng Plateau Theater
Dieng Plateau Theater adalah tempat wisata di Dieng berupa gedung bioskop yang menayangkan aneka ragam informasi mengenai Dieng, meliputi sejarah Dieng, kondisi geografis, masyarakat dan budayanya, fenomena alam serta mata pencaharian masyarakat Dieng. Informasi ini disampaikan dalam sebuah film dokumenter pendek berdurasi sekitar 20 menit, menggunakan bahasa Indonesia, dan ada terjemahannya dalam bahasa Inggris. Teater ini beroperasi dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore, dan bisa menampung sekitar 100 orang penonton.

Dieng Plateau Theater ini berada di lereng bukit Sikendil, pada ketinggian 2.100 mdpl, kira-kira  1,5 km dari pertigaan masuk Telaga Warna, berada di sisi bukit Telaga Warna dan Bukit Batu Pandang Ratapan Angin, jadi apabila sahabat berkunjung ke Telaga Warna, sahabat juga bisa mendatangi Dieng Plateau Theater ini melalui jalan setapak mendaki bukit. 

Tempat Wisata Di Dieng
Bentuk bangunan yang unik
Di kawasan Dieng Plateau Theater ini sahabat tidak hanya bisa menyaksikan film dokumenter mengenai dataran tinggi Dieng, tetapi juga bisa untuk beristirahat menikmati indahnya pemandangan dataran tinggi Dieng berupa landscape perbukitan dan pegunungan yang indah di tempat2 duduk dan taman yang sudah disediakan oleh pengelola. Disamping itu sabahat yang ingin menguji adrenalin juga bisa untuk menaiki flying fox dari Dieng Plateau Theater ini ke bukit yang berada di sebelahnya melewati ladang dan perkebunan milik masayarakat setempat.

Gedung Dieng Plateau Theater mempunyai bentuk yang unik, bergaya klasik, berundak2 dan meruncing di bagian atasnya, dikelilingi taman2 cantik disekitarnya manjadi tempat yang cocok untuk berfoto ria. Objek wisata Gedung Dieng Plateau Theater ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Paling tepat apabila sahabat mengunjungi tempat ini sebelum memulai petualangan di Kawasan Dataran Tinggi Dieng lainnya karena sudah berbekal pengetahuan mengenai Dieng sebelumnya.

7. Batu Pandang Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih


Tempat Wisata Di Dieng
Batu Pandang Ratapan Angin
Bukit Batu Pandang Ratapan Angin merupakan sebuah bukit untuk memandang keindahan dua telaga yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit. Bukit ini terletak di sisi bagian atas Dieng Plateau Theater. Keindahan Telaga Warna dan Pengilon yang berbeda warna, dan dikelilingi oleh perbukitan, dapat dinikmati secara detail dari atas dua buah batu yang terletak di bukit Batu Pandang ini. Selain keindahan dua telaga tersebut, sahabat juga bisa menikmati keindahan alam bukit-bukit bebatuan di sekitarnya, Kawah Sikidang di kejauhan dan tempat eksplorasi Gas Pertamina.

Terdapat sebuah gazebo/gardu pandang disamping Batu Pandang Ratapan angin ini, untuk sampai ke batu pandang, sahabat mesti melalui gardu ini dan mesti bersabar menunggu kesempatan untuk bisa menaikinya karena tempatnya tidak terlalu luas. Dari tempat ini hembusan angin sering terasa kencang dengan suara mendesis seperti orang meratap, mungkin itulah kenapa dinamakan dengan Batu Ratapan Angin. Selain itu, ada pula legenda yang menceritakan asal muasal terbentuknya dua buah batu ini, yaitu sebuah cerita mengenai kutukan seorang pangeran kepada istrinya yang berselingkuh, yang kemudian menjadi batu dengan selingkuhannya itu, dan bunyi angin seperti ratapan itu adalah ratapan penyesalan dari kedua orang yang berselingkuh itu. 



Tempat Wisata Di Dieng
Jembatan Merah Putih
Bila sahabat berkunjung ke Dieng Plateau Theater, rugi sekali bila sahabat tidak datang menyambangi tempat cantik ini. Dari Dieng Plateau Theater, sahabat perlu berjalan mendaki bukit disisinya, tidak begitu jauh tetapi cukup susah juga karena jalanan yang berbatu dan mendaki. Pos penjagaan Batu Pandang berada sekitar 50 m dari Dieng Plateau Theater, dari pos ini sahabat perlu mendaki kembali sejauh beberapa puluh meter, barulah akan sampai di gardu pandang tempat Batu Ratapan Angin berada. 

Bila sudah puas memandangi keindahan alam dari Batu Pandang Ratapan Angin, sahabat bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Jembatan Merah Putih. Kawasan ini adalah objek wisata buatan berupa sebuah jembatan yang menghubungkan dua batu besar di kawasan perbukitan ini. Dari Jembatan Merah Putih ini sahabat juga bisa menikmati indahnya pemandangan alam kawasan Dataran Tinggi Dieng.


Ini dia kisah saya berkunjung ke Ding Plateau, Batu Ratapan Angin dan Jembatan Merah Putih.


8. Telaga Menjer 



Tempat Wisata Di Dieng
Telaga Menjer yang sejuk (foto : Instagram @dewa_muji)
Telaga Menjer terletak di jalur menuju Dataran Tinggi Dieng dari kota Wonosobo. Tepatnya berada di Desa Maron, Kecamatan Garung, Wonosobo. Telaga ini merupakan yang terluas di kawasan Dieng, yaitu sekitar 70 hektar. Telaga Menjer sudah dimanfaatkan sebagai sumber PLTA mulai dari tahun 1982, selain untuk pembangkit listrik, juga dipergunakan oleh penduduk setempat sebagai sumber pengairan. Letaknya tidak begitu jauh dari Wonosobo, hanya sekitar 12 km arah utara Wonosobo, dari Jalan Raya Dieng, berbelok ke kiri di daerah Pasar Garung.

Menurut sejarahnya, Telaga Menjer ini terbentuk dari letusan kaki Gunung Pakuwaja yang dulunya merupakan gunung aktif. Sebelum terjadi letusan tersebut, telaga menjer hanyalah sebuah mata air yang kecil.

Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan Telaga Menjer dari atas bukit (foto : Instagram @alfhagemilang)
Keindahan telaga yang berada di ketinggian 1300 mdpl ini sebenarnya sudah dikenal sejak awal abad 20 karena pernah didokumentasikan oleh seorang berkebangsaan Belanda, namun walaupun begitu, sepertinya informasi pariwisata mengenai Telaga Menjer ini belum banyak diketahui orang, sehingga belum banyak pelancong yang menyambanginya. Umumnya para pelancong akan melewatkan tempat wisata di Dieng yang satu ini dan langsung menuju ke Dataran Tinggi Dieng.

Keindahan alam di sekitar Telaga Menjer ini memang sungguh menyejukkan mata, air telaga yang indah bagaikan cermin memantulkan lukisan pohon2 pinus, bukit2, ladang dan perkebunan yang mengelilinginya, ditambah lagi keindahan gunung Prau dan Gunung Sindoro di kejauhan, menambah indah dan sejuknya nya pemandangan. Perkebunan teh yang berada di perbukitan sebelah utara telaga, juga menjadi daya tarik tersendiri, sahabat bisa berjalan2 menikmati sejuknya udara dan keindahan kebun teh di kawasan ini. Selain untuk mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan, sahabat juga bisa memilih untuk berkeliling telaga dengan menyewa perahu2 yang sudah disiapkan oleh penduduk setempat, atau, sahabat juga bisa berekreasi sembari memancing, alat pancing bisa disewa dari penduduk setempat, atau sahabat juga bisa membawanya sendiri dari rumah. 

9. Telaga Cebong Dieng


Tempat Wisata Di Dieng
Pemandangan Telaga Cebong dari atas bukit
Telaga Cebong adalah sebuah telaga yang terletak di sisi Bukit Sikunir, disamping basecamp Puncak Sikunir yang dipergunakan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan tempat warung dan kios yang menjajakan aneka makanan dan minuman, perlengkapan gempur dingin dan oleh2 khas Dieng. Telaga Cebong ini berlokasi di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl..

Asal muasal terbentuknya telaga Cebong ini adalah dari kawah vulkanik Gunung Prau purba ribuan tahun yang lalu. Luas telaga ini sekarang kurang lebih 12 hektar, dengan bentuknya yang unik seperti berudu/anak katak/cebong, mungkin karena itulah dinamakan dengan Telaga Cebong. Pada saat ini, Telaga Cebong dijadikan sebagai sumber pengairan oleh penduduk setempat.

Tempat Wisata Di Dieng
Tempat favorit untuk berkemah
Tempat wisata di Dieng ini sangat ramai dikunjungi pada hari-hari libur. Umumnya para pelancong memanfaatkan sisi telaga sebagai tempat kemping di malam hari, sembari menghangatkan diri di sekitar api unggun untuk menunggu waktu terbitnya sang mentari yang keemasan di Puncak Sikunir. Bila musim libur datang, seluruh sisi Telaga Cebong penuh terisi dengan kemah2 para pendaki Puncak Sikunir. Namun, tidak hanya itu, buat para sahabat yang berhalangan untuk mendaki Puncak Sikunir yang trekingnya juga tidak mudah dengan jauhnya sekitar 800 m dan sebagian jalur pendakian cukup menanjak, sahabat juga bisa stay di area basecamp untuk menikmati keindahan alam di sekitar Telaga Cebong. 

Bukit-bukit yang bersusun mengelilingi Telaga Cebong, dengan ladang2 pertanian milik penduduk setempat sungguh merupakan pemandangan yang luar biasa, dan dengan sejuknya udara pegunungan, merupakan daya tarik Telaga Cebong yang membuat para pengunjungnya bersemangat untuk berjalan berkeliling telaga cantik ini, atau berkeliling telaga dengan perahu motor, atau menikmati wahana flying fox, ataupun untuk memancing ria. 

Fasilitas di sekitar Telaga Cebong dan basecamp puncak Sikunir ini terbilang cukup lengkap, tempat parkiran yang luas, banyak kios dan warung yang buka semalam suntuk, jadi sahabat tidak perlu khawatir kalo malam2 merasa kelaparan, banyak toilet, ada musholla, dan buat sahabat yang ingin berkemah juga tidak harus membawa kemah sendiri, disini banyak disewakan kemah2 oleh penduduk setempat. Untuk berkeliling Telaga, sahabat juga bisa menyewa perahu motor dari para penduduk setempat.

10. Candi Bima



Candi Bima
Candi Bima adalah salah satu candi dari beberapa kompleks candi yang ada di Dataran TInggi Dieng. Candi ini merupakan yang terbesar dan tertinggi dibandingkan degan candi-candi lainnya, seperti Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Setyaki dll. Agak berbeda dengan kompleks candi lain, candi Bima ini adalah candi kesepian karena tidak ada candi pendamping/pewara didekatnya, dan letaknyapun agak terpisah dari beberapa kompleks candi lain, yaitu berada di daerah paling selatan dan agak terpencil berdiri megah di atas sebuah bukit.

Yang menarik dari Candi Bima adalah bentuknya yang unik agak berbeda dibanding candi2 lain, sekilas tampak seperti candi2 di daerah India. Candi ini memiliki tiga tingkatan mendatar dan menghadap ke arah timur. Bagian atap candi berbentuk seperti mangkuk terbalik, dan pada bagian atap ini terdapat relung-relung dengan relief kepala yang dinamakan degan kudu, namun pada saat ini hanya sebagian kudu yang masih berada di tempatnya, sebagian lagi sudah hilang.

Tempat Wisata Di Dieng
Candi Bima
Tidak diketahui dengan pasti kapan Candi Bima ini didirikan, tidak ditemukan satupun prasasti yang berkaitan degan pendiriannya. Namun diperkirakan bahwa Candi Bima ini dibangun pada zaman yang sama dengan kompleks candi lainnya di dataran tinggi Dieng, yaitu sekitar abad ke 7 sampai ke 8 Masehi. Pada tahun 2012 Candi Bima ini dipugar oleh Balai Pelesetarian Peninggalan Purbakala Jateng disebabkan karena sudah banyaknya batu yang lapuk dan bergeser karena dimakan usia, karena getaran dan adanya lobang yang bisa membuat candi jadi amblas.

Tidaklah susah untuk menemukan Candi Bima ini. Candi ini terletak di pinggir jalan yang menuju Kawah Sikidang dari arah Telaga Warna. atau dari arah Candi Arjuna. Candi Bima ini terletak di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara. Terdapat area parkiran yang cukup luas untuk kendaraan bermotor di dekat Candi Bima ini. Untuk sampai di candi, sahabat perlu mendaki sekitar 30 anak tangga.


Itulah 10 tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng yang paling terkenal dan keren versi Unique-Chantika. Bila sahabat berkunjung ke Dieng, jangan sampai dilewatkan ya....


Cheers


Bila sahabat punya saran, update, komentar mengenai tempat wisata ini, silakan diisi di BUKU TAMU yaa....